Cerita Legenda Gunung Merapi

Diposting pada

Sejarah Gunung Merapi

Plt Pengawasan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika, mengatakan letusan yang terjadi di Gunung Merapi tidak menentu. Artinya dari satu letusan ke letusan lain waktunya tidak terjadi dalam kurun waktu tertentu.

Dalam setiap letusan, besarannya pun bervarias. Untuk letusan terbesar, tercatat ada dua kejadian yaitu pada 1872 dan 2010. Pada 1872, letusan mengeluarkan luncuran awan panas yang mencapai 20 kilometer. Sedangkan pada 2010, luncuran awan panas mencapai 15 kilometer.

Dikutip dari literatur PVMBG, sejarah letusan Gunung merapi secara tertulis mulai tercatat sejak awal masa kolonial Belanda. Letusan sebelumnya tidak tercatat secara jelas. Sedangkan letusan-letusan besar yang terjadi pada masa sebelum periode Merapi baru hanya didasarkan pada penentuan waktu relatif.

Secara umum, letusan Gunung Merapi tercatat sebagai berikut:

  1. Pada periode 250 sampai 3000 tahun ke belakang tercatat lebih kurang 33 kali letusan, tujuh di antaranya merupakan letusan besar. Dari data tersebut menunjukkan bahwa letusan besar terjadi sekali dalam 150-500 tahun.
  2. Pada periode Merapi baru, terjadi beberapa kali letusan besar pada 1768, 1822, 1849, dan 1872 dan letusan berikutnya pada 1930-1931. Erupsi 1872 lebih besar dibanding letusan di 1931, di mana awan panas mencapai 20 kilometer dari puncak.
  3. Setelah 1931, letusan kembali terjadi pada 1961 dan 2010. Saat 2010 letusannya cukup dahsyat. Luncuran awan panas mencapai 15 kilometer, sedangkan pada 1961 tidak ada catatan yang jelas.
  4. Setelah 2010, sempat terjadi beberapa kali letusan tapi dengan intensitas kecil, termasuk pada 2014 ini.

Misteri Gunung Merapi

Misteri gunung berapi di Pulau Jawa sangat dipercaya oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi, gunung tersebut mengandung kekuatan tersendiri. Menurut mereka, beragam jenis makhluk halus tinggal di sekitar Gunung Merapi tersebut.

Pada masa kerajaan Mataram, Gunung Merapi dipercaya pernah membantu perang antara kerajaan Mataram dan Pajang. Konon kabarnya, kerajaan Mataram berhasil memperoleh kemenangan karena bantuan dari penguasa Gunung Merapi. Pada saat perang tersebut, Gunung Merapi meletus sehingga seluruh pasukan Pajang tewas seketika dan tak bersisa.

Namun ,akibat dari letusan itu bangunan-bangunan kerajaan Mataram juga ikut menjadi korban,seperti contoh penemuan-penemuan candi disekitaran Yogyakarta yang banyak terkubur oleh material vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Selain itu menurut sejarah perkembangan merapi, Gunung Merapi juga pernah membelah dan menenggelamkan pulau jawa,sehingga menimbukan banyak korban. Hal ini juga diperkuat oleh adanya penemuan-penemuan batu karang yang biasaya ada dilaut terdapat disekitaran Gunung Merapi.

Baca Juga :  Tenaga Kerja Adalah

Setelah letusan terbesar merapi yang konon pernah menenggelamkan pulau jawa dan menjadikan kerajaan Mataram berpindah. Kini Gunung Merapi mulai dihuni oleh masyarakat lagi disekitaran kaki Gunung. Namun, letusan merapi pada thun 2010 lalu juga mengakibatkan rumah-rumah disekitaran gung merapi ikut terkubur oleh material vulkanik.

Pada letusan tahun 2010 itu masyarakat disekitaran Yogyakarta menghubungkan Gunung Merapi kehal-hal mistis pula. Ada beberapa versi cerita yang membahas tentang letusan Merapi dan menyangkut pautkan ke hal mistis. Ada yang mengatakan bahwa sedang terjadi perang gaib antara penguasa merapi dan laut selatan. Dan para korban-korban meninggal karena letusan gunung merapi konon dijadikan prajurit untuk melawan pasukan dari pantai selatan.

Ada juga orang yang mengatakan Gunung Merapi sedang mempunyai hajat dengan penguasa pantai selatan, sehingga lahar ataupun debu vulkanik dianggap kiriman (dalam bahasa Jawa disebut “bancakan”) dan berusaha mencapai pantai selatan.

Selain itumasyarakat mengganggap bahwa kisah Merapi dan juga Pantai Selatan masih erat kaitanya dengan Kraton Yogyakarta yang juga masih berbau mistis.


Cerita Legenda Gunung Merapi

Alkisah, Pulau Jawa merupakan 1 dari 5 pulau terbesar di Indonesia. Konon, pulau tersebut pada masa lampau letaknya tidak rata atau miring. Oleh karena itu, para dewa di Kahyangan bermaksud untuk membuat pulau itu tidak miring. Dalam sebuah pertemuan, mereka lalu memutuskan untuk mendirikan sebuah gunung yang besar dan tinggi di tengah-tengah Pulau Jawa sebagai penyeimbang. Maka disetujuilah untuk memindahkan Gunung Jamurdipa yang berada di Laut Selatan ke sebuah daerah tanah datar yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten Provinsi Jawa Tengah.

Cerita Legenda Gunung Merapi

Sementara itu, di daerah di mana Gunung Jamurdipa akan ditempatkan ada 2 orang empu yang sedang membuat keris sakti. Mereka adalah Empu Rama dan Empu Pamadi yang mempunyai kesaktian yang tinggi. Oleh karena itu, para dewa terlebih dahulu akan menasehati kedua empu itu supaya segera pindah ke tempat lain sehingga tidak tertindih oleh gunung yang akan ditempatkan di daerah tersebut. Raja para dewa, Batara Guru pun langsung mengutus Batara Narada dan Dewa Penyarikan dan sejumlah pengawal dari istana Kahyangan untuk membujuk kedua empu itu.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Inflasi

Sesampainya di tempat itu, utusan para dewa langsung menghampiri kedua empu itu yang sedang sibuk menempa sebatang besi yang dicampur dengan bermacam-macam logam. Betapa terkejutnya Batara Narada dan Dewa Penyarikan ketika menyaksikan cara Empu Rama dan Empu Pamadi membuat keris. Kedua Empu itu menempa batangan besi membara tanpa memakai palu dan landasan logam, tetapi dengan tangan dan paha mereka. Kepalan tangan mereka seperti palu baja yang sangat keras. Setiap kali kepalan tangan mereka pukulkan pada batangan besi membara tersebut terlihat percikan cahaya yang memancar.

Maaf, Empu! Kami utusan para dewa hendak berbicara dengan Empu berdua, kata Dewa Penyarikan.

Kedua empu itu langsung menghentikan pekerjaannya lalu mempersilakan kedua utusan para dewa itu untuk duduk.

Ada apa gerangan, Pukulun? Ada yang bisa hamba bantu? kata Empu Rama.

Kedatangan kami kemari untuk menyampaikan permintaan para dewa pada Empu, kata Batara Narada.

Apakah permintaan itu? kata Empu Pamadi penasaran, Semoga permintaan itu bisa kami penuhi.

Batara Narada pun menjelaskan permintaan para dewa pada kedua empu itu. Sesudah mendengar penjelasan itu, keduanya hanya terdiam. Mereka merasa permintaan para dewa tersebut sangatlah berat.

Maafkan hamba, Pukulun! Hamba bukan bermaksud untuk menolak permintaan para dewa. Tapi, perlu Pukulun tahu bahwa membuat keris sakti tidak boleh dilakukan sembarangan, termasuk berpindah-pindah tempat, jawab Empu Rama.

Tapi Empu, keadaan ini sudah amat mendesak. Kalau Empu berdua tidak segera pindah dari sini Pulau Jawa ini semakin lama akan bertambah miring, jawab Dewa Penyarikan.

Benar kata Dewa Penyarikan, Empu Kami pun bersedia mencarikan tempat yang lebih baik untuk Empu berdua, kata Empu Narada.

Walaupun sudah dijanjikan tempat yang lebih baik, kedua empu itu tetap tidak mau pindah dari tempat tersebut.

Maaf, Pukulun! Kami belum bisa memenuhi permintaan itu. Kalau kami berpindah tempat, sedangkan pekerjaan ini belum selesai, maka keris yang sedang kami buat ini tak sebagus yang diharapkan. Lagi pula, masih banyak tanah datar yang lebih bagus untuk menempatkan Gunung Jamurdipa tersebut, kata Empu Pamadi.

Melihat keteguhan hati kedua empu itu, Empu Narada dan Dewa Penyaringan mulai kehilangan kesabaran. Oleh karena mengemban amanat Batara Guru, mereka terpaksa mengancam kedua empu itu supaya segera pindah dari tempat itu.

Wahai, Empu Rama dan Empu Pamadi! Jangan memaksa kami untuk mengusir kalian dari tempat ini, kata Batara Narada.

Baca Juga :  Apa Yang Dimaksud Dengan Edmodo

Kedua empu itu tidak takut dengan acaman itu karena mereka merasa juga sedang mengemban tugas yang mesti diselesaikan. Oleh karena itu kedua belah pihak tetap teguh pada pendirian masing-masing, akhirnya terjadilah perselisihan di antara mereka. Kedua empu itu tetap tidak gentar walaupun yang mereka hadapi iaah utusan para dewa. Dengan kesaktian yang dimiliki, mereka siap bertarung demi mempertahankan tempat tersebut. Tak disangka pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Walaupun dikeroyok oleh dua dewa dan balatentaranya, kedua empu itu berhasil memenangkan pertarungan itu.

Batara Narada dan Dewa Penyarikan yang kalah dalam pertarungan itu langsung terbang ke Kahyangan untuk melapor kepada Batara Guru.

Ampun, Batara Guru! Kami gagal membujuk kedua empu tersebut. Mereka sangat sakti mandraguna, kata Batara Narada.

Mendengar laporan tersebut Batara Guru menjadi murka.

Dasar memang keras kepala ke02 empu itu. Mereka mesti diberi pelajaran, kata Batara Guru.

Dewa Bayu, bergegaslah kamu tiup Gunung Jamurdipa itu! kata Batara Guru.

Dengan kesaktiannya, Dewa Bayu langsung meniup gunung itu. Tiupan Dewa Bayu yang bagaikan angin topan berhasil menerbangkan Jamurdipa sampai melayang-layang di angkasa lalu jatuh tepat di perapian kedua empu itu. Kedua empu yang ada di tempat itu pun ikut tertindih oleh Gunung Jamurdipa sampai tewas seketika. Menurut cerita, roh kedua empu itu kemudian menjadi penunggu gunung tersebut. Sedangkan perapian tempat keduanya membuat keris sakti berubah menjadi kawah. Oleh karena kawah itu pada mulanya ialah sebuah perapian, maka para dewa mengganti nama gunung tersebut menjadi Gunung Merapi.


Gambar Gunung Merapi

gunung merapi


Wisata Gunung Merapi

  • Kali Talang
  • Bunker Kali Adem
  • Air Terjun Kedung KayangOmahku Memoryku
  • Museum Sisa Hartaku
  • Musium Gunung Api Merapi
  • Taman Merapi Park

Letak Gunung Merapi

Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.


demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai √ Cerita Legenda Gunung Merapi, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.