Bendungan Terbesar Di Dunia

Diposting pada

Tipe Kontruksi Bendungan

Bendungan juga dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu :


Berdasarkan Ukuran

  1. Bendungan besar (large dams)

Bendungan yang tingginya lebih dari 15m, diukur dari bagian terbawah pondasi sampai ke puncak bendungan. Bendungan yang tingginya antara 10m dan 15m dapat pula disebut dengan bendungan besar asal memenuhi salah satu atau lebih kriteria sebagai berikut :

  • Panjang puncak bendungan tidak kurang dari 500m.
  • Kapasitas waduk yang terbentuk tidak kurang dari 1 juta m³.
  • Debit banjir maksimal yang diperhitungkan tidak kurang dari 2000 m³/detik.
  • Bendungan menghadapi kesulitan – kesulitan khusus pada pondasinya (had specially ifficult foundation problems). Bendungan di desain tidak seperti biasanya (unusual design).
  1. Bendungan kecil (small dams, weir, bendung)

Semua bendungan yang tidak memenuhi syarat sebagai bendungan besar di sebut bendungan kecil.


Berdasarkan Konstruksinya

Bendungan urugan (fill dams, embankment dams)

Menurut ICOLD definisinya adalah bendungan yang dibangun dari hasil penggalian bahan (material) tanpa tambahan bahan lain yang bersifat campuran secara kimia, jadi betul-betul bahan pembentuk bendungan asli. Bendungan ini masih dapat dibagi menjadi :

  • Bendungan urugan serbasama (homogeneous dams) Adalah bendungan urugan yang lapisannya sama.
  • Bendungan urugan berlapis-lapis (zone dams, rockfill dams) Adalah bendungan urugan yang terdiri atas beberapa lapisan , yaitu lapisan kedap air (water tight layer), lapisan batu (rock zones, shell), lapisan batu teratur (rip-rap) dan lapisan pengering (filter zones).
  • Bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di muka (impermeable face rockfill dams, dekced rockfill dams) Adalah bendungan urugan batu berlapis-lapis yang lapisan kedap airnya diletakkan di sebelah hulu bendungan. Lapisan kedap air yang biasa digunakan adalah aspal dan beton bertulang.

Bendungan Beton (concrete dams)

Adalah bendungan yang dibuat dari konstruksi beton baik dengan tulangan maupun tidak. Ini masih dapat dibagi lagi menjadi :

  • Bendungan beton berdasar berat sendiri (concrete gravity dams).
  • Bendungan beton dengan penyangga (concerete butress dams)
  • Bendungan beton berbentuk lengkung (beton berbentuk busur atau concerete arch dams)
  • Bendungan beton kombinasi (combination concerete dams, mixed type concerete dams)

Berdasarkan Tujuan Pembangunannya

  1. Bendungan dengan tujuan tunggal (single purpose dams) adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi satu tujuan saja.
  2. Bendungan serbaguna (multipurpose dams) adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi beberapa tujuan.

Tujuan Fungsi Bendungan

Berdasarkan fungsinya

  1. Bendungan pengelak pendahuluan (primary cofferdam, dike) adalah bendungan yang pertama-tama dibangun di sungai pada waktu debit air rendah agar lokasi rencana bendungan pengelak menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
  2. Bendungan pengelak (cofferdam) adalah bendungan yang dibangun sesudah selesainya bendungan pengelak pendahuluan sehingga lokasi rencana bendungan utama menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
  3. Bendungan utama (main dam) adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi satu atau lebih tujuan tertentu.
  4. Bendungan sisi ( high level dam ) adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan sisi kanan bendungan utama yang tinggi puncaknya juga sama. Ini dipakai untuk membuat proyek seoptimal-optimalnya, artinya dengan menambah tinggi pada bendungan utama diperoleh hasil yang sebesar-besarnya biarpun harus menaikkan sebelah sisi kiri dan atau sisi kanan.
  5. Bendungan di tempat rendah (saddle dam) adalah bendungan yang terletak di tepi waduk yang jauh dari bendungan utama yang dibangun untuk mencegah keluarnya air dari waduk sehingga air waduk tidak mengalir ke daerah sekitarnya.
  6. Tanggul ( dyke, levee) adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan atau kanan bendungan utama dan di tempat yang jauh dari bendungan utama yang tinngi maksimalnya hanya 5 m dengan panjang puncaknya maksimal 5 kali tingginya.
  7. Bendungan limbah industri (industrial waste dam) adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan limbah yang berasal dari industri.
  8. Bendungan pertambangan (mine tailing dam, tailing dam) adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan hasil galian pertambangan dan bahan pembuatnya pun berasal dari hasil galian pertambangan juga.
Baca Juga :  Contoh Kreativitas Siswa

Perbedaan Dan Jenis Bendungan

Menurut konstruksi dari sebuah bendungan, bendungan dibagi menjadi 2 macam, yaitu:


  • Bendung Tetap (fixed weir, uncontrolled weir)

Bendung tetap adalah jenis bendung yang tinggi pembendungannya tidak dapat diubah, sehingga muka air di hulu bendung tidak dapat diatur sesuai yang dikehendaki.

Pada bendung tetap, elevasi muka air di hulu bendung berubah sesuai dengan debit sungai yang sedang melimpas (muka air tidak bisa diatur naik ataupun turun). Bendung tetap biasanya dibangun pada daerah hulu sungai. Pada daerah hulu sungai kebanyakan tebing-tebing sungai relative lebih curam dari pada di daerah hilir. Pada saat kondisi banjir, maka elevasi muka air di bendung tetap (fixed weir) yang dibangun di daerah hulu tidak meluber kemana-mana (tidak membanjiri daerah yang luas) karena terkurung oleh tebing-tebingya yang curam.


  • Bendung gerak/Bendung Berpintu  (gated weir, barrage)

Bendung gerak adalah jenis bendung yang tinggi pembendungannya dapat diubah sesuai dengan yang dikehendaki.

Pada bendung gerak, elevasi muka air di hulu bendung dapat dikendalikan naik atau turun sesuai yang dikehendaki dengan membuka atau menutup pintu air (gate). Bendung gerak biasanya dibangun pada daerah hilir sungai atau muara.

Pada daerah hilir sungai atau muara sungai kebanyakan tebing-tebing sungai relative lebih landai atau datar dari pada di daerah hilir. Pada saat kondisi banjir, maka elevasi muka air sisi hulu bendung gerak yang dibangun di daerah hilir bisa diturunkan dengan membuka pintu-pintu air (gate) sehingga air tidak meluber kemana-mana (tidak membanjiri daerah yang luas) karena air akan mengalir lewat pintu yang telah terbuka kea rah hilir (downstream).

Bendung gerak memiliki beberapa keuntungan diantaranya muka air dapat diatur menurut rencana dan bendung ini dapat menghindarkan pembuatan tanggul banjir yang kadang-kadang tinggi dan panjang, yaitu dengan mengatur tinggi muka airnya. Akan tetapi bendung gerak memerlukan pemeliharaan yang serius dan perencanaan dan pelaksaannya yang rumit.

Baca Juga :  Ciri Amfibi

Gambar Bendungan

bendungan


Bagian – bagian Bendung

Suatu bendung terdiri dari beberapa konstruksi. Komponen/bagian dari bendung itu sendiri, yaitu:


  • Tubuh Bendung (Weir)

Tubuh bendung merupakan struktur utama yang berfungsi untuk membendung laju aliran sungai dan menaikkan tinggi muka air sungai dari elevasi awal. Bagian ini biasanya terbuat dari urugan tanah, pasangan batu kali, dan bronjong atau beton. Tubuh bendung umumnya dibuat melintang pada aliran sungai. Tubuh bendung merupakan bagian yang selalu atau boleh dilewati air baik dalam keadaan normal maupun air banjir. Tubuh bendung harus aman terhadap tekanan air, tekanan akibat perubahan debit yang mendadak, tekanan gempa,dan akibat berat sendiri.


  • Pintu Air (Gates)

Pintu air merupakan struktur dari bendung yang berfungsi untuk mengatur, membuka, dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup.


  • Pintu Pengambilan (Intake)

Pintu pengambilan berfungsi mengatur banyaknya air yang masuk saluran dan mencegah masuknya benda-benda padat dan kasar ke dalam saluran. Pada bendung, tempat pengambilan bisa terdiri dari dua buah, yaitu kanan dan kiri, dan bisa juga hanya sebuah, tergantung dari letak daerah yang akan diairi.

Bila tempat pengambilan dua buah, menuntut adanya bangunan penguras dua buah pula. Kadang-kadang bila salah satu pintu pengambilam debitnya kecil, maka pengambilannya lewat gorong-gorong yang di buat pada tubuh bendung. Hal ini akan menyebabkan tidak perlu membuat dua bangunan penguras dan cukup satu saja.


  • Pintu Penguras

Penguras ini bisanya berada pada sebelah kiri atau sebelah kanan bendung dan kadang-kadang ada pada kiri dan kanan bendung. Hal ini disebabkan letak daripada pintu pengambilan. Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kiri bendung, maka penguras pun terletak pada sebelah kiri pula. Bila pintu pengambilan terletak pada sebelah kanan bendung, maka penguras pun terletak pada sebelah kanan pula. Sekalipun kadang-kadang pintu pengambilan ada dua buah, mungkin saja bangunan penguras cukup satu hal ini terjadi bila salah satu pintu pengambilan lewat tubuh bendung.


  • Kolam Peredam Energi

Bila sebuah konstruksi bendung dibangun pada aliran sungai baik pada palung maupun pada sodetan, maka pada sebelah hilir bendung akan terjadi loncatan air. Kecepatan pada daerah itu masih tinggi, hal ini akan menimbulkan gerusan setempat (local scauring). Untuk meredam kecepatan yang tinggi itu, dibuat suatu konstruksi peredam energi.


  • Kantong Lumpur

Kantong lumpur berfungsi untuk mengendapkan fraksi-fraksi sedimen yang lebih besar dari fraksi pasir halus ( 0,06 s/d 0,07mm ) dan biasanya ditempatkan persis disebelah hilir bangunan pengambilan. Bahan-bahan yang telah mengendap dalam kantung lumpur kemudian dibersihkan secara berkala melalui saluran pembilas kantong lumpur dengan aliran yang deras untuk menghanyutkan endapan-endapan itu ke sungai sebelah hilir.


  • Bangunan Pelengkap

Terdiri dari bangunan-bangunan atau pelengkap yang akan ditambahkan ke bangunan utama untuk keperluan :

  • Pengukuran debit dan muka air di sungai maupun di saluran sungai.
  • Pengoperasian pintu.
  • Peralatan komunikasi, tempat berteduh serta perumahan untuk tenaga eksploitasi dan pemeliharaan.
  • Jembatan diatas bendung agar seluruh bagian bangunan utama mudah dijangkau atau agar bagian-bagian itu terbuka untuk umum.

Pengertian Bendungan

Bendung adalah bangunan melintang sungai yang berfungsi untuk meninggikan muka air sungai. Bendung biasanya dibuat dari pasangan batu kali, bronjong atau beton, yang terletak melintang pada sebuah sungai yang tentu saja bangunan ini dapat digunakan pula untuk kepentingan lain selain irigasi, seperti untuk keperluan air minum, pembangkit listrik atau untuk penggelontoran suatu kota.

Baca Juga :  Pasola Perang Berkuda Di Sumba

Dari segi bendung dibagi dua, yaitu bendung tetap dan bendung sementara. Bendung tetap adalah bangunan yang sebagian besar konstruksi terdiri dari pintu yang dapat digerakkan untuk mengatur ketinggian muka air sungai, sedangkan bendung sementara adalah bangunan yang dipergunakan untuk meninggikan muka air di sungai, sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier.


Struktur Bendungan

Yang perlu diperhatikan untuk Bendungan Beton


  • Pondasi (Foundation)

Pondasi merupakan permasalahan kritis untuk Perencanaan Bendungan Beton (Concrete Dams),
Deformasi yang tinggi yang disebabkan oleh adanya konsentrasi tegangan di dalam struktur batuan harus dapat diketahui, namun variable deformasi pada pondasi harus mengetahui material properties yang ada di lapangan. Untuk itu diperlukan penyelidikan/test batuan fondasi lebih rinci

Diperlukan pemetaan batuan pondasi rinci untuk mengindikasi adanya potensi bentuk kehancuran didalam pondasi akibat pengaruh beban. Indikasi terhadap faults (patahan), shlaris (geseran), weathering profiles (profil perlemahan) dan Jariting patterns (pola sambungan) yang terdapat pada massa batuan pondasi.

Tes kekuatan geser (shear strength) terkait dengan perubahan relative sesuai pada bentuk pondasi.

Permasalah pondasi dapat diketahui selama masa tahap penyelidikan batuan dasar pondasi. Perbaikan pondasi mungkin diantaranya adalah membuang blok batuan yang tidak stabil, menambah system perkuatan, memasang system drainage untuk mengurangi Up lift (tekanan keatas akibat tekanan air) dan memberikan material ke dalam pondasi dengan injeksi (grouting) untuk memperbaiki daya dukung (strength) pada zona yang lemah dan menaikkan tingkat permeabilitas pada dasar pondasi.


  • Pengaruh Temperatur (Temperature Effects)

Pengaruh temperature terkait dengan desain tipe beton untuk Bendungan terhadap panas hidrasi dari beton pada kondisi batas. Apabila batas temperatur (ambient temperature) tidak dijaga dengan baik, kemungkinan akan terjadi retakan pada beton. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk mengatasi diantaranya adalah dengan memasang sambungan-sambungan di dalam massa beton atau melakukan pendinginan awal (Pre Cooling) pada material beton dan mengawasi secara teliti pada proses pembuatan beton, atau melakukan pendinginan setelah pengecoran beton dengan memasang jaringan pipa pendingin (Post Cooling).


  • Bentuk Struktur (Structure Shaping)

Perubahan bentuk yang tajam (patah) diusahakan untuk dihindari, karena dapat menimbulkan penempatan konsentrasi tegangan. Konsentrasi tegangan ini merupakan bagian yang kritis terutama apabila terjadi gempa.


Lokasi Bendungan Tiga Dihaji

  • Nama Proyek : Bendungan Tiga Dihaji
  • Investasi Total : 2000 Milyar
  • Sumber APBN-APBD : APBN
  • Sumber Swasta : –
  • Sumber Belum Ditentukan : –
  • Skema Pendanaan : –
  • Lokasi : Oku Selatan, Sumatera Selatan
  • Penanggung Jawab Proyek : Kementerian PUPR
  • Rencana Mulai Konstruksi : 2018
  • Rencana Mulai Operasi : 2023
  • Status Terakhir : Konstruksi dan Akan Beroperasi di atas 2019

bendungan