Kebuudaya Nasional

Diposting pada

Pengertian Kebudayaan Nasional Indonesia

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta budhayah, bentuk jamak dari budhi yang berarti akal atau budi; sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal atau budi (Junidar Hasan, 1986).

Kebuudaya Nasional

Kebudayaan adalah segala yang dihasilkan oleh manusia berdasarkan kemampuan akalnya atau gagasannya. Koentjaraningrat (Junidar Hasan, 1986) mengatakan bahwa kebudayaan dalam bahasa Inggris adalah Culture, yang berasal dari kata colere, dari bahasa Latin yang berarti mengolah atau mengerjakan; yang dimaksudkan adalah mengolah tanah atau bertani. Memang pengertian kebudayaan atau culture adalah segala daya, kemampuan dan kegiatan untuk mengolah, bahkan merubah, dan memanfaatkan alam (lingkungan).

Parsudi Suparlan (1982) mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan untuk menciptakan serta mendorong terwujudnya kelakuan.

Menurut Parsudi Suparlan, bahwa kebudayaan itu hanya mencakup pengetahuan atau satuan ide (gagasan) saja; sedangkan kelakuan dan hasil kelakuan saling berkaitan dan saling pengaruh mempengaruhi dalam kegiatan hidup manusia. Satuan ide adanya didalam kepala manusia dan tidak bias dilihat; sedangkan kelakuan dan hasil kelakuan sebagai satuan gejala berada pada tingkat kenyataan dan dapat dilihat pada ruang dan waktu tertentu.

Banyak yang merumuskan tentang pengertian atau apa yang dimaksud dengan Kebudayaan Nasional Indonesia itu. Sultan Takdir Alisjahbana (Koentjaraningrat, 1985) berpendapat bahwa, Kebudayaan Nasional Indonesia adalah suatu kebudayaan yang dikreasikan dengan mengambil banyak unsur kebudayaan yang dianggap universal, yaitu kebudayaan barat.

Unsur-unsur kebudayaan barat yang penting dikreasikan itu menurut Sultan Takdir Alisjahbana, terutama unsur-unsur teknologi, ekonomi, keterampilan berorganisasi, dan ilmu pengetahuan. Tempak rumusan ini sangat berorientasi pada aspek material, intelektual, dan individual; adalah sangat wajar bila banyak yang kurang setuju pada rumusan tersebut.

Sanusi Pane (Koentjaraningrat, 1985) menyatakan bahwa Kebudayaan Nasional Indonesia adalah kebudayaan timur, oleh karena itu harus mementingkan unsur-unsurkerohanian, perasaan dan kegotongroyongan. Rumusan ini tampak controversial dengan rumusan dari Sultan Takdir Alisjahbanayang mementingkan material, intelektual, dan individual.


Bagaimana Suatu Kebudayaan Diperoleh

Kebudayaan itu adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial; hal ini berarti bahwa pengetahuan itu tidak diperoleh manusia lewat warisan genetika yang ada dalam tubuhnya, tetapi diperoleh lewat kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Hal ini berarti pula bahwa, kebudayaan diperoleh manusia melalui proses belajar dari lingkunganya;

Baca Juga :  Surat Penawaran Barang

dan dengan proses belajar ini manusia bias memperoleh, menambah (mengembangkan) atau mungkin juga mengurangi berbagai macam pengetahuan atau pengalamanya. Karenanya kebudayaan ada juga yang menyebutkannya  sebagai learned behavior, yakni sejumlah perilaku yang harus diperoleh lewat proses belajar, atau sejumlah perilaku yang harus dipelajari. Berkaitan dengan hal tadi, ada tiga macam bagaimana kebudayaan itu dipelajari manusia serta diterima sebagai miliknya.

  1. Kebudayaan diperoleh manusia lewat pengalaman hidup dalam menghadapi lingkunganya; rangsangan lingkungan disini terutama dari aspek-aspek fisikal, baik yang non hayati maupum yang hayati diluar manusia.
  2. Kebudayaan diperoleh manusia lewat pengalaman hidupnya sebagai makhluk sosial; sumber stimulus disini terutama berasal dari unsur-unsur lingkungan sosial sebagai konsekuansi dari berbagai bentuk hubungan sosial (imteraksi, interdependensi, adaptasi, imitasi, sosialisasi, identifikasi dan sebagainya).
  3. Kebudayaan diperoleh manusia lewat komunikasi simbolik (benda, manusia, tindakan, ucapan, gerak tubuh, peristiwa yang memiliki makna); khusu bagi yang belajar, makna-makna tersebut didefinisikan oleh kebudayaan. Dalam proses penerimaan pengetahuan lewat komunikasi simbolik ini, petunjuk-petunjuk atau petuah-petuah lebih ditekankan daripada pengalaman dari sisi penerima pesan itu sendiri.

Fungsi Kebudayaan Nasional Indonesia

            Analisis dari suatu kebudayaan dari suatu masyarakat atau suatu bangsa, bisa didasarkan pada fungsi kebudayaan tersebut dalam kehidupan masyarakat atau bangsanya. Koentjaraningrat (1985) mengidentifikasi dua fungsi utama dari kebudayaan nasional Indonesia, yaitu :

  1. Sebagai system gagasan dan pralambang yang memberikan identitas kepada warga masyarakat atau warga Indonesia.
  2. Sebagai system gagasan dan pralambang yang dapat digunakan oleh semua warga masyarakat atau bangsa Indonesia yang majemuk atau Bhineka itu, sehingga dapat saling berkomunikasi untuk memperkuat solidaritas.

Unsur-unsur kebudayaan yang berfungsi pemberi identitas, harus memenuhi paling sedikit tiga persyaratan, yaitu :

  1. Karya warga masyarakat Indonesia, atau orang-orang dizaman lampau yang berasal dari seluruh wilayah Nusantara.
  2. Tema pikiran dan wujud unsur-unsur kebudayaan itu harus bercirikan khas nuansa Indonesia.
  3. Ketinggian nilai unsur-unsur kebudayaan itu harus diakui, dibanggakan, dan diidentifikasi oleh sebanyak mungkin warga masyarakat Indonesia.

Unsur-unsur Kebudayaan Nasional

Unsur-unsur fungsi pemberi identitas, cirri-ciri atau identitas bagi warga masyarakat Indonesia yang majemuk itu ditunjukan oleh bahasa Indonesia dan bahas-bahas daerah; beberapa unsure iptek tradisional; unsur golongan dan organisasi sosial; unsur-unsur kesenian. Identitas atas dasar unsur-unsur ini terutama lebih bermakna bagi pihak luar (asing). Meskipun tidak semua kelompok masyarakat Indonesia menganut unsur-unsur pemberi identitas ini, tetapi sedikitnya diharapkan semua kelompok mempunyai rasa memiliki dan membanggakannya, terutama jika mereka berhadapan dengan pihak luar (asing). Unsur-unsur identitas lebih banyak diangkat dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sebagai warisan nenek moyang.

Baca Juga :  Contoh Konflik Sosial di Masyarakat

Unsur-unsur gagasan kolektif, berfungsi sebagai wahana komunikasi dan penguat solidaritas dikalangan masyarakat Indonesia yang majemuk itu. Sebagai contoh unsur gagasan kolektif antara lain, bahasa Indonesi, beberapa organisasi sosial; dasar Negara dan falsafah bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945; GBHN; beberapa cabang kesenian; dan banyak lagi.

Sebagai masyarakat atau bangsa merdeka yang masih muda, masih banyak bergelut dengan urusan kebutuhan-kebutuhan bersifat primer; dan belum sempat menghasilkan karya-karya besar yang patut dibanggakan. Oleh karena itu, wajar saja bahwa untuk kebanggaan sebagai suatu bangsa, masih menengok kebelakang ke tapak-tapak hasil kejayaan nenek moyang yang patut juga dibanggakan; misalnya, arsitektur-arsitektur bangunan candi (Borobudur, Prambanan, dan sebagainya); seni tekstil dan batik; instrument kesenian (misalnya: gamelan Jawa, Sunda dan Bali); unsur-unsur ini selain dibanggakan oleh penganut atau pemiliknya tetapi dibanggakan oleh kelompok lainnya sebagai kebanggaan nasional; dan bahkan tidak jarang dinilai bermutu tinggi oleh pihak luar.


Keanekaragaman Budaya Mancanegara

Berbicar tentang budaya,pasti setiap negar memiliki keanekaragman budaya yang berbeda. Setiap budaya dari masing-masing negara memiliki keunikan dan arti tertentu. Sepertihalnya di negara Indonesia terdapat budaya tarian seperti tarian jaipong,lain halnya dengan negar Jepang yang terkenal dengan keunikan origaminya. Nah,disini saya akan sedikit mengulas tetntang ragam budaya di beberapa negara di dunia,seperti halnya budaya dari negara Indonesia,Jepang,Korea Selatan,Cina dan Thailand,di serai dengan pengertian budaya atau kebudayan menurut para ahli.


Contoh Budaya Indonesia.

 Budaya Indonesia adalah seluruh kbudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Adapun beberapa contoh dari kebudayaan tradisionl Indonesia yaitu:


  • Tarian.

Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Malenesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga :  Hak Perogratif Presiden

Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari Kraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.

Salah satu contoh tarian tradisional adalah,tarian pendet dari Bali dengan gambar.


  • Lagu.

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.

Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti lManuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku.


  • Musik

Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklng dari Jawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Kebuudaya Nasional : Pengertian, Fungsi, Unsur, Keanekaragaman, Cara, Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.