Gaya Bahasa

Diposting pada

Pengertian Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Pendek kata, penggunaan gaya bahasa tertentu dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu (Dale [et al] dalam Tarigan, 1986: 5). Gaya bahasa juga berarti cara mempergunakan bahasa secara imajiantif, bukan dalam pengertian yang benar-benar secara kalamiah (Warriner [et al] dalam Tarigan, 1986: 5).

gaya bahasa

Gorys Keraf mengatakan, “gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur berikut: kejujuran, sopan-santun, dan menarik” (Keraf, 1985:113).


Contoh Gaya Bahasa

Berikut disajikan contohnya.

  • Dengan pola materi

Ayah membeli lima ekor kambing.

Ekor menunjukkan bagian dari materi (badan) kambing. Yang dibeli tentu bukan ekornya saja, melainkan seluruh tubuh kambing tersebut.

  • Dengan pola arti

Anak Anda kurang pandai dalam ilmu pasti.

Kata kurang menunjukkan sifat atau keadaan kepandaian anak itu. Gaya bahasa ini memperlemah arti tidak pandai (=bodoh) menjadi kurang pandai. Kata tidak menunjukkan hal yang positif (tegas), sedangkan kata kurang menunjukkan kerelatifan.

Baca Juga :  Coelenterata

Klasifikasi Gaya Bahasa

Henry Guntur Tarigan mengklasifikasikan gaya bahasa menjadi empat, yaitu gaya bahasa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan pertautan (Tarigan, 1986: ix-xi).

J.S. Badudu ( 1983b:70) membedakan gaya bahasa atas gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa sindiran, gaya bahasa penegasan, dan gaya bahasa pertentangan.


Macam Jenis Gaya Bahasa

Masing-masing jenis gaya bahasa dikelompokkan sebagai berikut.

  • Gaya Bahasa Menurut Henry Guntur Tarigan

Gaya Bahasa Perban-dingan

  1. perumpamaan
  2. metafora
  3. personifikasi
  4. depersonifikasi
  5. alegori
  6. antithesis
  7. pleonasme dan tautology
  8. periphrasis
  9. antisipasi dan prolepsis
  10.  koreksio dan epanortesis

Gaya Bahasa Perten-tangan

  1. hiperbola
  2. litotes
  3. ironi
  4. oksimoron
  5. paronomasia
  6. paralipsis
  7. zeugma dan silepsis
  8. satire
  9. innuendo
  10. antifrasis
  11.  paradox
  12. klimaks
  13.  antiklikaks
  14. apostrof
  15. anastrof atau inversi
  16. apofasis atau preterisio
  17. histeron proteron
  18. hipalase
  19. sinisme
  20. sarkasme

Gaya Bahasa Pertautan

  1. metonimia
  2. sinekdoke
  3.  alusi
  4. eufemisme
  5.  eponym
  6. epitet
  7. antonomasia
  8. erotesis
  9. paralelisme
  10. ellipsis
  11. gradasi
  12.  asyndeton
  13. polisindeton

Gaya Bahasa Perulangan

  1. aliterasi
  2. asonansi
  3. antanaklasis
  4. kiasmus
  5. epizeukis
  6. tautotes
  7. anaphora
  8. epistrofa
  9. simploke
  10. mesodiplosis
  11. epanalepsis
  12. anadiplosis

  • Gaya Bahasa Menurut J. S. Badudu

Gaya Bahasa Perban- dingan

  1. metafora
  2. personifikasi
  3. asosiasi
  4. alegori
  5. parabel
  6. simbolik
  7.  tropen
  8. metonimia
  9. litotes
  10. sinekdoke
  11. eufemisme
  12. hiperbolisme
  13. alusio
  14. perifrasis
  15. antonomasia

Gaya Bahasa Sindiran

  1.  ironi
  2. sinisme
  3. csarkasme

Gaya Bahasa Penegasan

  1. pleonasme
  2. repetisi
  3. paralelisme
  4. tautology
  5.  klimaks
  6. antiklimaks
  7. inverse
  8. elipsi
  9. retoris
  10. koreksio
  11. asyndeton
  12. polisindeton
  13. interupsi
  14. eksklamasio
  15. enumerasio
  16. praterito

Gaya Bahasa Perten-tangan

  1. a) paradox
  2. b) antithesis
  3. c) kontradiksio interminis
  4. d) anakronism

Gaya Bahasa Dalam Cerpen

Terdapat berbagai macam gaya bahasa yang dipakai dalam kumpulan cerpen Rina Ratih diantaranya adalah:


Perempuan Bercahaya

  • Kurengkuh dayung bersama laki-laki yang kucintai sampai kulahirkan empat orang anak   lucu dan sehat (Majas hiperbola)
  • Alun gelombang di malam hari di bawah cahay bulan adalah gambaran rumah tanggaku.(majas hiperbola)
  • Kerinduan yang tiada berujung (Majas hiperbola)
  • Mengapa begitu jauh mimpi itu melambung (Majas hiperbola)
  • Langit terasa berputar, orang-orang juga terlihat berputar,lalu pelan-pelan berubah gelap.(majas perumpamaan)
Baca Juga :  Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Perempuan kedua

  • Bercinta dengannya bagai meniti pelangi (majas hiperbola)
  • Hati melolong kesepian di kegelapan malam sampai matahari menyeruak di ufuk timur. (majas hiperbola).
  • Dada bergejolak.(majas hiperbola)
  • Mendidihkan darah dan memompanya ditubuh(majas hiperbola).

Perempuan Pengambil Hati

  • Tiba-tiba darahku bergolak panas, jantungku berdebar cepat, tanganku bergetar memegang foto itu (majas hiperbola).
  • Makanan yang ada dalam mulut kutekan kuat-kuat menahan perasaan yang bercampur  baur (majas hiperbola).

Perempuan Pemuja Ketampanan

  • Kutangkap basah , ia menatap dan menelusuri wajahnya.(majas hiperbola).

Gaya Bahasa Sindiran


Majas Ironi

  1. Wah, kamu benar-benar orang yang bersih dan rapi, kamarmu lebih mirip seperti kapal pecah.
  2. Tutur bahasanya sangat sopan, seperti orang yang tidak pernah mengecap dunia pendidikan.
  3. Kau benar-benar siswa teladan. Tak ada satupun tugas sekolah yang kau kerjakan.

Majas Sinisme

  1. Sudahlah, jangan kau teruskan gengsimu itu. Nanti kau sendiri yang susah karena kehabisan uang.
  2. Jika aku jadi dirimu, aku sudah lama meninggalkannya. Ucapan dan perlakuan kasarnya benar-benar tidak bisa dimaafkan.
  3. Jangan terlalu keras kepala, sekali-kali ikutilah nasehat orang yang lebih tua darimu.

Majas Sarkasme

  1. Dasar pemalas! Pantas saja setiap hari ibumu marah-marah, tak ada satupun pekerjaan rumah yang kau kerjakan. Yang kau tau hanyalah bermain dan menonton televisi.
  2. Dasar bodoh! Harus berapa kali menjelaskan cara pengerjaan yang sangat mudah ini kepadamu.
  3. Dasar sok tau! Gara-gara kecerobohan dan sifat sok taumu itu, hampir saja kita semua tersesat di dalam hutan rimba ini.

Majas Satire

  1. Telingamu sudah tak berfungsi dengan benar lagi ya, puluhan kali kami memanggilmu sejak dari gerbang sekolah tadi.
  2. Kau tak punya hati nurani sebagai anak, ya. Bisa-bisanya kau menghina orang tuamu di depan teman-temanmu.
  3. Apa dia tak tau terima kasih? Sudah kubantu tapi dia malah memfitnahku di depan orang lain.
Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi

Majas Innuendo

  1. Sudahlah, jangan terlalu berlebihan! Itu hanya seekor cacing besar, kau tak perlu mati ketakutan seperti itu.
  2. Berhentilah menangis hingga kamarmu ini serasa akan banjir. Dia hanyalah seorang laki-laki yang tidak baik, di luar sana masih banyak laki-laki baik yang sedang menantimu.
  3. Jangan terlalu malas jadi anak gadis. Lihatlah kamarmu, bahkan kamar anak laki-laki jauh lebih rapi daripada kamarmu ini.

Gaya Bahasa Penegasan

Gaya bahasa penegasan, terdiri dari:

    • Repetisi, adalah gaya bahasa yang menegaskan sesuatu dengan mengatakannya secara berulang-ulang
    • Anafora, pengulangan kata pada awal kalimat
    • Epifora, pengulangan kata pada akhir kalimat

Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Gaya Bahasa : Pengertian, Contoh, Klasifikasi, Macam, Jenis, Dalam Cerpen, Sindiran, Penegasan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.