Manajemen Agribisnis

Diposting pada

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian atas sumber daya, terutama SDM untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Ada tiga(3) hal pokok dalam manajemen.
1. ada tujuan yang hendak dicapai
2. tujuan dicapai dengan menggunakan kegiatan orang lain
3. kegiatan-kegiatan orang lain tersebut harus dibimbing dan diawasi


Fungsi-Fungsi Manajemen


  • Perencanaan (planning)

Dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang mengarah ke masa depan, menyangkut serangkaian tindakan berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap semua factor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran khusus.
Dengan kata lain, perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan berdasarkan pemilihan dari berbagai alternative data yang ada, dirumuskan dalam bentuk keputusan yang dikerjakan untuk masa yang akan datang dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.

Dilihat dari bentuknya, perencanaan memiliki beberapa bentuk, yaitu :
a. Sasaran/tujuan (objective)
b. Strategi
c. Kebijakan (policy)
d. Prosedur
e. Aturan
f. Program

Perencanaan dapat dimaknai sebagai upaya berpikir ke depan tentang tindakan yang didasarkan akan pemahaman utuh atas faktor yang terlibat pada tujuan spesifik dan kinerja objektif.


  • Pengorganisasian (organizing)

Organisasi merupakan kelompok orang yang mempunyai kegiatan dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi bukanlah suatu tujuan, tetapi sebagai suatu alat untuk mecapai tujuan.
Pengorganisasian meliputi langkah-langkah atau usaha untuk:
a. menentukan struktur
b. menentukan pekerjaan yang harus dilaksanakan
c. memilih, menempatkan, dan melatih karyawan
d. merumuskan garis kegiatan
e. membentuk sejumah hubungan di dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.

Pengorganisasian meliputi kegiatan mengklasifikasikan, mengelompokkan secara sistematis manusia dan sumberdaya lainnya, dalam organisasi atau perusahaan agribisnis yang konsisten dengan pencapaian tujuan perusahaan.


  • Pengarahan (directing)

Pengarahan dapat diartikan sebagai aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan ang telah ditetapkan.

Fungsi pengarahan ini merupakan gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan fungsi perencanaan dan pengorganisasian.


  • Pengkoordinasian (coordinating)

Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia. Koordinasi merupakan otak dalam batang tubuh dari keahlian manajemen. Makin sedikit koordinasi yang harus dilakukan, makin baik. Perintah yang baik dan lazim dari bidang keahlian menajemen lainnya akan membuat koordinasi tidak begitu dibutuhkan.


  • Pengendalian (controlling)

Pengendalian menurut manajemen menguraikan system informasi yang memonitor rencana dan proses untuk meyakinkan bahwa hal itu selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan member peringatan bila perlu sehingga tindakan pemulihan dapat dilakukan.

Pengendalian merupakan merupakan pelengkap dari empat fungsi manajemen lainnya. Pengendalian meluruskan keputusan yang salah, hal-hal yang tidak diharapkan, dan dampak dari perubahan. Pengendalian yang tepat memberikan informasi yang diperlukan dan waktu untuk memperbaiki program dan rencana organisasi yang telah salah arah. Cara-cara untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan juga harus disajikan. Manajer bisa menjadi sadar akan titik-titik lemah dalam pengorganisasian, pengarahan, dan pengkoordinasian usaha bisnis melalui penggunaan pengendalian secara tepat.


Tingkatan Manajemen

Manajemen dapat dklasifikasikan menurut tingkatannya, dalam organisasi atau menurut ruang lingkup kegiatan yang dikelola manajer.

  • Manajemen puncak, berperan dalam menentukan kebijakan strategis dan mempengaruhi jalannya perusahaan. Dan bertanggung jawab atas manajemen bidang usaha dari perusahaan secara menyeluruh. Mereka dikenal sebagai Direktur atau CEO (Chief Executive Officer).
  • Manajemen menengah, berperan memberi pengarahan kegiatan kepada manajer bawahan atau dalam hal tertentu bisa juga kepada karyawan operasional. Dan bertanggung jawab terhadap implementasi kebijaksanaan organisasi.
  • Manajemen lini pertama/bawahan, bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain (bawahannya) dan memberikan pengarahan kepada mereka.

Unsur-Unsur Manajemen yang Baik


  • Manusia yang melaksanakan manajemen

Ada dua dimensi dalam manajemen yang baik yaitu dimensi manusia dan dimensi waktu, tetapi dimensi manusia jauh lebih penting. Kemampuan manajer untuk mencapai hasil melalui orang lain penting sekali dalam manajemen yang baik. Investasi berupa waktu dan perhatian kepada bawahan sering mendatangkan imbalan yang sangat berharga.

Baca Juga :  Apa itu Lembaga

  • Seni

Manajemen adalah sebuah seni, bukan ilmu. Karena manajemen sangat terkait dengan manusia, kita harus memandang prinsip-prinsip manajemen sebagai persamaan yang tidak sempurna. Setiap orang dapat menggunakan prinsip-prinsip manajemen untuk memelihara pertumbuhan dan kemajuan yang berkesinambungan menuju potensi pengelolaan.


  • Berhasil/gemilang

Setiap manajemen yang baik, harus berhasil memenuhi sasaran atau hasil yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya. Para manajer harus tahu bidang apa yang mereka kuasai agar dapat mencapai keberhasilan.


  • Sumber daya yang tersedia

Setiap organisasi memiliki atau mempunyai berbagai macam sumber daya yang dikuasainya. Para manajer yang berhasil akan mengeruk hasil/pengembalian tertinggi yang bisa diperoleh dari sumber daya yang tersedia. Mereka mengenali perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang menjadi kenyataan. Mereka menggunakan apa yang mereka miliki untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, dan mereka berurusan dengan kemungkinan, bukan fantasi.


Definisi Agribisnis

Pemahaman agribisnis dilakukan dengan menelusuri asal kata agribisnis yang berasal dari bahasa Inggris, kata Agribusiness merupakan penggabungan kata agri dan business.

Kata agri berasal dari kata agriculture (pertanian). Pertanian dalam arti luas adalah mata rantai proses pemanfaataan atau pemanenan energi surya melalui kegiatan fotosintesis baik secara langsung atau tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia secara berkelanjutan. Bisnismenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007) berarti usaha komersial dalam dunia perdagangan. Bisnis dapat diartikan sebagai aktivitas manusia yang bertujuan mencari keuntungan.


Pengertian Agribisnis Menurut Para Ahli


  1. John Davis and Ray Goldberg (1957)

Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture and distributions of farm supplies, production operations on the farm, and the storage processing and distribution of farm commodities and items made from them.

(Memandang agribisnis sebagai seluruhh rangkaian aktivitas produktif beberapa sub-sistem. Walaupun belum memasukkan unsur bisnis, pengertian tersebut memandang agribisnis sebagai suatu system.) (Harling, 1995).


  1. E. Paul Roy (1979)

Agribusiness is the coordinating science of supplying agricultural production inputs and subsequently producing, processing and distributing food and fiber.

(Memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai sub-sistem. Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah system.)


  1. Kenneth D. Duft (1979)

Agribusiness includes all business enterprises that buy from or sell to farmers. The transactions may involve either a product, a commodity or a service and encompasses items such as:

  • Productive resources (feed, seed, fertilizer, equipment, energy, machinery, etc)·
  • Agricultural commodities (all food and fiber)·
  • Facilitative services (credit, insurance, marketing,storaging, processing, transportation, packaging, distribution, etc)·

(Memandang agribisnis dengan petani sebagai pokok bahasan. Duft dalam pengertiannya memasukkan unsure bisnis dengan tetap berpegangan pada agribisnis sebagai suatu system.)


  1. Bungaran Saragih

Memandang agribisnis sebagai paradigma pembangunan pertanian.


  1. Wikipedia

Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain).

Agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.


  1. Pengertian Agribisnis menurut Soekartawi (1993)

Agribisnis berasal dari kata agri  dan  bisnis. Agri berasal dari bahasa Inggris, agricultural (pertanian). Bisnis berarti usaha komersial dalam dunia perdagangan.


Organisasi Agribisnis

Bentuk-bentuk dasar organisasi agribisnis dapat bergerak dalam kegiatan apa saja yang ada kaitannya dengan produksi, pemrosesan, dan pemasaran bahan pangan dan sandang.

Ada tiga bentuk dasar usaha yaitu perusahaan perorangan (single proprietorship), persekutuan, dan perseroan (badan hukum)


Fase Perkembangan Agribisnis


  1. Faze Konsolidasi (1967-1978) Pada fase ini sektor pertanian tumbuh 3,39%, lebih banyak disebabkan kinerja subsektor tanaman pangan dan perkebunan yg tumbuh 3,58% dan 4,53%. Tiga kebijakan yg penting pada fase ini adalah (Intensifikasi) ialah penggunaan teknologi, (Ekstensifikasi) atau perluasan area yg mengkoversi hutan tdk produktif, (Diversifikasi) adalah penganekaragaman usaha agribisnis untuk menambah pendapatan rumah tangga petani.

  2. Fase Tumbuh Tinggi (1978-1986) Pada periode ini perkembangan agribisnis sektor pertanian tumbuh lebih dari 5,7 %. Peningkatan produksi pangan, perkebunan, perikanan, peternakan hampir mencapai angka produksi 6,8 % dan puncaknya mencapai swasembada pangan.

  3. Fase Tumbuh Tinggi (1978-1986) Pada periode ini perkembangan agribisnis sektor pertanian tumbuh lebih dari 5,7 %. Peningkatan produksi pangan, perkebunan, perikanan, peternakan hampir mencapai angka produksi 6,8 % dan puncaknya mencapai swasembada pangan.

  4. Fase Dekonstruksi (1986-1997) Pada fase ini sektor pertanian mengalami kontraksi pertumbuhan di bawah 3,4 % pertahun, berbeda dgn tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena mengalami pengacuhan oleh perumusan kebijakan akibat anggapan keberhasilan swasembada pangan telah menimbulkan persepsi pengembangan agribisnis akan bergulir dengan sendirinya.

  5. Fase Krisis (1997-2001) Meskipun sektor pertanian menjadi penyelamat ekonomi indonesia karena limpahan lonjakan nilai tukar dollar yg dinikmati komoditas ekspor sektor pertanian terutaman perkebunan & perikanan. Daya tahan sektor pertanian tdk cukup kuat karena harus menanggung dampak krisis untuk menyerap limpahan tenaga kerja sektor informal dan perkotaan.

  6. Fase Desentralisasi (2001-sekarang) Transisi politik dan periode Desentralisasi ekonomi menimbulkan banyaknya perda dan terlalu banyaknya penyimpangan administratif/korupsi yang terjadi di daerah dan banyaknya biaya tambahan dalam berhubungan dgn birokrasi pemerintahan (survey LPEM-FEUI).
Baca Juga :  Pengertian Anus

Peran Agribisnis Dalam Era Pembangunan

Memberikan sumbangan yang nyata sistem Agribisnis bagi perekonomian Indonesia dalam bentuk :

  1. Hasil Produksi Pertanian.
  2. Pasar.
  3. Faktor Produksi.
  4. Kesempatan Kerja
  5. Sumbangan hasil produksi : Swasembada Beras sejak tahun 1984.
  6. Sumbangan pasar : Besarnya pangsa pasar domestik yang mendukung daya beli masy. Pedesaan.
  7. Sumbangan Faktor Produksi : penyediaan tenaga kerja, modal, bahan baku industri.
  8. Sumbangan kesempatan kerja : tingginya daya serap tenaga kerja.
  9. Pada akhir PJP II, diharapkan transformasi struktur agribisnis, dari on-farm activities menjadi off-farm activities
  10. Transformasi ekonomi dari basis pertanian ke ekonomi basis industri menempatkan Indonesia menjadi negara bercorak agribisnis (agro-base industry: industri minyak sawit, industri kayu lapis dan sejenisnya).
  11. Peran agribisnis di masa datang tetap penting sbg penyedia pendapatan nasional & lapangan kerja.

Pengembangan Agribisnis

  1. Kegiatan agribisnis strategis bagi rakyat untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian.
  2. Produk Agribisnis sulit di substitusi oleh produk lain.
  3. Bila tergantung pada impor agribisnis negara lain, maka negara akan lumpuh

Sistem Agribisnis di Indonesia

Berbeda dengan pembangunan di masa lalu, di mana pembangunan pertanian dengan pembangunan industri dan jasa berjalan sendiri-sendiri, bahkan cenderung saling terlepas (decoupling), di masa yang akan datang pemerintah akan mengembangkannya secara sinergis melalui pembangunan sistem agribisnis yang mencakup empat subsistem sebagai

berikut:

(1)   Sub-sistem agribisnis hulu (up-stream agribusiness), yakni industri-industri yang menghasilkan barang-barang modal bagi pertanian, seperti industri perbenihan/pembibitan, tanaman, ternak, ikan, industri agrokimia (pupuk, pestisida, obat, vaksin ternak/ikan), industri alat dan mesin pertanian (agro-otomotif);

(2)   Sub-sistem pertanian primer (on-farm agribusiness), yaitu kegiatan budidaya yang menghasilkan komoditi pertanian primer (usahatani tanaman pangan, usahatani hortikultura, usahatani tanaman obat-obatan (biofarmaka), usaha perkebunan, usaha peternakan, usaha perikanan, dan usaha kehutanan);

(3)   Sub-sistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness), yaitu industri-industri yang mengolah komoditi pertanian primer menjadi olahan seperti industri makanan/minuman, industri pakan, industri barang-barang serat alam, industri farmasi, industri bio-energi dan (4)   Sub-sistem penyedia jasa agribisnis (services for agribusiness) seperti perkreditantransportasi dan pergudangan, Litbang, Pendidikan SDM, dan kebijakan ekonomi

Dengan lingkup pembangunan sistem agribisnis tersebut, maka pembangunan industri, pertanian dan jasa saling memperkuat dan konvergen pada produksi produk-produk agribisnis yang dibutuhkan pasar.


Pengertian Manajemen Agribisnis

Pengertian Manajemen Agribisnis merupakan dimana suatu kegiatan di industri pertanian (agro-industri) yang akan menerapkan ilmu manajemen dengan memberlakukan fungsi perencanaan, penyusunan, pengarahan, maupun juga pengendalian, serta akan memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk dapat mencapai tujuan, yakn dapat menghasilkan suatu produk pertanian yang sangat menguntungkan.

Manajemen Agribisnis

Dalam bidang bisnis, pengertian manajemen agribisnis sangat luas atau sudah dijelaskan oleh beberapa ahli. Secara konsepnya, manajemen agribisnis merpakan semua kegiatan dari pengadaan, penyaluran hingga pemasaran produk-produk pertanian serta agro-industri yang mempunyai kaitan antara satu dengan yang lainnya.

Manajemen dibutuhkan dalam agribisnis sebagai sarana untuk dapat membentuk suatu perencanaan agribisnis yang terstruktur maupun juga terorganisasi dengan baik. Melalui pengertian manajemen agribisnis tersebut, dapat mudah dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian mauun juga rentan risiko kerugian.


Ruang Lingkup Manajemen Agribisnis

Manajemen Agribisnis merupakan sebuah sistem yang utuh mulai dari sub-sistem diana penyediaan sarana produski atau juga peralatan pertanian, sub-sistem usaha tani, sub-sistem pengolahan atau agroindustri, dan sub-sistem pemasaran. Dukungan dari sub-sistem kelembagaan sarana maupun prasarana, dan sub-sistem pembinaan sangat diperlukan agar sistem Agribisnis bisa berjalan sesuai dengan fungsinya.

Baca Juga :  Asal Muasal Dana Toba Secara Lengkap

Berikut ini ialah ada beberapa indikator keberhasilan pembangunan agribisnis yakni:


1). Meningkatnya Kesejahteraan Petani

  • Nilai tukar petani dapat meningkat
  • Terjadi peningkatan dalam hal keunggulan komparatif maupun kompetitif para petani
  • Terjadi peningkata pada usaha tani atau juga usaha pengolahan hasil tani

2). Meningkatnya Kesempatan Kerja

  • Jumlah usaha agribisnis di pedesaan suatu mengalami peningkatan
  • Terjadi perkembangan pada usaha industri hulu atau juga industri pengolahan hasil tani
  • Penurunan angka pengangguran di desa

3). Meningkatnya Ketahanan Pangan

  • Ketersediaan sumber pangan meningkat
  • Terjadi penurunan impor bahan pangan
  • Jumlah masyarakat yang rawan pangan menurun
  • Terjadi peningkatan diversifikasi konsumsi pangan non beras

Aspek Penting Dalam Manajemen Agribisnis

ada Terdapat beberapa aspek utama dalam menyusun manajemen agribisnis antara lain sebagai berikut:


a. Penyusunan Visi dan Misi Bisnis

Seperti yang sudah digambarkan dari pengertian manajemen agribisnis diatas, memutuskan untuk dapat mengembangkan suatu bisnis pertanian membutuhkan perencanaan visi atau misi yang akan matang sebagai langkah utamanya.

Hal ini juga akan mencakup analisis terhadap SWOT (Strength, Weakness, Opportunitym Threats) terhadap usaha yang akan dikembangkan. Tujuannya ialah untuk dapat menentukan kearah mana bisnis akan bergerak atau lalu bagaimana bisnis akan dijalankan.


b. Rencana Pemasaran

Manajemen pemasaran dalam bisnis pertanian perlu disusun sebelum masuk ke rencana produksi.yang Tujuannya merupakan dimana untuk membuat bagan target maupun sasaran dari produk yang bisnis seperti produk apa yang telah dihasilkan, siapa yang akan membeli, kemana akan dipasarkan maupun juga kisaran berapa harganya.

Hal inilah yang menjadikan manajemen agribisnis sangat penting karena tanpa adanya rencana pemasaran yang baik bisa jadi produk yang akan dihasilkan tidak laku dipasaran. Padalah pada industri yang menjual produk pertanian sangat rentan dengan risiko mudah layu atau juga sudah tak layak konsumsi.


c. Rencana Produksi

Dalam manajemen agribisnis, rencana produksi merupakan dimana penggunaan asset dan sarana perusahaan untuk dapat menghasilkan suatu produk.Prinsip utama perencanaan produksi dalam agribisnis ialah market orientation yang berarti juga memproduksi barang atau jasa yang akan diperlukan pasar. Tujuannya ialah ketika barang tersebut diproduksi, maka akan laku dipasar karena adanya nilai guna yang besar.


d. Rencana Keuangan

Keuangan menjadi faktor yang paling krusial dalam bisnis. Tak ada yang bisa dipungkiri bahwa tujuan bisnis merupakan untuk menghasilkan keuntungan dalam hal ini uang. Manajemen agribisnis akan banyak dibutuhkan untuk membuat perencanaan keuangan dan jika akan diperlukan biasanya dilakukan bersama konsultan.


e. Rencana Sumber Daya

Agribisnis merupakan suatu bisnis pertanian yang juga berarti membutuhkan banyak sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kerja untuk dapat membantu pengelolaannya. Sehingga dengan rekruitmen yang banyak tersebut menjadi pengeluaran terbesar perusahaan. Melalui manajamen agribisnis yang dimana mumpuni bisa membantu menekan kebutuhan suatu sumber daya yang misalnya dengan menggabungkan dari beberapa kegiatan dengan satu tanggung jawab.


Fungsi Manajemen Agribisnis

Agribisnis ini mempunyai karakteristik khusus yang dimana membuatnya berbeda dengan bidang bisnis yang lainnya,lalu sehingga penerapan fungsi-fungsi manajerial tersebut juga berbeda. Fungsi agribisnis terdiri dari kegiatan pengadaan dan penyaluran saran produksi, kegiatan produksi primer , pengolahan maupun juga pemasaran.

Fungsi tersebut lalu kemudian disusun menjadi suatu sistem, dimana fungsi tersebut menjadi subsistem dari sistem agribisnis. Melihat agribisnis sebagai sistem yang terdiri dari beberapa subsistem. Sistem tersebut akan berfungsi baik jika tidak ada gangguan pada salah satu subsistem. Pengembang harus dapat mengembangkan semua subsistem yang ada di dalamnya karena tidak ada satu subsitem yang lebih penting dari subsistem yang pada lainnya.


Contoh Manajemen Agrbisnis

Perencanaan dalam agribisnis haruslah memperhatikan dimana berbagai faktor mulai dari musim, karakter alamiah komoditas, karakter lahan, kemungkinana serangan hama penyakit atau yang lain sebagainya .lalu Sedangkan perencanaan dalam bisnis lainnya hal tersebut tidak ada.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Manajemen Agribisnis : Pengertian, Fungsi, Tingkatan, Unsur, Definisi, Organisasi, Fase Perkembangan, Peran, Sistem, Ruang Lingkup, Aspek, Contoh, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.