Contoh Kreativitas Siswa

Diposting pada

Pengertian Kreativias

Pendapat lain yang dikemukakan oleh seorang yang bernama siedel yang dikutip oleh utami munadar th 2009 bahwa kreativitas ialah memamupan untuk menghubungkan dan  juga mengkaitak, kadang dengan cara yang ganjil akan tetapi mengeankan dan juga merupakan dasar pendayagunaan kreatif dan daya rahani manusia dalam bidang atau lapangan manapun. Kreativitas dari berbagai jenis keterampilan manusia yang bisa menghasilkan mengungkapkan yang unik, orisinil, berbeda dan juga sama sekali baru.

√Contoh Kreativitas Siswa : Pengertian, Unsur dan Penjelasannya

Unsur kreativitas

Berbagai pendapat diatas menunjukkan bahwa dalam kreativitas terdapat unnsur-unsur, diantaranya ialah sebagai berikut ini;

  1. Interaksi anttara individu dengan lingkungan
  2. Pengungkapan yang unik
  3. Menghubungkan ide
  4. Membuah kombinasi baru

Dengan begitu jelas bahwa kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh semua orang melainkkan hanya orang-orang tertentu yang dikatakan sebagai orang kreaif


Penjelasan Kreatif

Kreatif adalah suatu proses, aktivitas dan juga bukan haasil, akan tetapi sesuatu kegiatan yang mendatangkan hasil. Hasil tersebut sifatnya baru, bergunan dajuga bisa dimengerti.

Kreatif memiliki hubungan yang erat dengan kepribadian seseorang. .pengembang kemampuan kreatif akan berpengaruh pada sikap mental atau keperibadian seseoang.

Siswa yang kreatif mempunyai kepribadian yang lebih integratif, luwes, mandiri, percara diri. Menurut moor yang dikutip oleh tami munandar 2009 menhelaskan bahwa empat ciri-ciri utama kreatif berfikir sebagai berikut ini


  1. Sensitifitas terhadap masalah

Menunjukan pada kemampuan untuk melihat masalah secara tajam. Siswa yang kreatif juga mempunyai kekuatan yang tajam dalam melihat problem, diperlihatkan oleh orang lain.


  1. Kelancaran ide

Menunjukan pada kemempuan untuk menciptakan ide sebagai alternatif pemecah masalah. Siswa yang kreatif mempunyai kemampuan guna mengahukan ide atau alternatif pemecah masalah


  1. Kelenturan berfikir

Menunjukkan bahwa pada kemampuan siswa memindahkan ide, meninggalkan satu kerangka berfikir yang lain untuk mengganti pendekatan yang satu dengan yang lai.


  1. Keaslian berfikir

Menunjuk pada kemampuan siswa untuk menciptakan ide-ide asli dari dirinya sendiri. Siswa yang kreatif mempunyai kemampuan menciptakan ide atau pikiran dalam bentuk baru, orsinil, imajinatif, dan juga berbeda dengan cara pemecahan yang lama.

Menurut utami mundar, ciri-ciri pribadi yang kreatif dari para pakar psikologi ialah sebagai berikut ini;

  • Imajinatif
  • Memiliki prakarsa
  • Memiliki minat luas
  • Mandiri dalam berfikir
  • Memiliki rasa ingin tahu
  • Senang energi
  • Percaya diri
  • Bersedia mengambil resiko
  • Berani dalam pendirian dan juga keyakinan

Ada perbedaan dalam cara pengungkapan pendapat para ahli tersebut  diatas, akan tetapi pada prinsip nya tidak jauh berbeda. Beberapa pendapat ersebut pada prinsipnya ciri prilalku yag ditemukan pada orang yang memberikan sumbangan reatif menonjol ialah berani dalam pendirian, ingin tahu, mandiri dalam berfikir daan juga mempertimbangkan , bersibuk diri tersu menerus dengan kerjanya intuitif, ulet dan juga tidak bersedia menerima pendapat dari otoritas bagitu saja.


Ciri-ciri Kreatifitas

Menurut PARNES (1972) Ada 4 macam prilaku kreatif (Ciri kreatifitas), sebagai berikut:

  1. Fluency (kelancaran), yaitu kemampuan mengemukakan ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah.
  2. Flexibility (keluwesan), yaitu kemampuan memberikan atau menemukan berbagai macam ide untuk memecahkan suatu masalah diluar kategori biasa.
  3. Originality (keaslian), yaitu kemampuan memberikan respon yang unik, bahan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide jadi kenyataan.
  4. Sensitivity (kepekaan), yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan suatu situasi.

Faktor-Faktor Yang Menunjang Kreatifitas

Faktor-faktor pendorong kreatifitas setiap orang memiliki potensi kreatif dalam derajat yang berbeda-beda. Potensi ini perlu dipupuk sejak dini agar dapat diwujudkan. Untuk itu perlu kekuatan-kekuatan pendorong, baik dari luar (lingkungan) maupun dari dalam individu sendiri.

Perlu diciptakan kondisi lingkungan yang dapat memupuk daya kreatif individu, dalam hal ini mencakup baik lingkungan dalam arti sempit (keluarga, sekolah) maupun dalam arti kata luas (masyarakat, kebudayaan). Timbul dan tumbuhnya kreatifitas dan selanjutnya berkembangnya suatu kreasi yang diciptakan oleh seseorang individu tidak dapat luput dari pengaruh kebudayaan serta pengaruh masyarakat tempat individu itu hidup dan bekerja (Selo Soemardjan 1983).

Baca Juga :  Asal Usul Telaga Warna

Faktor penunjang kreatifitas yaitu :


  1. Faktor Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga yang harmonis dan demokratis mendorong anak untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan dan hambatan.


  1. Faktor Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Suasana, kondisi sekolah sangat menentukan kreatifitas berkembang.


  1. Faktor Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat bersifat heterogen dan kultur yang berbeda, lingkungan yang tidak kondusif mengakibatkan anak tidak berkembang kreatifitasnya.


Teknik-Teknik Kreatifitas

Tugas perkembangan anak yang mendukung kreatifitas adalah bahwa anak harus mampu mengembangkan ketrampilan-ketrampilan baru, anak diharapkan jika berlatih dan mengembangkan ketrampilan baru sesuai dengan tuntutan hidup. Sebaliknya anak yang tidak mampu mengembangkan kreatifitas atau ketrampilan akan menunjukan sikap mudah putus asa, merasa tidak aman sehingga menarik diri dari kegiatan dan takut memperlihatkan usaha-usahanya.

Tehnik-tehnik menumbuhkan kreatifitas yaitu:

  1. Saran dan pendapat
  2. Pertanyaan yang mengubah ide
  3. Daftar sifat yang dimiliki
  4. Pertanyaan terbuka dan demokrasi
  5. Memberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat

Menurut klausmeir langkah-langkah yang diperlukan dalam pembentukan ketrampilan memecahkan masalah berlaku pula untuk pembentukan kreatifitas.


Berfikir Kreatif

Berfikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu gagasan baru. Gagasan baru tersebut merupakan gabungan gagasan sebelumnya yang belum pernah diwujudkan .

Pengertian ini lebih memfokuskan pada proses individu untuk memunculkan gagasan baru yang merupakan gabungan gagasan-gagasan sebelumnya yang belum diwujudkan atau masih dalam pemikiran. Pengertian berfikir ini ditandai adanya gagasan baru yang dimunculkan sebagai hasil dari proses berfikir tersebut.

Kreatifitas adalah kemampuan untuk  membuat perbedaan. Sedangkan kreatif adalah orang melihat yang sama tapi berfikir dengan cara yang berbeda. Orang kreatif mampu stand out of the crowd tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan kreatifitas membuat peluang baru dan terbuka.

Berfikir kreatif berarti melibatkan diri dalam proses mental yang dipergunakan dalam bentuk  berfikir yang meliputi bidang tanggapan, asosiasi, dan penggunaan kembali.

Tugas utama sebagai siswa kreatif dalam berfikir adalah :

  • Sanggup meneriman segala uraian guru dan tugas yang harus dipecahkan
  • Menyingkat pengalaman belajar
  • Memberi analisis tentang pemecahan masalah
  • Memberi kritik yang sehat tentang pemecahan masalah
  • Dapat menggunakan ilmu yang dimiliki dalam perbuatan dan tindakan

Ciri-ciri berfikir kreatif antara lain :

  • Hasil yang dicapai bersifat orisinil
  • Menggunakan prosedur dengan cara-cara baru dan tidak dapat diperkirakan

Aplikasi Penerapan Sistem Kreatifitas Belajar di Sekolah

Faktor penting dalam meningkatkan kreatifitas disekolah adalah guru. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan guru disekolah untuk merangsang dan meningkatkan daya fikir  siswa, sikap dan prilaku kreatif siswa, melalui kegiatan didalam atau diluar kelas. Potensi kreatif siswa di sekolah dapat ditingkatkan dengan cara mengusahakan iklim di kelas yang dapat mengunggah kreatifitas siswa. Selanjutnya guru harus menghargai keunikan pribadi dan potensi setiap siswa dan tidak perlu selalu menuntut dilakukannya pada hal-hal yang sama. Pada waktu tertentu siswa diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu yang disenangi oleh siswa.

Dalam kegiatan belajar, proses berfikir kreatif dan pemecahan masalah secara kreatif dirangsang dengan mengajukan pertanyaan, untuk menemukan masalah sendiri, untuk menggunakan imajinasinya dalam mengemukakan macam-macam gagasan atau kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan. Dalam hal ini guru lebih banyak memberi umpan balik dan meminta siswa untuk menilai sendiri produk-produk kreatifitasnya.

Dalam melaksanakan pengajaran kreatif, guru harus kreatif dan memiliki semangat petualang ( Torrance, 1967). Hal ini berarti bahwa cara guru mengajar seharusnya bervariasi, dengan untuk mencoba sesuatu yang baru, tidak kaku dalam melaksanakan kurikulum atau aturan-aturan yang ada serta bersikap hangat kepada siswa. Guru dalam mengajar hendaknya menciptakan lingkungan yang merangsang belajar kreatif, terampil mengajukan dan mengundang pertanyaan, dan dapat memadukan perkembangan kognitif dan afektif.

Munandar (1987) Memberikan saran agar guru dapat mengajar secara kreatif. Sara- saran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Guru menghargai kreatifitas siswa
  2. Guru bersikap terbuka terhadap gagasan
  3. Guru mengakui dan menghargai adanya perbedaan individual
  4. Guru bersikap menerima dan menunjang anak
  5. Guru menyediakan pengalaman mengajar yang berdiferensiasi
  6. Guru cukup memberikan struktur dalam mengajar sehingga anak tidak merasa ragu
  7. Setiap anak ikut mengambil bagian dalam merencanakan pekerjaan kelompok
  8. Guru tidak bersikap sebagai tokoh yang maha mengetahui tetapi menyadari keterbatasan sendiri
Baca Juga :  Tenaga Pembentuk Muka Bumi

Perbedaan Pintar Dengan Kreatif

Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar,   kreatif berbeda dengan siswa pintar. “kreatif berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu,” jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya siswa kreatif. “Kalau siswa tak kreatif musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang.” “Sebaliknya, jika  kreatif tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang.” Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam,” jelas pendidik besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.

Kreativitas yang tampak pada siswa-siswa berbeda dengan orang dewasa. Kreativitas seorang siswa bisa muncul jika terus diasah sejak dini. Pada siswa-siswa, kreativitas merupakan sifat yang komplikatif; seorang siswa mampu berkreasi dengan spontan karena ia telah memiliki unsur pencetus kreativitas.

Pada dasarnya kreativitas siswa-siswa bersifat ekspresionis. Ini karena pengungkapan ekspresi itu merupakan sifat yang dilahirkan dan dapat berkembang melalui latihan-latihan. Ekspresi ini disebut dengan spontanitas, terbuka, tangkas dan sportif. Ada 3 ciri dominan pada siswa yang kreatif: (1) spontan; (2) rasa ingin tahu; (3) tertarik pada hal-hal yang baru. Ternyata ketiga ciri-ciri tersebut terdapat pada diri siswa. Berarti semua siswa pada dasarnya adalah kreatif; faktor lingkunganlah yang menjadikan siswa tidak kreatif. Dengan demikian, peran orangtua sebenarnya lebih pada mengembangkan kreativitas siswa.


Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas

Setiap orang pada dasarnya memiliki potensi kreatif dan kemampuan mengungkapkan dirinya secara kreatif dalam bidang dan kadar yang berbeda -beda. Yang penting dalam pendidikan adalah bahwa bakat kreatif dapat dan perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Pengembangan kreatifitas dengan pendekatan 4P yakni :


  1. Pribadi

Kreatifitas adalah ungkapan keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Dari pribadi yang unik inilah diharapkan timbul ide – ide baru dan produk – produk yang inovatif.


  1. Pendorong

Untuk mewujudkan bakat kreatif siswa diperlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan dorongan dari dalam diri siswa sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung.

Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif peserta didik mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula pendidik meskipun menyadari pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.


  1. Proses

Untuk mengembangkan kreativitas siswa, ia perlu diberi kesempatan untuk bersibuk secara aktif. Pendidik hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan kreatif. Untuk itu yang penting adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif.


  1. Produk

Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan , kegiatan) kreatif. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pendidik menghargai produk kreatifitas peserta didik dan mengkomunikasikannya kepada yang lain, misalnya dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya peserta didik. Ini akan lebih menggugah minat peserta didik untuk berkreasi.


Tahapan Berpikir Kreatif

Menurut Veitzal Rivai dkk (2008: 767-769), ada empat tahap dalam proses berpikir kreatif, yaitu: tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Pada tahap persiapan dilakukan kajian awal untuk mendalami fokus masalah yang dihadapi, kemudian dicari berbagai informasi dari berbagai sumber sebagai bahan melakukan evaluasi atas rancangan analisis yang telah disiapkan. Apabila masih dipandang perlu, kemudian dicari informasi tambahan untuk melengkapi bahan analisis.

Baca Juga :  Sistem Percernaan Ruminansia

Pada tahap inkubasi, dilakukan relaksasi dan cooling down sambil mencari informasi pelengkap. Seringkali ide cemerlang akan muncul pada tahap ini, yaitu ketika merenungkan kembali hasil kajian yang terkonsentrasi penuh pada masalah yang dihadapi.

Tahap iluminasi merupakan tahap klimaks dari tahap inkubasi, yaitu dengan munculnya gagasan cerdas untuk mengatasi persoalan. Selanjutnya pada tahap verifikasi, gagasan-gagasan yang diperoleh melalui proses berpikir kreatif kemudian dianalisis dan diuji manfaat serta kebermaknaannya.


Tantangan dan Hambatan Dalam Berpikir Kreatif

Kreativitas merupakan kemampuan mental psikologis yang tidak tampak langsung secara kasat mata. Kreativitas seringkali terbelenggu oleh pola berpikir yang kaku dan terikat pada kaidah-kaidah baku atau alur sebab akibat secara konvensional. Disatu pihak, pola berpikir demikian dapat memudahkan penentuan keputusan akhir dan mengkomunikasikannya kepada pihak lain, namun di lain pihak malah akan mematikan timbulnya insiatif dan selanjutnya membatasi berkembangnya kreativitas, sehingga inovasi sulit diperoleh.

Ada banyak tantangan yang dihadapi dalam proses berpikir kreatif, di antaranya adalah:

  1. Ragu-ragu dan tidak ada keberanian dalam menyampaikan ide karena dihantui perasaan takut salah, hawatir idenya akan dilecehkan orang lain, dan takut dikucilkan dari lingkungan;
  2. Sangat terikat pada mekanisme berpikir yang sudah terpola secara baku, sehingga memandang tidak perlu direpotkan dengan mencari-cari sesuatu yang baru dan belum tentu akan menjadi lebih baik;
  3. Kondisi lingkungan yang bersifat status quo sehingga cenderung akan menolak perubahan;
  4. Proses berpikir yang lamban sehingga idenya keburu ditangkap pihak lain.

Lingkungan dan budaya tradisional seringkali menjadi penghambat utama bagi lahirnya kreativitas. Misalnya: kurangnya wawasan dan penguasaan pengetahuan yang terbatas, tradisi turun temurun yang mengajarkan bahwa seorang peserta didik harus selalu patuh akan menghambat kreativitas berpikir peserta didik, pimpinan yang bersifat otoriter tidak memberi kesempatan kepada peserta didik buahnya untuk berbeda pendapat, penolakan lingkungan atas ide kreatif yang dimunculkan akan mematikan semangat orang untuk menemukan terobosan baru, suasana hati yang sedang gundah atau panas akan ikut menutup lahirnya ide baru, demikian pula ancaman atau tekanan (pressure) dari pihak lain dapat membuyarkan gagasan-gagasan baru.


Pengembangan Kreativitas Dalam Pembelajaran

Peran pendidik sebagai brain power menjadi motor penggerak untuk melahirkan karya-karya kreatif peserta didik bangsa. Kini sudah saatnya pendidik menjadi pelopor dan pengembang kreativitas siswa melalui penyelenggaraan proses pembelajaran yang menumbuhkembangkan kemampuan kreatif.

Kreativitas tidak akan muncul secara instan, melainkan berproses dalam sebuah alur berpikir. Berpikir kreatif awalnya dirangsang oleh munculnya berbagai kepenasaran dan keingintahuan (curioucity), atau didorong oleh kebutuhan untuk memecahkan masalah yang rumit.

Bagaimanapun luasnya pengetahuan dan tingginya skill yang dimiliki pendidik, apabila tidak disertai kemampuan transformasi secara baik, maka akan sulit bagi siswa untuk memahami penjelasan pendidiknya. Sehubungan dengan hal itu, kemampuan pedagogik menjadi sangat penting bagi seorang pendidik.

Pengembangan kreativitas dalam proses pembelajaran dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Menyadari adanya masalah yang menarik perhatian dan penting untuk segera dicari pemecahannya, atau menghadapi kebutuhan yang urgent, atau memiliki sebuah imajinasi yang ingin diwujudkan untuk kemaslahatan umat;
  2. Mengidentifikasi akar masalah, fokus kebutuhan, serta target produk imajinasi;
  3. Mencari berbagai rujukan yang dapat memberi inspirasi bagi lahirnya ide-ide baru dalam upaya memecahkan masalah atau mewujudkan keinginan di atas;
  4. Merumuskan berbagai alternatif solusi atau produk yang belum pernah atau jarang dilakukan orang lain;
  5. Menilai setiap alternatif solusi melalui diskusi secara transparan agar dapat menemukan alternatif terbaik;
  6. Mengembangkan alternatif terpilih menjadi sebuah karya inovatif.

demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Contoh Kreativitas Siswa : Pengertian, Unsur, Ciri, Faktor, Teknik, Berfikir, Penerapan, Perbedaan, Strategi, Tahapan, Tantangan, Hambatan, Pengembangan, Penjelasan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.