Basidiomycota

Diposting pada
Basidiomycota

Pengertian Basidiomycota

Basidiomycota merupakan salah satu anggota kingdom fungi yang menghasilkan spora berbentuk kotak. Spora dari basidiomycota biasa disebut basidium. Anggotanya bervariasi, ada yang uniseluler, serta ada yang multiseluler. Mereka bisa bereproduksi secara seksual serta aseksual. Habitatnya dapat ditemukan di perairan maupun daratan. Karena variasi tersebut, maka sangat sulit guna mengidentifikasikan karakteristik morfologi kelompok ini secara umum. Biasanya organisme ini hidup sebagai aproba (pengurai) namun adajuga yang hidup di tanah, tempat sampah dan batang kayu. Ada sekitar 25.000 Spesies basidiomycota yang sudah teridentifikasi.


Karakteristik Basidiomycota

Pada dasarnya, Basidiomycota adalah jamur filamen terdiri dari hifa (kecuali yang membentuk ragi) dan mereproduksi secara seksual melalui pembentukan sel-sel khusus berbentuk kelompok (basidia) yang biasanya memiliki spora eksternal (biasanya empat), yang merupakan meiospora khusus yang dikenal sebagai basidiospora (Swann dan Hibbert,2007).

Spora pada basidiomycota terdapat spora aseksual yang disebut basidiospora diproduksi diatas basidium. Basidium adalah struktur berbentuk gada yang terdiri atas satu atau empat sel yang akan memproduksi basidiospora (Abadi, 2003).

Ciri-ciri umum basidiomycota yaitu meskipun dianggap monofiletik, Basidiomycota sangat bervariasi, dengan bentuk uniseluler dan multiseluler, seksual dan aseksual, dan darat dan perairan. Produksi basidia adalah fitur yang paling sering diperhatikan. Basidium adalah sel di mana fusi inti dan meiosis terjadi sebelum mengembangkan basidiospora biasanya haploid. Namun, basidia terbatas pada Basidiomycota seksual. Fitur lain yang menjadi karakteristik adalah dikaryon berumur panjang, di mana semua sel dalam talus mengandung dua inti haploid sebagai akibat dari peristiwa kawin.

Basidiomycota memiliki ciri-ciri yang yang lain yaitu:

  1. Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
  2. Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
  3. Reproduksi secara seksual dan aseksual.
  4. Miselium ada 3 macam, yaitu:
    1. Miselium primer, yaitu miselium yang sel-selnya berinti satu hasil pertumbuhan basidiospora.
    2. Miselium sekunder, yaitu miselium yang sel-selnya berinti dua.
    3. Miselium tersier, yaitu miselium yang terdiri atas miselium sekunder yang terhimpun membentuk jaringan yang teratur pada pembentukan basidiokarp dan basidiofor yang menghasilkan basidiospora.

Struktur Tubuh Basidiomycota

Badsidiomycota merupakan jamur filamen yang terdiri dari hifa serta bereproduksi secara seksual lewat sel khusus berkelompok yang disebut basidia. Hifa pada basidiomycota bersekat serta mengandung inti haploid. Ciri tubuhnya seperti jamur yang kita kenal, mempunyai bagian batang serta tudung yang berbentuk seperti payung. Pada bagian bawah tudung terlihat adanya lembaran yang menjadi tempat terbentuknya basidium. Hifa yang bercabang dari jenis jamur tersebut membentuk mesilium. Lalu mesilium membentuk tubuh buah yang disebut basidiokarp.

Baca Juga :  Lempeng Bumi

BASIDIOMYCOTA


Cara Reproduksi Basidiomycota


  • Reproduksi Aseksual (Vegetatif) Basidiomycota

Reproduksi secara aseksual terjadi diawali dibentuknya konidiospora. Konidia merupakan spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi sampai terbentuk banyak konidia.Hifa haploid yang telah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung konidiofor lalu terbentuk spora. Kemudian spora itu akan diterbangkan oleh angin. Jika kondisi lingkungan menguntungkan, pasti konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid.


  • Reproduksi Seksual (Generatif) Basidiomycota

  1. Reproduksi seksual terjadi dengan pertemuan antara hifa (+) serta hifa (-).
  2. Pertemuan tersebut akan membuat terjadinya proses plasmogami (larutnya dinding sel). Lalu inti dari salah satu hifa akan pindah masuk ke hifa yang lainnya.
  3. Proses tersebut membuat terbentuknya hifa dengan 2 inti haploid berpasangan biasa disebut dikariotik.
  4. Hifa diploid dikariotik lalu akan tumbuh menjadi miselium haploid yang dikariotik.
  5. Miselium ini pun tumbuh membentuk tubuh buah yang biasa disebut basidiokarp.
  6. Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi penyatuan 2 inti haploid dalam basidium menjadi diploid, Proses penyatuan ini biasa disebut kariogami.
  7. Basidium membentuk 4 tonjolan yang biasa disebut sterigma pada ujungnya.
  8. Inti diploid dalam basidium lalu membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid (n).
  9. Lalu inti tersebut akan masuk ke salah satu tonjolan sterigma serta berkembang menjadi basidiospora.
  10. Bila basidiospora terlepas dari basidium serta jatuh pada tempat yang sesuai, pasti mereka akan tumbuh menjadi hifa baru yang haploid.

Cara Hidup Basidiomycota

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

Cara hidup Basidiomycota yaitu saprofit dengan mengubah susunan zat organik yang mati, misalnya saprofit pada serasah daun, merang padi, batang pohon yang mati, dll.  Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahan-bahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya (Campbell, 2003).


Anggota Basidiomycota

Filum Basidiomycota adalah salah satu anggota dari Jamur sebenarnya yang memiliki ciri antara lain memiliki alat reproduksi seksual berupa basidiospora. Filum ini terbagi menjadi 6 golongan besar, yaitu:

  • Ustilaginales (Jamur gosong)
Baca Juga :  Deuteromycota

Basidium memiliki dinding silang atau tidak bersepta. Ini adalah promycelium dari teliospora tersebut. Teliospora tunggal atau sekumpulan dalam kerak atau kolom, yang tersisa di jaringan host atau meledak melalui epidermis. Hanya teliospora dan basidiospora yang diproduksi.

Genus: Ustilago, penyebab busuk pada jagung (U. maydis) ; Urocystis, penyebab busuk pada bawang (U. cepulae);  Sporisorium, penyebab busuk menonjol pada sorghum (S. sorghi); Sphacelotheca, penyebab gosong bengkak pada sorgum (S. cruentum).

  • Uredinales (Jamur Karat)

Basidium dengan dinding silang. Sel jantan disebut spermatia fertile khusus menerima hifa di spermagonia. Memproduksi dua dari beberapa spora yaitu teliospora, basidiospora, aeciospore dan uredospore.

Genus: Cronartium, beberapa spesies menyebabkan karat pada pinus;  Gymnosporangium, menyebabkan  karat pada apel (G. juniperi-virginianae); Hemileia,penyebab karat daun kopi (H. vastatrix);Phakopsora, penyebab karat pada kedelai (Phakopsora, P. pachyrrhiz); Phragmidium, Puccinia, Uromyces.

  • Exobasidiales, basidiocarp kurang, basidia berproduksi dipermukaan pada jaringan yang terparasit.

Genus: Exobasidium, penyebab pembengkakan daun, bunga dan jaringan pada beberapa tanaman hias.

  • Ceratobasidiales, Basidiocarp seperti jaring laba-laba, tidak mencolok. Basidia tanpa dinding lintas, dengan empat sterigmata menonjol

genus: : Athelia, Thanatephorus, Typhula.

  • Agaricales (the mushrooms), basidium tanpa dinding lintas, diproduksi pada Kebanyakan adalah jamur mikoriza

genus: Armillaria, Crinipellis, Marasmius, Pleurotus,Pholiotaf.       Aphyllophorales, Basidia tanpa dinding lintas diproduksi pada hifa hymeniumforming dan melapisi permukaan pori-pori kecil atau tabung


Peran Basidiomycota


  • Peran Basidiomycota Yang Menguntungkan

Dewasa ini budidaya jamur (Mushrooming the mushroom) yang dapat dikonsumsi telah banyak dilakukan orang yaitu dengan menggunakan limbah pertanian sebagai media tumbuhnya. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat (John Willey dan Sons Inc, 1996).

  • Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.)

Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.) sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat menyembuhkan anemia dan obat antitumor, mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi

  • Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus)

Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Jamur ini juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit.

  • Jamur merang (Volvariella volvaceae)

Jamur merang (Volvariella volvaceae) digunakan sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.

Baca Juga :  Zygomycota

  • Peran Basidiomycota Yang Merugikan    

Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula yang merugikan, antara lain :

  • Puccina graminis atau jamur karat

Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust Fungi). Jamur ini tidak mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada rumput, gandum, murbei, dan lain-lain. Miselium jamur ini tidak menelusup jauh dari tempat infeksinya dan membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut jamur karat (Indrawati Gandjar & Wellizar S, 2006: 86).

  • Ustilago maydis

Ustilago maydis adalah cendawan penyebab penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk miselium. U. maydis umumnya menyerang tongkol jagung dengan masuk ke dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta terbentuknya kelenjar. Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan kelenjar pecah hingga spora U. maydis dapat menyebar (José Ruiz-Herrera, Alfredo D. Martínez-Espinoza (1998: 149–158).

  • Amanita muscaria

Jamur ini adalah jamur beracun yang termasuk ke dalam golongan basidiomycota. Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. A. muscaria dapat ditemukan di berbagai daerah di seluruh dunia karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin seperti di kutub hingga daerah tropis sekalipun. Namun, ciri khas dari jamur ini adalah adanya bercak-bercak putih di bagian kepala.


Contoh Basidiomycota


  • Pleurotus Sp. Atau Jamur Tiram

Jamur yang mempunayi kandungan asam folat yang tingggi. Biasanya jamur tiram dimanfaatkan sebagai vitamin karena bisa dijadikan sebagai pencegah banyak penyakit.


  • Amanita Phalloides

Jamur basidiomycota yang tampilannya menarik, namun mereka sangat beracun. Jamur tersebut hidup sebagai saprofit pada kotoran hewan ternak, biasanya berbentuk mirip payung.


  • Auricula Polythrica

Atau yang biasanya kita sebut jamur kuping, adalah jamur yang ditemukan pada kayu mati. Sesuai dengan namanya, tubuh buanya berbentuk mirip daun telinga serta bewarna kecoklatan. Jamur kuping sering dimanfaatkan sebagai sayuran karena mempunyai rasa yang enak.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id tentang Basidiomycota : Pengertian, Karakteristik, Struktur Tubuh, Cara Reproduksi, Hidup, Anggota, Peran, Beserta Contohnya, semoga bermanfaat