Usaha Peningkatan Hasil Agraris

Diposting pada

agraris

Ekstensifikasi Pertanian

Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar, daerah sekitar rawa-rawa, dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Selain itu, ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuka persawahan pasang surut.

Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya.


Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit.

Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program  panca usaha tani, meliputi kegiatan sebagai berikut :

Panca Usaha Tani :

  • Pengolahan tanah yang baik
  • Pengairan/irigasi yang teratur.
  • Pemilihan bibit unggul
  • Pemupukan
  • Pemberantasan hama dan penyakit tanaman Seiring dengan perkembangan, Panca Usaha Tani kemudian berubah  menjadi Sapta Usaha Tani dengan penambahan
  • Pasca Panen
  • Pemasaran.

Rehabilitasi Pertanian

Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif.Sebagai tindak lanjut dari program-program tersebut, pemerintah menempuh langkah-langkah sebagai berikut: Memperluas,memperbaiki dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia,

Menyempurnakan sistem produksi pertanian pangan melalui penerapan berbagai paket program yang diawali dengan program Bimbingan Masal (Bimas) pada tahun 1970. Kemudian disusul dengan program intensifikasi Masal (Inmas), Intensifikasi Khusus (Insus) dan Supra Insus yang bertujuan meningkatkan produksi pangan secara berkesinambungan.Membangun pabrik pupuk serta pabrik insektisida dan pestisida yang dilaksanakan untuk menunjang proses produksi pertanian.

Baca Juga :  Pembuluh Darah Kapiler

Usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan antara lain dengan cara :

Membangun gudang-gudang, pabrik penggilingan padi dan menetapkan harga dasar gabah
Memberikan berbagai subsidi dan insentif modal kepada para petani agar petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya.Menyempurnakan sistem kelembagaan usaha tani melalui pembentukan kelompok tani, dan Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh pelosok daerah yang bertujuan untuk memberikan motivasi produksi dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi para petani.


Diversifikasi Pertanian

Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian. Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan.Memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan, misalnya pada suatu lahan selain ditanam jagung juga ditanam padi ladang.


Prinsip Panca Usaha Tani

Panca usaha tani adalah salah satu upaya atau program yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian. Dalam panca tani ada lima usaha yang harus dilakukan oleh petani untuk menggarap lahan pertaniannya agar mendapat hasil yang maksimal.

Dinamakan dengan sebutan panca usaha tani karena kata panca berarti lima. Jadi dalam usaha tani tersebut ada lima proses yang harus dilalui agar hasil jadi maksimal.


  • Pengolahan Tanah Yang Baik

Setelah berhasil mendapatkan bibit unggul yang baik, hal yang harus dilakukan kemudian adalah mengolah tanah agar siap pakai. Mengolah tanah bisa dengan dua macam cara, yaitu menggunakan alat tradisional (cangkul) atau alat modern (traktor).

Pengolahan ini bertujuan agar tanah tidak padat dan bisa menyerap air lebih baik. Tanah yang sudah diolah, tentu akan lebih mudah untuk ditanami. Tanaman pun akan lebih mudah tumbuh dan mengambil zat-zat hara dalam tanah apabila sudah tidak padat.

Baca Juga :  Contoh Hidrokarbon

  • Pengairan/Irigasi Yang Teratur

Hal lain yang juga penting dalam intensifikasi pertanian adalah pengaturan pasokan air ke lahan pertanian. Bagaimanapun tanaman adalah makhluk hidup yang sangat tergantung akan air. Pasokan air yang cukup tentu akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan tentu saja produk yang akan dihasilkan nanti.


  • Pemilihan dan Penggunaan Bibit Unggul

Sebelum mulai memanfaatkan lahan pertanian, Anda harus pintar-pintar memilih bibit unggul, karena bibit yang unggul tentu akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Jenis bibit unggul yang baik adalah bibit yang yang hampir tidak memiliki kekurangan. Mulai dari ukuran dan kuantitas produk yang akan dihasilkan nanti, sampai pada ketahanan bibit tersebut terhadap serangan hama. Contoh bibit unggul adalah IR 64, PB 5, atau Rajalele (untuk bibit padi).


  • Pemupukan

Jika manusia butuh vitamin untuk menunjang kesehatan tubuh, maka tanaman akan membutuhkan pupuk sebagai penunjang pertumbuhan. Pupuk sangat diperlukan walau sebenarnya dalam tanah sendiri sudah terkandung banyak zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pilihlah pupuk dengan tepat, apakah harus memakai pupuk alami (misal: kompos) atau pupuk buatan (misal: NPK). Tak hanya jenis pupuk, tapi cara, dosis dan waktu pemberian pupuk pun harus Anda perhatikan agar intensifikasi pertanian bisa sukses menghasilkan produk yang berkualitas.


  • Pemberantasan Hama dan Penyakit Tanaman

Pemeliharaan selanjutnya adalah memberantas hama pengganggu tanaman yang bisa menurunkan kualitas maupun kuantitas produk pertanian. Tak hanya hama yang identik dengan binatang pengganggu dan mikroorganisme penyebab tanaman sakit, Anda juga harus menghilangkan tanaman pengganggu yang disebut gulma.

Cara pemberantasan hama ini juga bermacam-macam. Misalkan dengan melepas predator hama (contoh: ular sebagai predator akan memangsa hama tikus). Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan bahan kimia seperti pestisida.

Baca Juga :  Masa Kemerdekaan

Contoh dan Perbedaan

Memang arti dari masing2 kata harus sesuai konteks kalimatnya. tapi, Lazimnya istilah itu digunakan dalam istilah pertanian dan arti dari masing2 istilah seperti berikut:

Intensifikasi = Pemberdayaan pertanian dengan cara yang lebih efisien dan tepat guna sehingga menghasilkan output yang jauh lebih banyak dan dalam waktu yang lebih singkat.

Contoh: Hasil panen yang sebelumnya hanya dapat dinikmati setahun sekali setelah di intensifikasi dengan bibit unggul & pupuk yg cukup maka panen bisa setahun tiga kali.

Diversifikasi = Pemberdayaan pertanian dengan cara menambah ragam varietas dalam satu musim tanam sehingga dapat memanen beberapa varietas dalam waktu yg bersamaan.

Contoh : Di lahan kebun singkong ditanami juga tanaman kemangi atau cabai di sela2 tanaman singkong. Maka sekali panen akan mendapat 3 keuntungan bersamaan.

Ekastensifikasi = pemberdayaan hasil pertanian dengan cara membuka lahan baru. Supaya hasil pertanian menjadi lebih banyak.

Contoh : Di daerah kalimantan untuk meningkatkan output panen kelapa sawit, biasanya para petani membuka lahan baru. cara ini dipakai jika lahan masih luas


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Usaha Peningkatan Hasil Agraris : Intensifikasi, Ekstensifikasi, Rehabilitasi, Pinsip, Contoh,