Hati

Diposting pada
Hati

Pengertian Hati

Hati merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2 persen dari berat tubuh total, atau sekitar 1,5 kg pada rata-rata manusia dewasa. Unit fungsional dasar hati adalah lobulus hati, yang berbentuk silindris dengan panjang beberapa milimeter dan berdiameter 0,8 sampai 2 milimeter.  Pada kondisi hidup hati berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah (Sloane, 2004). Beratnya 1200-1800 gram, dengan permukaan atas terletak bersentuhan dibawah diafragma, permukaan bawah terletak bersentuhan diatas organ-organ abdomen. Batas atas hepar sejajar dengan ruang interkosta V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri. Permukaan posterior hati berbentuk cekung dan terdapat celah transversal sepanjang 5 cm dari sistem porta hepatis (Amirudin, 2009).

Bentuknya seperti suatu pyramid bersisi tiga dengan basis menunjuk ke kanan sedangkan apeks (puncak) nya ke kiri. Pada laki – laki dewasa beratnya 1400 – 1600 gram, perempuan 1200 – 1400 gram.ukuran melintang (transversal) 20 – 22,5 cm, vertikal 15 – 17,5 cm sedangkan ukuran dorsoventral yang paling besar adalah 10 – 12,5 cm (Sherlock, 1995).

Hepar terbagi menjadi lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme, diinferior oleh fissura yang dinamakan dengan ligamentum teres dan diposterior oleh fissura yang dinamakan ligamentum venosum (Hadi, 2002).


Fungsi Hati

Hati merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Ada beberapa fungsi hati yaitu :


  • Fungsi Hati Sebagai Metabolisme Karbohidrat

Pembentukan, perubahan dan pemecahan KH, lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain. Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen, mekanisme ini disebut glikogenesis. Glikogen lalu ditimbun di dalam hati kemudian hati akan memecahkan glikogen menjadi glukosa. Proses pemecahan glikogen mjd glukosa disebut glikogenelisis.

Baca Juga :  Porifera

Karena proses-proses ini, hati merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh, selanjutnya hati mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat shunt  dan terbentuklah pentosa. Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan: Menghasilkan energi, biosintesis dari nukleotida, nucleic acid dan ATP, dan membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs) (Guyton & Hall, 2008).


  • Hati Sebagai Metabolisme Lemak

Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :

  1. Senyawa 4 karbon – KETON BODIES
  2. Senyawa 2 karbon – ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol)
  3. Pembentukan cholesterol
  4. Pembentukan dan pemecahan fosfolipid

Hati merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi  kholesterol. Dimana serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid (Guyton & Hall 2008).


  • Hati Sebagai Metabolisme Protein

Hati mensintesis banyak macam protein dari asam amino. dengan proses deaminasi,  hati juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino.Dengan proses transaminasi, hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen. Hati merupakan satu-satunya organ yg membentuk plasma albumin dan ∂ – globulin dan organ utama bagi produksi urea.Urea merupakan end product metabolisme protein.∂ – globulin selain dibentuk di dalam hati, juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang β – globulin hanya dibentuk di dalam hati.albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.000 (Guyton & Hall, 2008)


  • Pembentukan Empedu

Hati membantu fungsi ginjal dengan cara membersihkan darah yang telah mati yang setelah 120 hari yang bangkainya ada di pembuluh darah dengan memecahnya menjadi Hemin , Globin dan Fe , Hemin dijadikan cairan empedu , Fe dan globin dikirim ke sumsum dijadikan darah baru . Hati diluar sebagai organ ekskresi juga membantu tubuh menetralkan racun dan berbagai fungsi seperti juga memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari hasil pembongkaran protein membentuk asam amino dan sekaligus pembongkaran asam amino tersebut, memecah racun peroksida H2O2 yang toksik menjadi H2O dan O2 dengan enzim katalaseyang dipunyainya.

Baca Juga :  Lempar Lembing

  • Solubilisasi, Transport, dan Penyimpanan

  • Inaktivasi & detoksifikasi komponen dan metabolit xenobiotik

Xenobiotik  merupakan  komponen  yang tidak  memiliki nilai gizi  dan  memiliki  potensi  toksik. Obat merupakan  salah satu contoh komponen xenobiotik. Komponen ini kemudian akan diekskresikan oleh ginjal, namun untuk proses eliminasi yang efektif, komponen ini perlu diubah menjadi hidrofilik (larut dalam air). Proses konversi menjadi komponen hidrofilik ini dilakukan oleh hati (Widya, 2009)


  • Fungsi Hati Sehubungan Dengan Pembekuan Darah

Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X. Benda asing menusuk kena pembuluh darah – yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung – yang beraksi adalah faktor intrinsik.Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII, sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi (Guyton & Hall, 2008).


  • Fungsi Hati Sebagai Metabolisme Vitamin

Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A, D, E, K (Guyton & Hall, 2008).


  • Fungsi Hati Sebagai Detoksikasi

Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat over dosis (Guyton & Hall, 2008).


  • Fungsi Hati sebagai Fagositosis dan Imunitas

Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ∂ – globulin sebagai imun livers mechanism (Guyton & Hall, 2008).


  • Fungsi Hemodinamik

Hati menerima ± 25% dari cardiac output, aliran darah hati yang normal ± 1500 cc/ menit atau 1000 – 1800 cc/ menit. Darah yang mengalir di dalam a.hepatica ± 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktu exercise, terik matahari, shock. Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah (Guyton & Hall, 2008).

Baca Juga :  Pengertian Kebudayaan

Struktur Hati

Pada hati terdapat bagian-bagian, diantaranya.

  1. Vena hepatica
  2. Lobus kiri
  3. Jaringan ikat
  4. Saluran hepatica
  5. Kantung empedu
  6. Saluran sairan empedu

Penyakit Yang Menyerang Hati

  • Penyakit yang menyerang hati pada anak-anak
  1. Kanker hati, yaitu penyakit yang dapat berasal dari kanker pada bagian tubuh lainnya yang telah menyebar kehati
  2. Alagille’s syndrome, yaitu suatu kondisi dimana saluran empedu menyempit dan memburuk, terutama pada tahun pertama kehidupan
  3. Hepatitis aktif kronis, yaitu suatu peradangan hati yang menyebabkan luka yang meninggalkan parut dan gangguan fungsi hati
  4. Galactosemia, yaitu suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat mentoleransi gula-gula tertentu didalan susu
  5. Tyrosinemia, yaitu suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius pada metabolisme tubuh

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerusakan Hati

Penyebab kita terkena kelainan pada hati adalah:

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang
  2. Tidak buang air di pagi hari
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan
  4. Tidak makan pagi
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, dan pemanis buatan
  7. Mengkonsumsi minyak goring yang tidak sehat
  8. Mengkonsumsi masakan mentah juga menambah beban hati
  9. Infeksi-infeksi virus dan bakteri
  10. Kekurangan gizi
  11. Keracunan oleh racun

Letak Hati Manusia

Hati (liver) adalah organ kelenjar vital yang hanya ditemukan di vertebrata. Fungsi hati sangat beragam termasuk detoksifikasi berbagai metabolit, sintesis protein, dan produksi biokimia yang diperlukan untuk pencernaan. Hati juga berperan dalam proses metabolisme, pengaturan penyimpanan glikogen, perombakan sel darah merah, dan produksi hormon. Berikut adalah letak hati pada manusia beserta contoh gambar ilustrasi.

Hati manusia terletak di kuadran kanan atas perut. Tepatnya di bawah diafragma.

letak hari manusia

Gangguan Pada Fungsi Hati

  • Hepatitis (Radang Hati)
  • Penyakit Kunig (Jaundice)
  • Siross Hati (Pengerasan Oragan Hati)

Gambar Hati

gambar hati

Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id tentang Hati : Pengertian, Fungsi, Struktur, Penyakit Yang Menyerang, Faktor Yang Mempengaruhi Kerusakan, Letak, Gangguan, Dan Gambarnya, semoga bermanfaat