Garis Khatulistiwa

Diposting pada
Garis Khatulistiwa

Pengertian Khatulistiwa

Garis khatulistiwa berasal dari 2 kata yakni garis dan khatulistiwa. Garis dalam matematika adalah bentuk geometri yang dilukiskan dengan titik yang bergerak. Tapi dalam istilah pada umumnya khatulistiwa sudah bisa mewakili arti dari kedua kata walaupun tanpa ada kata garis didepannya. Dalam Bahasa Inggris garis khatulistiwa biasa disebut dengan equator. BIla diartikan jadi pengertian garis khatulistiwa ini merupakan siati garis imajinasi yang digambar ditengah-tengah planet diantara 2 kutub dan paralel pada poros rotasi planet.


Ciri-ciri Garis Khatulistiwa

Disekitar garis khatulistiwa ada beraneka ragam makhluk. Berhubungan dengan keaneka ragaman hayati, di sekitar garis khatulistiwa ada banyak keanekaragamannya. Semakin dekat sebuah daerah dengan garis khatulistiwa maka daerah itu semakin tinggi mempunyai keanekaragaman hayati. Tapi sebaliknya semakin jauh dari khatulistiwa semakin rendah keanekaragaman hayatinya. Indonesia adalah salah satu yang ada disekitaran khatulistiwa. Hal tersebut bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat bagaimana persebaran makhluk hidup yang ada didaerah tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa iklim juga mempunyai pengaruh pada persebaran keanekaragaman hayati yang ada disebuah daerah.

Suhu serta kelembaban disekitaran khatulistiwa pun mempengaruhi kondisi maakhluk yang tingggal disebuah daeraah. Suhu lingkungan ditentukan oleh banyaknya sinar matahari yang diserap oleh komponen yang menyusun sebuah ekosistem. Biasanya makhluk hidup hanya bisa bertahan hidup pada kissaran suhu 0 derajat celcius sampai 40 derajat celcius. Suhu yang paling ideal untuk kelangsungan hiddup makhluk adalah sekitar 27 derajat celcius. Suhu itu masuk ke dalam suhu hangat. Di daerah garis khatulistiwa suhu hangat terjadi sepanjang tahun. Hal tersebut menyebabkan tingginya keanekaragaman hayati di daerah itu. Kondisi tersebut adalah kondisi paling baik untuk makhluk hidup bisa bertahan.

Di daerah khatulistiwa ada hutan yang disebut dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis tersebut adalah tempat yang paling kaya akan keanekaragaman hayati. Lebih dari 2.500 spesies tanaman tumbuh di hutan hujan tersebut.


Fungsi Garis Khatulistiwa

  • Menjadi acuan yang dipakai untuk menentukan perbedaan zona iklim di bumi.
  • Menjadi pembagi antara 2 belahan bumi yakni belahan bumi selatan dan belahan bumi utara.
  • Garis khatulistiwa digunakan sebagai patokan guna menentukan lokasi sebuah negara .

Iklim Garis Khatulistiwa

Berdasarkan aspek goegrafi dan kondisi fisiknya, iklim di sekiitar garis Khatulistiwa mempunyai perbedaan bila dibandingkan dengan belahan bumi utara dan selatan. Daerah disekitaran garis khatulistiwa mempunyai iklim tropis (panas). Keadaan cuaca yang rata-rata panas mengakibatkan Negara-negara didaerah itu beriklim tropis. Iklim tersebut mengakibatkan terjadinya hujan yang disebut dengan hujan tropis. Selama 2 bulan daerah ini mempunyai temperatur rata-rata di atas 18. Suhu tropis tersebut akan relatif tetap sepanjang tahun, dengan variasi musiman yang didominasi oleh presipitasi. Iklim tropis dsekitaran garis khatulistiwa terletak antara 0 – 231 derajat / 2 derajat LU / LS  serta hampir 40% dari permukaan bumi.

Baca Juga :  Pengertian Diensefalon

Ciri-ciri Iklim di Sekitar Garis Khatulistiwa:

  • Mempunyai suhu rata-rata yang tinggi. Hal tersebut terjadi karena matahari vertikal.Biasanya suhu udara pada daerah yang mempunyai iklim tropis ialah 20 – 23 derajat celcius. Tapi di beberapa tempat mempunyai suhu rata-rata 30 derajat celcius.
  • Mempunyai amplitudo suhu rata-rata tahunan yang kecil. Di garis khatulistiwa amplitudo suhu rata-rata tahunannya sekitar 1 – 5 derajat celcius, sementara ammplitudo suhu hariannya lebih besar.
  • Mempunyai tekanan udara yang rendah yang berubah secaaraa perlahan dan beraturan.
  • Mempunyai frekuensi hujan yang besar dibandingkan dearah-daerah lainnya (belahaan bumi utara serta belahaan bumi selatan).
  • Di daerah sekitar khatulistiwa lamanya waktu siang serta malam relative sama sepanjang tahun.

Pengertian Lintang

Garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani φ. Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan.

Dalam bahasa Indonesia lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS). Nama-nama ini tidak dijumpai dalam bahasa Inggris. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0 derajat.

Setiap derajat lintang dibagi menjadi 60 menit (satu menit lintang mendekati satu mil laut atau 1852 meter, yang kemudian dibagi lagi menjadi 60 detik. Untuk keakurasian tinggi detik digunakan dengan pecahan desimal. Lintang yang cukup penting adalah Garis Balik Utara (23°27′ LU), Garis Balik Selatan (23°27′ LS), Lingkaran Arktik (66°33′ LU), dan Lingkaran Antarktik (66°33′ LS).

Letak astronomis adalah letak suatu wilayah dipandang dari kedudukan garis lintang dan garis bujur. Letak wilayah Indonesia dari segi astronomis adalah di antara 6ºLU- 11ºLS dan antara 95º BT- 141ºBT. Berdasarkan letak tersebut, Indonesia memiliki iklim tropis. Dengan posisi wilayah Indonesia berada di antara garis lintang dan garis bujur, maka wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa.


Pengaruh Suhu Udara Khatulistiwa

Garis khatulistiwa adalah garis khayal keliling bumi, terletak melintang pada nol derajat yang membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan. Beberapa tempat atau wilayah Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa antara lain Bonjol (Sumatra Barat), Pontianak (Kalimantan Barat), Tambu (Sulawesi Tengah), dan Halmahera (Maluku).

Letak astronomis wilayah Indonesia sangat berpengaruh terhadap keadaan iklim yang sangat menguntungkan, seperti cukup mendapat air hujan, cukup memperoleh cahaya matahari sepanjang tahun, dan angin yang bertiup rata-rata berkecepatan sedang. Suhu udara pun tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Suhu udara rata-rata di Indonesia sebesar 26ºC menyebabkan beberapa hal berikut ini:

  1. Terjadinya hujan zenithal, yaitu hujan yang disebabkan oleh naiknya udara yang mengandung uap air ke angkasa secara tegak. Selanjutnya, mengalami kondensasi karena pendinginan temperatur akhirnya turun menjadi hujan. Naiknya udara tersebut karena adanya pemanasan di atas permukaan bumi sehingga udara membumbung ke atas.
  2. Batu-batuan lebih cepat melapuk.
  3. Adanya berbagai macam tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tropis.
  4. Adanya sikap tertentu dari penduduk untuk menghadapi suhu udara tropis seperti tecermin pada perumahan, pakaian, dan mata pencaharian.
Baca Juga :  Asal Usul Kota Palembang

Pengaruh Letak Lintang Terhadap Beberapa Komponen Meteorology


  • Insolasi dan Suhu Udara menurut lintang

Lintang merupakan salah satu pengendali iklim terutama pada daerah lintang tinggi (misalnya daerah subtropika atau lintang tengah). Perbedaan lintang akan menyebabkan perbedaan insolasi dan radiasi neto harian atau tahunan. Pada tanggal 21 Juni Insolasi harian maksimum terjadi pada lintang kira-kira 30 utara. Sebaliknya 22 Desember terjadi pada lintang 30 derajat selatan. Seangkan pada tanggal 21 Maret atau 23 September insolasi harian maksimum terjadi di equator. Pencapaian insolasi harian maksimum disebabkan adanya posisi surya berada di atas masing-masing lintang pada tanggal atau hari yang bersangkutan.


  • Dampak dari Tekanan

Pergerakan semu matahari menyebabakan perbedaan intensitas isolasi untuk berbagai letak lintang, yang berakibat pada perbedaan tekanan udaranya. Sebab suhu mempunyai hubungan timbal balik dengan tekana udara, yaitu jika suhu tinggi tekananya rendah, hal ini karena udara bersuhu tinggi akan naik dan berkembang. Perbedaan tekanan udara pada berbagai letak lintang dapat dikelompokkan, yaitu pada daerah lintang yang bertekanan rendah disebut sebagai pusat tekana rendah dan daerah lintang yang bertekanan tinggi disebut pusat tekanan tinggi.

Kondisi yang demikian menyebabakan dinamika udara, dimana udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Udara yang bergerak ini mempunyai arah pergerakan dipengaruhi oleh gaya coriolis, arah inilah yang selanjutnya mempengaruhi permusiman atau iklim wilayah. Pusat tekanan rendah dan tekanan tinggi serta arah angin adalah semi permanent yeng berubah secara periodic sebagaimana pergerakan semu matahari.


  • Dampak Pada Angin

Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi.


Hubungan Bumi Dan Matahari

Hampir seluruh energi yang mengendalikan variabel cuaca dan iklim Bumi berasal dari Matahari. Lebih dari 99.9% energi yang memanasi permukaan Bumi berasal dari Matahari. Matahari merupakan satu dari sekitar 200 milyar bintang dalam Galaxy Milky Way. Dibandingkan dengan bintang-bintang yang lain, matahari dianggap rata2. Akan tetapi pada skala sistem matahari, dia benar-benar besar sekali.

Matahari mempunyai diameter sama dengan 109 diameter Bumi dan volume 1.2 juta kali lebih besar daripada Bumi. Energi matahari tidak terdistribusikan serba sama pada permukaan Bumi. Jumlah energi yang diterima bervariasi dengan lintang, waktu dari hari, dan musim dari tahun. Pemanasan yang tidak sama dari bumi pada akhirnya menyebabkan angin dan mengendalikan sirkulasi permukaan dari lautan.


  • Variasi Lamanya Siang dan Malam

Variasi dalam lamanya siang hari bertanggung jawab bagi perbedaan suhu musiman. Hari -hari pada summer yang panjang menempatkan kita untuk mendapatkan radiasi matahari yang lebih banyak dibandingkan pada hari-hari winter yang pendek.

Baca Juga :  Fungsi Pers

  • Perubahan Musiman dalam Sudut Datang Matahari

Disamping variasi dalam panjang siang hari, perubahan musiman dalam sudut Matahari di tengah hari di atas horizon adalah penyebab penting dari perubahan suhu musiman. Di summer, Matahari di tengah hari adalah tertinggi di atas horizon. Ketika summer berganti ke winter, Matahari tengah hari didapati lebih rendah di langit. Perubahan sudut Matahari menyebabkan variasi jumlah energi mencapai permukaan Bumi. Makin dekat sudut Matahari ke 90 derajat, makin kuat cahaya matahari. Ketika sudut didapati lebih rendah, cahaya matahari menjadi lebih tersebar dan kurang kuat.

pengaruh siang dan malam


Pengaruh Lintang Terhadap Iklim

Di dunia terdapat beberapa iklim. Salah satu cara untuk mengetahuinya yaitu dengan cara melihat posisi lintang astronominya. Posisi lintang tersebut, dapat menjadikan iklim di dunia di bagi menjadi 4 iklim, yakni:


  1. Daerah Iklim Tropis

Salah satu pembagian iklim dunia yaitu dunia memiliki iklim tropis. Daerah tersebut terletak di antara garis lintang 23,50 LU ( Lintang Utara)-23,5oLS (LIntang Selatan). Salah satunya adalah Negara Indonesia terletak antara 6LU/LS dan 95-141BT. Di Indonesia jenis musim tropis sperti ini tidak lepas dari kondisi wilayah Indonesia sendiri. Hal tersebut menyebabkan di daerah di kawasan Indonesia terpengaruh oleh angina musim. Angin musim ini menyebabkan Indonesia mengalami 2 musim. Angin musim ini menyebabkan Indonesia menhalami 2 musim, yaitu musim kemarau dan musin hujan. Kondisi suhu Indonesia relative panas karena letak nya berada disekitar garis ekuator atau berada di garis khatulistiwa.


  1. Daerah Subtropis

Pembagian iklim di dunia selanjutnya adalah bagian dunia yang memiliki iklim subtropis. Daerah yang memiliki subtropics ini letaknya di atas lintang 23,5LU-23,5LS. Negara yang mengalami musim ini adalah Negara Amerika Serikat. Di Negara yang beriklim subtropics ini, terdapat 4 musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Kempat musim ini memiliki karakteristik yang berbeda, mulai suhu, kelmbaban dan kondisi lingkungan yang lain termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan penduduknya.


  1. Iklim Sedang

Pembagian iklim dunia selanjutnya yaitu musim sedang. Bagian dunia beriklim sedang adalah daerah yang berada di atas lintang 35LU/LS-66,5LU/LS. Salah satu daerah yang beriklim sobat yaitu di daerah Vietnam Utara. Didaerah yang beriklim sedang, hanya terdapat 2 musim, yaitu musim hujan dan musim panas. Musim hujan biasanya jatuh pada bulan Nopember-April dan sisa nya adalah musim panas.


  1. Daerah Iklim Kutub

Pembagian iklim dunia yang terakhir letaknya di ujung ke dua belahan bumi. Tepatnya, di atas lintang 66,5LU/LS sampai 90LU/LS. Daerah beriklim kutub salah satnya adalah Greenland. Daerah ini hanya merasakn musim panas yang sejuk dalam waktu sangat singkat karena sisanya adalah musim dingin. Hal tersebut menyebabkan kondisi tanah di daerah itu selalu tertutupi es.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id tentang Garis Khatulistiwa : Pengertian, Ciri, Fungsi, Iklim, Lintang, Pengaruh Suhu Udara, Letak Komponen, Hubungan Bumi dan Matahari, semoga bermanfaat