Perbedaan Fakta dan Opini

Diposting pada

Pengertian Fakta

Pengertian fakta merupakan suatu kejadian maupun keadaan yang benar-benar terjadi dan bukan mitos serta pernah dilihat oleh mata kepala manusia itu sendiri atau telah dilakukan suatu pengujian dan pemastian di khalayak umumnya. Fakta sering disebut juga sebagai hasil dari pengamatan secara objektif yang dapat di verifikasi kebenarannya oleh siapapun itu. Informasi yang didengar dapat juga disebut dengan fakta apabila informasi tersebut merupakan suatu peristiwa yang berupa kenyataan dan benar-benar telah terjadi.

Perbedaan Fakta dan Opini :

Ciri-Ciri Fakta

  1. Berupa kenyataan.
  2. Sumbernya berasal dari kejadian atau peristiwa atau hal atau objek yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu fakta selalu bersifat faktual (sesuai dengan kenyataan atau apa adanya)
  3. Kebenarannya dapat dibuktikan sesuai dengan kejadian, peristiwa, hal atau objek yang diungkapkan atau dilaporkan
  4. Mengedepankan hasil temuan, sering kali menggunakan kutipan dari berbagai sumber sebagai penguat argumen,misalnya “berdasarkan tulisan Leonardo Da Vinci…”, “mengutip kata Shakespeare…”, “menurut hasil survey yang dilakukan oleh BSI…”, dll
  5. Kejadiannya sudah terjadi dan pasti dan biasanya disertai dengan waktu kejadian misalnya seperti “kebakaran yang terjadi di tanah abang senin kemarin telah memakan 8 orang korban jiwa
  6. Pengungkapannya dalam bentuk kalimat berita atau pernyataan, contoh: pada tahun 2007, internet telah dimanfaatkan orang indonesia untuk berbagai keperluan

Manfaat Fakta

  1. Bagi pendengar, fakta berguna untuk melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu kosep tertentu
  2. Bagi penyaji, dengan berbicara fakta maka penyaji dapat dipercaya oleh pendengar atau orang lain, karena fakta sudah pasti kebenarannya
Baca Juga :  Kasus Pengingkaran Kewajiban

Contoh Fakta

  1. Pendeklarasian di Gedung DPRD DIY, didukung 23 organisasi nonpemerintah.
  2. Setidaknya empat pembicara yang tampil, masing-masing Danil Sunandar (perwakilan radio warga), YS. Matyastiadi (perwakilan radio kampus), Martinus Ujianto (perwakilan lembaga swadaya masyarakat), dan Nur Achmad Affandi (Wakil Ketua DPRD DIY).
  3. Dengan kekuatan pemancar 10 watt, radio komunitas di Yogyakarta mampu memberi layanan informasi kepada komunitas tertentu, baik geografis maupun sesama kepentingan.

Pengertian Opini

Pengertian opini sendiri merupakan sebuah ide, pikiran, ataupun pendapat yang biasanya bersifat tidak akan objektif serta belum di sahkan dalam kebenarannya. Seperti suatu prediksi yang dimana belum terdapat orang yang dapat memastikan bahwa hal tersebut itu benar benar ada ataupun terjadi. Meskipun opini bukan merupakan sebuah fakta, namun apabila opini tersebut dapat dibuktikan kebenarannya maka opini tersebut akan berukan menjadi fakta.

Dapat dijelaskan bahwa fakta merupakan kejadian yang sudah maupun pernah terjadi dan sudah teruji kebenarannya. Sedangkan opini merupakan mitos atau kejadian yang tidak terjadi atau hanya berupa pendapat dari manusia saja.


Ciri-Ciri Opini

  1. Sumber didapat dari hasil pemahaman seseorang mengenai fakta atau apa saja dan kemudian diungkapkan dalam pernyataan. Oleh karena itu opini bisa benar bisa juga salah
  2. Kebenaran opini bergantung pada dua hal, yakni kebenaran faktanya dan kebenaran pemahamannya. Oleh karena itu, kebenaran opini bersifat relatif, yakni tergantung kebenaran fakta, pemahaman, dan cara pengungkapannya
  3. Belum pasti kejadiannya dan biasanya diawali dengan kata-kata seperti “menurut saya”,”sepertinya”,”saya rasa”
  4. Penggunaan kata-kata “menurut saya”, “menurut hemat saya”, “berdasarkan sepengetahuan saya”, dan lain sebagainya, karena kalimat opini adalah bentuk pendapat pribadi
  5. Informasi yang belum dibuktikan kebenarannya.
  6. Penggunaan dalam kalimat berita atau pernyataan. Contoh: penggunaan internet oleh orang indonesia cenderung digunakan dalam hal-hal negatif (pernyataan ini bisa benar bisa salah, bergantung pada kenyataan yang ada)
Baca Juga :  Tenaga Eksogen

Manfaat Opini

  1. Bagi pendengar, opini membantu memahami sesuatu yang diuraikandalam berita atau laporan
  2. Bagi penyaji, apabila opini yang diutarakan terbukti kebenarannya, maka oleh masyarakat penyaji akan dipercaya opininya

Contoh Opini

  1. Nur Ahmad Affandi berkomentar, dengan berdirinya JRKY diharapkan upaya penyadaran terhadap aparat pemerintah semakin gencar.
  2. Padahal, kata Adam, radio komunitas telah berkembang sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam mengelola informasi.
  3. Pemerintah menolak pencantuman lembaga penyiaran komunitas, dengan alasan radio komunitas tergolong gelap sehingga harus di-sweeping.

Perbedaan Fakta dan Opini


  • Fakta

  • Dapat dibuktikan kebenarannya
  • Memiliki data data yang akurat
  • mempunyai sumber yang dapat dipercaya
  • Fakta bersifat sanat objektif
  • Fakta merupakan sesuatu yang pernah terjadi
  • Memiliki data pendukung yang membuktikan dalam kebenarannya
  • Fakta adalah suatu kepastian
  • Fakta di akui pada semua orang

  • Opini

  • tidak dapat dibedakan dalam kebenarannya
  • mempunyai data yang kurang akurat
  • Memiliki sumber yang kurang dapat dipercaya pada seseorang
  • Opini cenderung subjektif
  • Opini cenderung sesuatu yang belum terjadi
  • Tidak ada data pendukung
  • Opini adalah suatu ketidakpastian
  • Opini tidak di akui oleh semua orang

Cara Mudah dalam Membedakan Fakta dan Opini

Seperti yang telah kita semua ketahui pada ciri-cirinya diatas, fakta memiliki data yang teruji keakuratannya dan bersifat objektif maka itu dapat dikategorikan sebagai fakta, dengan menggunakan imajinasi Anda apakah kalimat tersebut merupakan hal hal yang benar telah terjadi ataupun cuma pendapat orang lain saja.

Dalam kalimat opini ini biasanya terdapat kata-kata seperti bisa jadi, seharusnya, saya rasa, atau yang lain sebagainya, karena kata-kata tersebut belum menunjukkan bahwa kalimatnya masih dalam perencanaan maupun pendapat dan belum terbukti dalam kebenarannya. Berikut ciri-ciri kalimat opini.

  • Bersifat subyektif serta dilengkapi dengan uraian tentang pendapat, saran, maupun suatu prediksi.
  • Tidak dapat dibuktikan dalam kebenaranya.
  • Atas pemikiran sendiri dan tidak ada narasumber.
  • Tidak mempunyai data serta bukti yang teruji keakuratannya.
  • Menunjukkan peristiwa yang belum atau mungkin akan tejadi pada masa yang akan mendatang dan berupa sebuah rencana.
  • Pendapat atau argumen seseorang saja.
Baca Juga :  Asal Usul Bengkulu

Contoh Kalimat Fakta dan Opini


  • Contoh kalimat fakta :

  • Harimau merupakan hewan yang berkaki empat dan ganas.
  • Indonesia merupakan negara kepulauan.
  • Gula dapat membuat minuman menjadi sangat manis.
  • penaitu harganya dua ribu rupiah.
  • udara segar sangat dibutuhkan oleh manusia.

  • Contoh Kalimat Opini

  • Besok saya ingin pergi ke luar kota.
  • Rumah itu kecil sekali.
  • Indonesia merupakan negara yang sangat indah.
  • motor itu sangat cepat.
  • kopi buatan ayah sangat enak sekali.

Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Perbedaan Fakta dan Opini : Pengertian, Ciri, Manfaat, Contoh, Cara Mudah Membedakannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.