Apa itu Intervensi

Diposting pada

Definisi Intervensi

Kata Intervensi, bila digunakan untuk menggambarkan manajemen kasus atau terapi menunjukkan bahwa klinisi “ada di antara” atau “masuk ke dalam” berbagai elemen sistem interaksi alamiah. To intervene (mengintervensi) sama dengan interfere (turut campur)-yang dapat berakibat baik atau buruk bagi kehidupan klien atau pasien.

Intervening kata yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “coming between” (yang datang di antara) mengacu pada usaha untuk mengubah kehidupan yang sedang berjalan dengan cara tertentu. Perubahan tersebut bisa kecil atau besar, negatif atau postif. Istilah Intervening kadang-kadang memiliki implikasi negatif, yaitu diartikan sebagai mencampuri urusan orang lain. Orang-orang yang bekerja dalam profesi-profesi pemberi bantuan memiliki intense etik yang sama, yaitu melakukan segala yang dapat mereka lakukan demi keuntungan kliennya (Sundberg, Winebarger, Taplin, 2007).

Apa itu Intervensi

Pengertian Intervensi

Intervensi adalah salah satu bentuk dari turut campurnya dalam urusan negara lain yang mempunyai sifat diktatorial. Fungsi intervensi ialah sebagai salah satu cara untuk bisa menyelesaikan sebuah sengketa internasional.

Intervensi merupakan suatu aktivitas untuk bisa melaksanakan rencana pengasuhan dengan memberikan berupa pelayanan pada anak dalam keluarga ataupun juga di lingkungan lembaga kesejahteraan sosial anak. Berdasarkan pengertian, Intervensi adalah tindakan spesifik oleh seorang pekerja sosial dengan adanya sistem maupun proses manusia dalam rangka menimbulkan perubahan

Intervensi juga bisa diartikan seagai turut campurnya sebuah negara dalam urusan sebuah dalam negeri negara lain dengan memakai kekuatan maupun ancaman kekuatan.

Kecenderungan untuk bisa menjalankan intervensi sebagai salah satu dari instrumen politik luar negeri akan terus meningkat atau juga dilatar belakangnya akan bisa menjadi semakin kompleks. Negara-negara adikuasa ataupun juga dari negara yang memiliki kemampuan politik, ekonomi serta militer yang akan patut untuk diragukan, sama-sama giat dalam soal dimana mencampuri adanya urusan negara lain itu.


Macam Jenis Intervensi


  • Intervensi Diplomatik

Intervensi ini biasa terjadi bila seorang diplomat yang akan memberikan komentar kepada memihak dalam sebuah krisis atau persoalan politik yang sedang melanda negara tempatnya yang bertugas.


  • Intervensi Klasik

Bentuk intervensi ini bisa dalam bentuk kegiatan gelap ataupun misi rahasia. Contohnya intervensi ini dapat lewat sebuah penyuapan dan penyogokan dengan pejabat negara sebagai sasarannya.


  • Pameran kekuatan militer

Yang relatif murah atau bisa mengandung resiko rendah, namun justru lebih efektif bila dibandingkan pengiriman ekspedisi militer yang sebenarnya.


  • Subversi atau Gerilya Bawah Tanah

Subversi adalah sebuah gerakan politk ataupun militer yang akan diorganisasikan, ditunjang dan bisa diarahkan oleh sebuah negara asing yang akan memiliki tujuan sendiri dengan memakai situasi atau juga elemen setempat di negara sasaran.


  • Gerilya

Gerilya adalah perpaduan di antara subversi dengan sistem perang konvensional. Gerilya tersebut tidak selalu berasal dari hasil intervensi kekuatan asing namun juga cukup banyak kegiatan gerilya yang berasal dari manifestasi dari intervensi tertentu.


Contoh Tindakan Intervensi

Dalam kasus tertentu, sebuah negara memiliki kemampuan untuk menjalankan tindakan secara sah dan bisa dibenarkan menurut hukum internasional. Perbuatan intervensi itu adalah sebagai berikut:

  • Intervensi Kolektif berdasarkan pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  • Intervensi untuk bisa melindungi hak atau juga kepentingan serta keselamatan jiwa warga negara di luar yang akan menjadi dasar untuk pemerintah Amerika Serikat yang akan membenarkan -adanya sebuah tindakan dalam bentuk pengiriman tentara multinasional di Pulau Grenada di bulan Oktober 1983.
  • Pertahanan diri, saat intervensi akan diperlakukan untuk bisa menghilangkan bahaya serangan bersenjata yang akan terlihat jelas.
  • Dalam urusan protektorat yang ada di bawah kekuasaannya.
  • Kemudian jika negara yang akan menjadi subjek intervensi dipersahkan melakukan sebuah pelanggaran berat pada hukum internasional yang berhubungan negara yang melakukan sebuah intervensi, sebagai contohnya,tapi bila negara pelaku intervensi sendiri sudah diintervensi secara melawan hukum.

Adapun beberapa contoh tindakan intervensi adalah sebagai berikut:

  • Bisa Mengirimkan prajurit sebuah negara ke negara yang akan bertikai yang jelas bukan menjadi urusannya.
  • Melakukan embargo di sebuah negara yang akan dimusuhi oleh lembaga negara yang lainnya.
  • Bisa Melakukan peperangan dengan cara blokade ke negara lainnya, padahal tak ada sama sekali hubunganya sama sekali.

Klasifikasi Investasi

  Investasi dibagi menjadi dua yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang merupakan kelompok aset nonlancar dan investasi jangka pendek merupakan kelompok investasi lancar.


  • Investasi Jangka Pendek

investasi jangka pendek merupakan penanaman modal oleh seseorang yang  jangka waktunya relative pendek. Investasi jangka pendek harus memenuhi karakteristik sebagai berikut :

Baca Juga :  Apa Itu Perusahaan Dagang

1 . Dapat segera diperjualkan/dicairkan.

  1. Investasi tersebut ditunjukan dalam rangka manajemen kas, artinya pemerintah dapat                 menjual investasi tersebut tanpa timbul kebutuhan kas.
  2. Beresiko rendah.

Investasi Jangka Panjang

  Investasi jangka panjang merupakan penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan yang lain dengan maksud untuk meperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasai atau mengendalikan perusahaan tersebut.


Manfaat dan Tujuan Investasi

Manfaat umum investasi untuk masa depan investor adalah sebagai berikut.;

  1. Memperoleh jaminan pendapatan tetap
  2. Mendorong gaya hidup hemat
  3. Mencegah adanya jeratan hutang
  4. Menciptakan kebahagiaan hidup dalam keluarga

Secara umum tujuan investasi memang mencari keuntungan. Adapun tujuan investasi jangka pendek ialah:

  1. Memanfaatkan kelebihan cashflow untuk sementara waktu
  2. Memperoleh tambahan dana

Sedangkan tujuan investasi jangka panjang yaitu ;

  1. Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royaliti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainya.
  2. Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk  kepentingan social.
  3. Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui kepemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.
  4. Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
  5. Untuk mengurangi persaingan diantara perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  6. Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Berikut ini adalah tujuan seorang melakukan kegiatan investasi pada umumnya ;

  1. Memperoleh pengasilan atau return dimasa yang akan datang baik dari sector riil maupun sector financial. Untuk jangka pendek biasanya didapat dari sector financial, Sedangkan untuk jangka panjang dari sector riil.
  2. Mengurangi atau menekan inflasi.
  3. Selain untuk memperoleh penghasilan, kegiatan investasi ini dapat menekan inflasi, karena dengan adanya kegiatan investasi uang yang beredar akan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif sehingga menekan kegiatan konsumtif.
  4. Melindungi nilai terhadap kekayaan, sebab kekayaan yang tidak diproduktifkan suatu saat akan berkurang nilainya meski tidak digunakan.
  5. Mendorong adanya penghematan pajak. Ini karena pajak pertambahan nilai yang bisa kita bayar jika mengkonsumsi sesuatu akan berkurang. Tentu ini akan membuat kita hemat membayar pajak.

Proses Investasi

Proses investasi meliputi pemaham dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan invesasi. Untuk memahami poses investasi seorang investor telebih dahulu harus mengetahui beberapa konsep dasar investasi, yang akan menjadi dasar pijakan dalam setiap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat.

Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return harapan dan risiko suatu investasi. Hubungan resiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linear. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tinggkat risiko yang haus dipertimbangakan. Hubungan seperti itulah yang menjawab pertanyaan mengapa tidak semua investor hanya berinvestasi pada asset yang menawarkan tingkat return paling tinggi. Disamping memperhatikan return yang tinggi, investor juga harus mempertimbangkan tingkat resiko yang harus di tanggung.


  • Dasar keputusan investasi

Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing-masing dasar keputusan investasi tersebut.

Return. Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh kentungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut sebagai return. Suatu hala yang sangat wajar jika investor memuntut tingkat retun tertentu atas dana yang telah diinvestasikannya. Return harapan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi.


  • Proses Keputusan Investasi

Proses keputusan investasi merupakan proses keputsan yang berkesimbungan (going process) keputusan yang berjalan terus menerus sampai tercapai keputusan investasi terbaik. Tahap-tahap keputusan investasi meliputi lima tahap keputusan


Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi


  • Tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return)

  Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan external perusahaan.

  • Kondisi internal perusahaan

Kondisi internal adalah factor-faktor yang berada dibawah control perusahaan, misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Ketiga aspek tersebut berhubungan positif dengan tingkat pengembalian yang diharapkan.

  • Kondisi external perusahaan

Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional.

Selain pekiraan kondisi ekonomi, kebijakan yang ditempuh pemerintah juga dapat menentukan tingkat investasi. Kebijakan menaikan pajak, misalnya diperkirakan akan menurunkan tingkat permintaan akan agregat. Akibatnya tingkat investasi akan menurun. Factor social politik juga menentukan gairah investasi, juga social politik makin stabil maka investasi umumnya juga meningkat. Demikian pula factor keamanan (Kondisi keamanan Negara).


  • Biaya investasi

Biaya perolehan suatu investasi mencangkup biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank, dan pemungutan oleh bursa efek. Yang paling menentukan biaya investasi adalah tingkat bunga dan pinjaman, makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat berinvestasi semakin menurun. Namun tidak jarang, walaupun tingat bunga pinjaman rendah permintaan akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi. Factor yang mempengaruhi terutama adalah masalah kelembagaan.

Baca Juga :  Nilai Kepahlawanan

  • Marginal Efficiency Of Capital, Tingkat Bunga, dan Marginal Efficiency Of Investment.

  1. Marginal efficiency of capital (MEC), investasi, dan tingkat bunga yang dimaksud dengan marginal efficiency of capital (MEC) atau efisiensi modal marginal (EMM) adalah tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap tambahan barang modal.
  2. Marginal efficiency of capital (MEC) dan marginal efficiency of investment (MEI)

  Sama halnya dengan kurva permintaan akan investasi, kurva MEC secara nasional secara dapat diturunkan dengan menjumlahkan secara horizontal kurva-kurva MEC dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam perokonomian, tetapi ada beberapa ekonomi yang tidak sependapat dengan cara penurunan kurva MEC. Padahal jika permintaan barang akan modal secara nasional meningkat, logikanya tingkat bunga akan naik. Akibatnya kenaikan permintaan akan investasi tidak sebesar kurva MEC. Kurva yang lebih relevan adalah kurva yang marginal efficiency of investment (MEI).


Resiko Investasi

Risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena perolehan hasil investasi yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan. Jorion (2000), menyatakan risiko sebagai volatility dari suatu hasil yang tidak diekspektasi, secara general nilai dari aset atau kewajiban dari bunga. Risiko juga dapat didefinisikan sebagai ketidakpastian dan berhubungan dengan fluktuasi kinerja produk investasi atau kemungkinan turun atau hilangnya dana dari sebuah produk.

  Oleh karena itu, para investor di pasar modal harus dapat menyadari sungguh-sungguh bahwa secara teoritis setiap investasi yang dilakukan disamping mengharapkan keuntungan, investor juga harus sadar terdapat kemungkinan risiko atau kerugian. Selanjutnya perlu juga dipahami oleh para pemodal bahwa terdapat hubungan kuat dan positif antara tingkat keuntungan (return) yang diharapkan dengan tingkat resiko (risk). 

Semua investasi memiliki resiko, namun dalam skala yang berbeda-beda. Semakin tinggi potensi keuntungan juga akan diikuti dengan semakin tingginya tingkat resiko dan sebaliknya semakin rendah potensi keuntungan akan semakin rendah pula risikonya.


Intervensi Anak Gifted

Mönks & Pflüger (Hafiar, 2010) mengemukakan bahwa dunia pendidikan mancanegara kini lebih mengutamakan pendekatan Triadik Renzulli-Mönks, yang lebih memahami bahwa giftedness akan terwujud jika giftedness sebagai potensi bawaan mendapatkan dukungan yang mencukupi dari lingkungannya. Menurut Van Tiel (Hafiar, 2010) agar lingkungan mampu mendukung dengan baik, keluarga, sekolah, serta masyarakat perlu memahami berbagai permasalahan anak-anak gifted, tumbuh kembang, dan karakteristik personalitas seorang anak gifted.

Hafiar (2010) mengemukakan bahwa untuk itu perlu dilakukan beberapa tindak lanjut untuk mengurai benang kompleksitas masalah anak gifted di Indonesia agar tidak semakin kusut. Upaya tersebut dapat dilakukan oleh beberapa pihak, antara lain: pemerintah, media massa, masyarakat dan lain-lain. Adapun upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Perlu adanya penyadaran dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai disinkronitas anak gifted. Dalam hal ini media massa dapat mengambil peran sebagai media publikasi yang menginformasikan secara intensif keunggulan potensi sekaligus resiko anak gifted yang harus dikelola dengan hati-hati, agar tidak terjadi salah pemahaman ataupun salah penanganan sehingga kasus disinkronisasi anak gifted dapat diminimalisasi.
  2. Perlu adanya penetapan aturan yang konsisten melalui undang-undang atau kebijakan yang mengatur sistem pendidikan bagi anak-anak Untuk masalah ini tentu pemerintah lah yang memiliki kewenangan dalam membuat payung hukum sebagai pijakan penanganan anak gifted agar ketidakseragaman penanganan anak gifted akibat ketidakjelasan peraturan dapat dihindari.
  3. Perlu adanya keterampilan dan keahlian khusus dalam proses pemberian pendidikan bagi anak-anak gifted. Maka sebaiknya para guru dan lembaga yang memiliki murid dengan giftedness disarankan mengikuti pelatihan khusus yang berkaitan dengan penanganan dan metode pengajaran bagi anak gifted agar hak anak gifted sebagai manusia yang memiliki kebutuhan khusus dapat terpenuhi.
  4. Perlu adanya peraturan khusus yang mengharuskan para ahli seperti dokter dan psikolog memberikan penjelasan komprehensif mengenai hasil diagnosis dan upaya pencegahan yang harus dilakukan, kepada orangtua dari anak gifted agar alasan dan manfaat dari rangkaian proses tes dan terapi yang berkepanjangan dapat dipahami dengan baik sehingga orangtua pun mendapatkan proses pembelajaran yang partisipatif bukan hanya sekedar pendengar yang pasif dan terima jadi, karena jika hal ini terjadi bukan mustahil, akibatnya orangtua akan merasa terabaikan dan malas untuk melanjutkan terapi akibat ketidakpahaman.
  5. Perlu adanya sebuah wadah yang menampung dan menyediakan segala informasi yang berkaitan dengan anak LSM yang memiliki kredibilitas dapat mengisi kekosongan ini sehingga masyarakat tidak akan kebingungan untuk medapatkan informasi yang valid seputar anak gifted.
  6. Perlu adanya pembinaan khusus bagi orangtua dari anak gifted agar terbentuk kesadaran akan kekhususan anaknya sehingga tidak terjadi rasa frustasi akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk menangani anak gifted yang mengakibatkan timbulnya sikap apatis orangtua serta berdampak pada tidak optimalnya potensi anak gifted

Intervensi Anak Berbakat

Anak berbakat perlu mendapatkan layanan yang berbeda dari anak-anak normal maupun berkebutuhan khusus lainnya. Sesuai dengan tujuan pendidikan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi mereka, maka anak berbakat perlu mendapatkan pendidikan yang dapat mengakomodasi kelebihan mereka. Pendekatan layanan khusus bagi anak berbakat dan berkesulitan belajar spesifik lebih bersifat pendekatan individual. Pendekatan individual ini lebih memperhatikan potensi yang dimiliki oleh anak.

Baca Juga :  Jenis Persebaran Sumber Daya Alam

Suparno (2008) menyatakan ada berbagai macam layanan pendidikan bagai anak berbakat yaitu: (1) Layanan akselerasi, yaitu layanan tambahan untuk mempercepat penguasaan kompetensi dalam merealisasi bakat anak; (2) Layanan kelas khusus, yaitu anak yang berbakat unggul dikelompokkan dalam satu kelas dan diberikan layanan tersendiri sesuai dengan bakat mereka; (3) Layanan kelas unggulan, sama dengan layanan kelas khusus hanya berbeda dalam model pengayaannya; (4) Layanan bimbingan sosial dan kepribadian.

Philip E. Veron (Wahab, 2011) mengemukakan layanan pendidikan terhadap anak berbakat dapat melalui pengayaan, percepatan, dan segregasi.


  • Pengayaan (enrichment)

Santrock (2010) menjelaskan, program pengayaan adalah memberi murid kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran yang tidak didapatkan di kurikulum umum. Kesempatan pengayaan dapat disediakan di kelas regular, melalui jam tambahan khusus; melalui guru khusus pendidikan anak berbakat; melalui studi independen, sepulang sekolah, pada hari sabtu atau pada musim panas, dan melalui pelatihan/ magang, atau melalui program kerja/ studi lainnya.

Pengayaan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu (1) Secara vertikal: cara ini untuk memperdalam salah satu atau sekelompok mata pelajaran tertentu. Anak diberi kesempatan untuk aktif memperdalam ilmu Pengetahuan yang disenangi, sehingga menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam, dan (2) Secara horizontal: Anak diberi kesempatan untuk memperluas pengetahuan dengan tambahan atau pengayaan yang berhubungan dengan pelajaran yang sedang dipelajari.


  • Percepatan (scceleration)

Secara konvensional bagi anak yang memiliki kemampuan superior dipromosikan untuk naik kelas lebih awal dari biasanya. Menurut Wahab (2011), percepatan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu

  1. Masuk sekolah lebih awal/sebelum waktunya (early admission). Misal, sebelum usia 6 tahun, dengan catatan bahwa anak sudah matang untuk masuk Sekolah Dasar.
  2. Loncat kelas (grade skipping) atau skipping class, misal, karena kemampuannya luar biasa pada salah satu kelas, maka langsung dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi satu tingkat (dari kelas satu langsung ke kelas tiga).
  3. Penambahan pelajaran dari tingkatan di atasnya, sehingga dapat menyelesaikan materi pelajaran lebih awal.
  4. Maju berkelanjutan tanpa adanya tingkatan kelas. Dalam hal ini sekolah tidak mengenal tingkatan, tetapi menggunakan sistem kredit. Ini berarti anak berbakat dapat maju terus sesuai dengan kemampuannya tanpa menunggu teman-teman yang lainnya.

  • Segregasi

Anak-anak berbakat dikelompokkan ke dalam satu kelompok yang disebut “ability grouping” dan diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan potensinya.

Pendidikan anak berbakat harus diwarnai oleh penekanan pada aktivitas intelektual, kecepatan dan tingkat kompleksitas sesuai dengan kemampuan yang tinggi. Sehubungan dengan itu, jika anak-anak berbakat ditangani dengan program akselerasi, maka ada dua hal penting yang harus diperhitungkan, yaitu (a) dalam program akselerasi, beban belajar yang oleh anak-anak biasa dapat diselesaikan dalam tiga tahun, maka oleh anak-anak berbakat ini hanya dibutuhkan waktu dua tahun.

Ini berarti terjadi proses percepatan dalam belajar, dan (b) percepatan ini juga harus mengandung arti kualitatif, yaitu bahwa aktivitas belajar mereka ditekankan pada aktivitas intelektual tinggi. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa, dalam perilaku intelektual, aspek teoretis dan tingkat abstraksi anak-anak berbakat menunjukkan karakteristik mental yang baik dalam melihat hubungan yang bermakna, tanggap mengaitkan asosiasi logis, mudah mengadaptasikan prinsip abstrak ke situasi konkret, serta mampu menggeneralisasikan.


Intervensi Anak Indigo

Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan pada gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. “Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian.

Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai orang yang lebih empatik dan kreatif. Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial.

Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat. Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id tentang Apa itu Intervensi : Pengertian, Jenis, Contoh, Klasifikasi, Manfaat, Tujuan, Proses, Risiko, Faktor Yang Mempengaruhi, semoga bermanfaat