Cara Mendidik Anak Laki

Diposting pada

Cara Mendidik Anak Laki

Anak adalah karunia besar dari allah swt, sudah kewajiban orang tua untuk mendidiknya dengan baik . pla asuh orang tua juga sangat pempengaruhi sekali untuk masa depan anak mejadi baik. Doa dan usaha orang tua bisa mengantarkan anak menuju kesuksesan. Orang tua perlua membimbing dan juga memperkuat karakter anak sesuai kodrat masing-masing.

Anak laki dan perempunyai mempunyai keistimewaan yang baik fisik maupun psikitis. Mendidik anak laki-laki sedikit berbeda dengan cara mendidik anak perempuan. Pembahasan kali inni akan sangat bermanfaat sekali bagi para calon orang tua yang menginginkan anaknya lakinya menadi anak yang bermanfaar bagi banyak pihak. Berkut ini kami akan menguraikan cara mendidik anak laki-laki sesuai sunah rosulullah.

cara Mendidik Anak Laki

  • Memberi nama dan mendoakan yang baik.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa nama merupakan doa. Pada ornag tua hendaknya memberi nama yang baik, ini agai setiap memanggilnya maka akan mendoakannya. Nama yang baik bisa diperoleh dalam alquran. Ada sebaian orang tua yang mengambil nama dari para nabi aau sahabat, yaitu dengan mengharapkan kelak mejadi orang yang juga dekat dengan allah. Nama yang baik dapat dilihat di buku maupun internet. Sebelum memberi nama anak, ama hendaknya dipertimbangkan terlebih dahulu ini agar mendapat nama yang baik.


  • Menumbuhkan jiwa kepemimpinan

Laki-laki adalah pemimpin, seperti di jelaskan dalam alquran surat annisa ayat 34 “kaum laki-laki itu ialah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (waniata)”. Sejak usia dini sebaiknya para orang tua selalu menanamkan jiwa kepemimpinan bagi anak lakinya. Dengan begitu, anak akan memehami perannya sebagi anak laki-laki dan juga tumbuh seikap tegas maupun mandiri sesuai dengan tempatnya.

Orang tua bisa menceritakan kisah teladan dalam islam sehingga anak akan merasakan dekat dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Orang tua bisa mempunyai kisah teladan nabi dan sahabatnya yang bisa memberikan keteladanan. Hal ini akan dapat mendorongnya untuk mempunyai akhlak seperti idolanya yang bisa diceritakan. Melatih kepemimpinan dan juga kemandirian. Olahraga sunah rosulllah yaitu memanah,berenang dan juga berkuda.


  • Menunjukan rasa kasih sayang

Ada orang tua yang segan untuk menunjukkan rasa sayangnya terhadap anak laki-laki karena beranggapan bahwa anak laki tidak perlu di manja seperti halnya anak perempuan, akan tetapi sebenarnya anggpaan ini tidaklah benar, bahkan rosulullah SAW pun sering menunjukkan kasihsayang pada anak laki-lakinya dan juga cucu laki-laki nya. Rosulluh menggendong dan mencium hasan bin ali, cucu kesayangannya.

Baca Juga :  Armada Laut Kerajaan Majapahit

Rasa kasih dan sayang yang ditunnjukan akan membangkitkan rasa percaya diri anak, jadi, hendaknya orang tua jangan segan untuk menuntukan rasa sayang kepada anak laki-laki dengan catatan dalam taraf wajar dan juga bis dimaklumi.


  • Menanamkan tauhid dan aqidah yang kuat

Orang tua juga berkewajiban untuk mengajarkan anaknya tentang siapa dirinya dan juga siapa tuhannya penanaman dasar aqidah juga sebaiknya dimulai sejak dini. Pengetahuan tentang rukun islam, rukum iman dan solat lima wkttu atas dasar kecintaan dan ketaatan kepada allah sangat penting.

Dieiwayatkan oleh an-nasai dalam isyratun nisaa. Dan juga ibnu hibban dari shahabat anas bin malik tadhiyallaauu anhu sesungguh nya alah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah ia pelihara atau ia sisiakan, hingga seorang ditanya tentan gkeluarganya.


Cara Cerdas Mendidik Anak


Dekati Anak, Pahami Karakternya

Orangtua yang baik berusaha memahami karakter  anaknya. Ada anak yang sejak awal menunjukan karakter pemalu, periang. Introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya perlakukan mereka sesuai  dengan karakternya, dan jangan memaksakan anak untuk menjalani karakter lain. Atau memaksanya melakukan sesuatu yang dia belum merasa siap. Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk maju ke panggung, sementara dia belum siap. Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan mentalnya, namun yang bertarung mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri.

Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa terbebani dan stress. Waktu serta tenaga yang anda berikan pun terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda tentu harus dekat dengan mereka. Dan menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak sedang bermasalah, berikan rasa empati dan perhatian.

Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin dia kembali ceria.  Jika karakter anak anda tertutup jangan paksa dia untuk segera to the point menceritakan masalahnya. Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski sibuk, jadilah pendengar yang aktif. Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat lagi.


Positive Parenting

Terapkan positive parenting yaitu menghargai setiap perilaku baik anak  sebanyak-banyaknya dan usahakan untk menghukumnya sesedikit mungkin. Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung dimarahi. Tapi gali alasan dia melakukannya, serta ajak dia berpikir apakah itu baik atau tidak.

Baca Juga :  Pengertian Administrasi

Bersikaplah tenang, karena pada dasarnya setiap perilaku anak adalah proses menemukan jatidiri atau identitas  dirinya. Dengan cara ini, anak mengerti dan anda bebas stress. Anak usia satu sampai dua tahun adalah usia yang segala perilakunya msaih bersifat eksplorasi. Maka berikanlah kesempatan itu, karena ini sangat bermanfaat untuk perkembangan otaknya.


Libatkan Dan Ajak Diskusi

Ingin anak yang pemberani dan punya sifat memimpin ? libatkan dalam diskusi keluarga, dengarkan dan hargai pendapatnya. Lakukan itu sejak dia kecil, agar ingatan itu tertancap di memorinya. Diskusikan banyak hal dengannya mulai dari memilih makanan, baju, berwisata ke mana, sampai sekolahnya sendiri. Hal ini penting untuk membentuk rasa percaya dirinya.

Dengan kebiasaan ini, anak juga akan terbiasa dengan penyelesaian masalah  secara demokratis. Mulailah  melibatkan mereka ke dalam tugas-tugas rumah tangga sehari-hari, tentunya dengan menyesuaikan dengan usianya mereka. Anak biasanya akan merasa senang, jika ia merasa dibutuhkan oleh orang lain dan berguna bagi orang lain.


Manfaatkan Setiap Kesempatan

Jika anda adalah orangtua bekerja, maka pintar-pintarlah mempergunakan kesempatan terbatas untuk berkomunikasi dengan anak  anda seefektif mungkin. Sambil bercanda, usahakan mendapatkan pembicaaan yang ‘berisi’.

Misalnya, ajaklah anak mengobrol dengan santai tentang berbagai hal ketika anda mengantar dia ke sekolah. Gunakan  juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif ketika anda menemani dia menonton televise. Mengajak diskusi selalu bisa diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang unik danmungkin bikin dia geli. Missal.” Nak, kenapa ya manusia itu kadang-kadang sakit?  Apa kuman  itu juga bisa sakit ya ?”


Sediakan Waktu Khusus

Meluangkan waktu khusus untuk berdua dengan anak merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan ikatan batin antara anda dan anak. Manfaatkan kesempatan berdua untuk memahami dan mendekatkan diri dengan anak. Anda bisa memanfaatkan  waktu tersebut mulai dari saat membangunkan atau mengantarkannya tidur, bermain bersama, menonton televisi bersama, pergi bersama ke tempat-tempat menarik, dan banyak lagi. Usahakan setiap hari ada waktu khusus untuk setiap anak.  Akan lebih baik  jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama keluarga.


Tegakkan Disiplin

Jika  anak sedari kecil dibiasakan untuk disiplin, maka dia akan menjadi pribadi yang teratur setelah dewasa. Terapkan mulai dari hal-hal  yang kecil.  gosok gigi, cuci kaki, merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, sangat baik untuk membiasakan hidup mereka lebih teratur setelah dewasa. Terapkan disiplin secara konsisten. Jika anak melalaikannya, tidak ada salahnya anda memberikan sanski.

Tak perlu sambil marah-marah, malah bagus jika anda dan anak melakukannya sambil tertawa. Berikan sanksi  yang bersifat mendidik, misalnya menyuruhnya untuk mengerjakan tugas rumah dan perlu diingat. Jangan berikan sanksi di beberapa kelalaian pertamanya. Berikan jika anak berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama.

Baca Juga :  Karbonasi

Berilah Contoh Yang Baik

Anak adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku dan menjalankan kebiasaan. Anak usia emas (0-5 Tahun) memiliki daya ingat yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat dewasa. Dia belajar berprilaku melalui pengamatannya pada perilaku orang tuanya. Maka berperilakulah yang baik dan hindarkan kata-kata kotor, karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan merupakan modal bagi anak kita dalam berperilaku dan berucap.


Ungkapkan Kasih Sayang

Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, begitu pula sebaliknya. Namun tak jarang orang tua menganggap hal itu tak penting. Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal. Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh sangat besar kepada anak. Karena  merasa diperhatikan dan disayang. Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama. Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang. Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap kesempatan.


Komunikasi Yang Efektif

Komunikasikan denagn jelas dan lembut. Ketika anda memberikan perintah kepada anak. Berikan perintah yang spesifik dengan kalimat yang jelas untuk menghindari kebingungannya. Stop memberikan ceramah, memarahi atau mengomeli anak dengan panjang lebar apalagi dengan teriak-teriak. Sebaliknya seringlah  mengajak mereka berdiskusi. Jangan sekali-kali berbicara dengan keras dan kasar  terhadap anak. Kalau anda tak ingin mereka meniru.


Saat Marah, Anak Jangan Dijadikan Pelampiasan

Perilaku anak kadang membuat orangtua kesal dan jengkel. Apalagi kalau pekerjaan dan kekalutan di kantor di bawa kerumah. Jika anda mengalami hal ini, jangan sekali-kali menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan. Karena marah, anak menjadi objek omelan, luapan emosi atau bahakan sampai membuat kita tak menghiraukan dan memperhatikannya.

Saat marah, control diri memang cenderung lebih rendah tapi jangan sekali-kali melampiaskannya kepada anak. Di depan mereka, tetaplah bersikap seperti  biasa. Sempatkan waktu luang sejenak untuk berpikir  dan introspeksi diri. Ambil napas panjang dan coba berpikir untuk mencari solusi terbaik bagi masalah anda. Satu hal yang penting : orang tua yang efektif juga butuh  waktu untuk dirinya sendiri.


Demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai √Cara Mendidik Anak Laki : Sesuai Sunnah Rosulullah, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.