Bentuk Identitas Nasional

Diposting pada

Pengertian Identitas Nasional

Merupakan kumpulan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidpan dari tatusan suku yang dihimpun dalam satu kesatuan indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan pancasila dan nhineka tunggal ika sebagai dasar dan juga arah pengembangannya.

Bentuk Identitas Nasional

Hak Identitas Nasional

Kita sebagai bangsa di dalam kehidupan berbangsa dan juga bernegara adalah pancasila yangaktulisasinya tercermin dalam penataan kehidupan kita dalam arti yang luas, misalnya ialah di dalam atura nperundangan atau moral yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan, baik itu di dalam tataran nasional mapuan internasional dan yang lainnya. Demngan begitu, nilai-nilai budaya yang tercermin di dalam identitas nasional bukanlah barang jadi yang telah selesai dalam kebekukan normatif dan jug domatis, melainkan sesuatu yang terbuka yang cenderung tereus-menerus bersemi karena adanya hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat.


Makna Identitas Nasional

Identitas nasional pada hakikatnya adalah manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

Dalam terminologi antropologi, identitas bermakna sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan, kelompok, komunitas atau negara sendiri. Kata “nasional” dalam identitas nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan.

Istilah identitas nasional atau identitas bangsa melahirkan tindakan kelompok (collective action yang diberi atribut nasional). Nilai-nilai budaya yang berada dalam sebagian besar masyarakat dalam suatu negara dan tercermin di dalam identitas nasional, bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka yang cenderung terus menerus berkembang karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya.


Implementasi Identitas Nasional

Implementasi atau penerapan tentang identitas nasional harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, identitas nasional menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara.

Contoh sederhana dari implementasi identitas nasional yaitu kewajiban diadakanya upacara bendera setiap hari senin pada seluruh instansi sekolah maupun non sekolah. Dalam upacara bendera, terdapat banyak sekali unsur identitas negara. Seperti pengibaran sang saka merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu nasional lain, pembacaan UUD 1945, pembacaan Pancasila, dan pada penutup di akhiri dengan doa (agama).

Kegiatan upacara ini dilaksanakan dari tingkat SD hingga SMA, bahkan ada Perguruan Tinggi yang melaksanakan Upacara Bendera. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sudah dijarkan bagaimana mengimplementasikan identitas nasional sejak dini. Namun, masih banyak yang tak acuh dalam kegiatan semacam ini. Kebanyakan dari mereka menganggap kegiatan upacara hanya sebagai kewajiban agar terbebas dari hukuman yang sudah diterapkan. Dan juga kurangnya penjelasan tentang makna dari kegiatan upacara itu sendiri. Sehingga mereka tak acuh dengan makna dibalik upacara bendera ini.

Baca Juga :  Pengertian Budaya Organisasi

Unsur-unsur Identitas Nasional

Berbisara mengenai unsur identitas nasional, maka identitas nasional indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu ialah gabungan dari unsur-unsur pembenukan identitas nasional yang meliputi,


  1. Suku Bangsa

Ialah salah satu dari unsur pembentuk identitas nasional. Golongan sosial yangkhusus yang bersifat askriptif atau pun ada sejak lahir, dimana sama ceraknya dengan golongan umur dan juga jenis kelamin. Di indonesia khususnya, terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang tiga ratus dialek bahasa.


  1. Agama

Adalah salah satu dari unsur pembentuk identitas nasional. Bangsa indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan juga berkembang di nusantara yaitu agama islam, kirsten, katholik, hindu, budha dan kong hu cu.


  1. Kebudayaan

Kebudayaan ialah salah saatu dari unsur pembentuk identitas nasional. Pengetahuan manusia sebagai makhluk ksosial yang isinya ialah perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukung untuk menafsirkan dan juga memahami lingkunga yang dihadapi dan juga digunakan sebagai rujuakan atau pedoman untuk berindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.


  1. Bahasa

Bahasa ialah saalah satu dari unsur identitas nasional. Dalam hal ini, bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbier dibntuk attas unsur bunyi ucapan manusia dan juga digunakan sebagai sarana berineraksi antara manusia.


Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional


Faktor-faktor Yang Mendukung Kelahiran Identitas Nasional Bangsa Indonesia meliputi:

  • Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis;
  • Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002).

Menurut Robert de Ventos, dikutip Manuel Castelles dalam bukunya The Power of Identity (Suryo, 2002), munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting, yaitu:

  • Faktor primer, mencakup etnisitas, territorial, bahasa, agama, dan yang sejenisnya;
  • Faktor pendorong, meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara;
  • Faktor penarik, mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional;
  • Faktor reaktif, pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.

Faktor pembentukan Identitas Bersama

Proses pembentukan bangsa-negara membutuhkan identitas-identitas untuk menyatukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, yaitu:

  • Primordial;
  • Sakral;
  • Tokoh;
  • Bhinneka Tunggal Ika;
  • Sejarah;
  • Perkembangan Ekonomi;
  • Kelembagaan.

Faktor-faktor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia sebagai berikut:

  1. Adanya persamaan nasib , yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing lebih kurang selama 350 tahun;
  2. Adanya keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu penjajahan;
  3. Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke;
  4. Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.

Pancasila Sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme modern, diletakanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam filsafat hidup berbangsa dan bernegara.

Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Jadi, filsafat suatu bangsa dan negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada kepribadiannya sendiri. Dapat pula dikatakan bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa. Jadi, filsafat Pancasila itu bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan suatu rezim atau penguasa melainkan melalui suatu historis yang cukup panjang. Sejarah budaya bangsa sebagai akar identitas nasional.

Baca Juga :  Jaringan Hewan

Pengaruh Globalisasi Terhadap Identitas Nasional


Negatif

  •  akulturasi yang berlebihan
  •  internasionalisme
  •  plagiat budaya oranglain
  •  kacang lupa kulitnya

Positif

  •  Lebih cinta tanah air karena ternyata negara kita punya banyak potensi dan bisa dibanggakan di mata dunia
  •  sosialisasi identitas nasional
  •  mengenalkan budaya sendiri
  •  Ikut dalam pembangunan masyarakat dunia dan berandil dalam setiap pengambilan keputusan sehingga kita tdk akan dirugikan

Kaitan Identitas Nasional dengan Keadaan Aktual

Untuk lebih memahami pentingnya identitas nasional dalam suatu negara, berikut kami sajikan contohnya dalam peristiwa aktual yang terjadi di masyarakat saat ini.


  • Permasalahan

Tidak tercerminnya identitas nasional pada diri warga negara Indonesia saat ini. Masyarakat Indonesia cenderung menutupi bahkan menghilangkan identitas nasionalnya, mereka merasa lebih bangga dengan identias atau atribut yang berkaitan dengan budaya barat.

Pada saat ini, identitas nasional yang seharusnya melekat pada diri tiap masyarakat Indonesia kini sudah mulai pudar. Kita mulai dari hal paling kecil dan mendasar saja, saat ini masih cukup banyak warga negara Indonesia yang tidak hafal urutan sila-sila dalam Pancasila. Apabila hal kecil seperti ini saja mereka tidak hafal, bagaimana mereka bisa menjalani hidup sebagai warga negara yang berpedoman Pancasila? Bagaimana juga mereka bisa menunjukan kepada dunia luar bahwa mereka adalah warga negara Indonesia?

Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan Indonesia hanya dipandang sebelah mata oleh negara lain. Contoh yang nyata saat ini terjadi adalah tentang TKI dan TKW yang mendapat siksaan oleh para majikannya. Memang tidak semua negara memiliki sifat seperti itu terhadap TKI dan TKW. Kebanyakan yang berlaku seperti itu adalah negara-negara di Jazirah, Arab (Timur-Tengah). Para majikan berani untuk berlaku sesuka hatinya kepada TKI dan TKW karena mereka menganggap TKI dan TKW hanya sebagai pembantu.

Mereka seakan-akan melecehkan negara kita. Hal ini terjadi karena para TKI dan TKW tidak bisa menunjukan jati diri sesungguhnya sebagai warga negara Indonesia. Seharusnya TKI dan TKW bisa menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang kuat dan berpedoman pada Pancasila. Mereka seharusnya bisa menunjukan keramahtamahan yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Tetapi, kita pun tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para TKI dan TKW karena kebanyakan dari mereka hanyalah lulusan SMA, SMP, bahkan SD, sehingga mereka kurang dalam hal mendapatkan pendidikan yang cukup baik mengenai identitas nasional.


Penyimpangan Identitas Nasional


Geografis

  • Kurangnya kekuatan maritime yang memadai
  • Pertahanan laut dan udara masih belum di kembangkan dengan optimal. Akibatnya wilayah yang jauh di pinggir perbatasan merasa di perhatikan dan dijaga dari kemungkinan datangnya ancaman luar
  • Kebanyakan daerah perbatasan mengalami kelambanan dalam pembangunan infrakstruktural transportasi dan komunikasi sehingga mereka kurang berinteraksi dengan wilayah lin di tanah air,bahkan mereka lebih dekat dengan negara tetangga.
  • Kondisi geografis yang senjang juga terlihat mencolok antara wilayah pedesaan dengan wilayah perkotaan. Warga pedesaan merasa tertinggal dan tidak di perhatikan di bandingkan dengan warga di perkotaan. Muncul berbagai masalah social akibat ketimpangan pembangunan anatar daerah, dan proses urbanisasi yang tak berencana.
Baca Juga :  Fungsi Infrastruktur Politik

Social dan Budaya 

  • Perasaan senasib-sepenanggungan semakin mencair
  • Kristalisasi nilai kebangsaan mengalami keretakan di sana-sini
  • Banyaknya pejabat yang menuntut hak-hak istimewa bagi kepentingan pribadinya, meskipun hak-hak dasar rakyat pada umumnya belum terpenuhi. Sikap itu pada gilirannya membuahkan tragedi pemerintahan yang lamban di tengah desakan kepentingan umum akibat bencana yang terjadi dimana-mana dan kondisi social ekonomi yang diterpa krisis dari waktu ke waktu

  • Lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman.Gejala tersebut dapat di lihat dari menguatnya orientasi dalam kelompok, etnik, dan agama yang berpotensi menimbulkan konflik social dan bahkan disintegrasi bangsa. Masalah ini juga semakin serius akibat dari makin terbatasnya ruang public yang dapat diakses dan dikelola bersama masyarakat yang multikultur untuk penyaluran aspirasi. Dewasa ini muncul kecenderungan pengalihan ruang publik ke ruang privat karena desakan ekonomi.
  • Kurangnya kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan budaya yang kasat mata (tangible) dan yang yang tidak kasat mata (intangible). Dalam era otonomi daerah, pengelolaan kekayaan budaya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kualitas pengelolaan yang rendah tidak hanya disebabkan oleh kapasitas fiskal, namun juga pemahaman, apresiasi, kesadaran, dan komitmen pemerintah daerah terhadap kekayaan budaya. Pengelolaan kekayaan budaya ini juga masih belum sepenuhnya menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance). Sementara itu, apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan produk dalam negeri masih rendah, antara lain karena keterbatasan informasi.

  • Terjadinya krisis jati diri (identitas) nasional. Nilai – nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan keramahtamahan sosial yang pernah di anggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa indonesia, makin pudar bersamaan dengan menguatnya nilai – nilai materialisme. Demikian pula kebanggaan atas jati diri bangsa seperti penggunaan bahasa indonesia secara baik dan benar, semakin terkikis oleh nilai – nilai yang dianggap lebih superior. Identitas nasional meluntur oleh cepatnya penyerapan budaya global yang negatif, serta tidak mampunya bangsa indonesia mengadopsi budaya global yang lebih relevan bagi upaya pembangunan bangsa dan karakter bangsa (nation and character building).

Keterkaitan Integrasi Nasional Indonesia dan Identitas Nasional

Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional.  Untuk mewujudkannya, diperlukan keadilan dalam kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras, suku, agama, bahasa, dan sebagainya.

Sebenarnya, upaya mcmbangun keadilan, kesatuan, dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. Di samping itu, upaya lainnya dapat dilakukan, seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam mcncntukan komposisi dan rnckanisme parlemen. Dengan demikian, upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan.

Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakikatnya integrasi nasional menunjukkan kckuatan persatuan dan kesaluan bangsa yang diinginkan. Pada akhirnya, persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman. dan tentram. Konflik yang terjadi di Aceh, Ambon, Kalimantan Barat, dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun.


demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Bentuk Identitas Nasional : Pengertian, Hak, Makna, Implementasi, Unsur, Faktor Pendukung, Pancasila, Pengeruh Globalisasi, Penyimbangan dan Keterkaitannya,  semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.