Pengertian Kebudayaan

Diposting pada

 Pengertian Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta takni buddhayah, yang artinya bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang mengenai dengan budi, dan akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut dengan culture, yang berasal dari kata Latin Colere, artinya mengolah atau mengerjakan.

Pengertian Kebudayaan


Fungsi Kebudayaan

  1. Hasil karya dari manusia melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan .
  2. Karya masyarkat yang merupakan perwujudan norma dan nilai-nilai sosial yang dimana bisa menghasilkan tata tertib dalam pergaulan kemasyarakatan.
  3. Di dalam kebudayaan juga ada pola-pola perilaku (patterns of behavior)yang merupakan cara-cara masyarakat untuk bertindak atau berkelakuan yang sama yang dimana harus diikuti oleh semua anggota masyarakat.

Sifat-sifat Kebudayaan

  1. Kebudayaan bersifat universal,Namun perwujudan kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi maupun lokasinya.
  2. Kebudayaan sifanta stabil dan dinamis. Setiap kebudayaan pasti mengalami perubahan atau perkembangan, walaupun kecil dan seringkali tak dirasakan oleh anggota-anggotanya.
  3. Kebudayaan cenderung mengisi dan menentukan jalanya kehidupan manusia walaupun jarang disadari pada manusia itu sendiri.

Unsur-Unsur Kebudayaan


  • Bahasa

Sebuah pengucapan yang indah pada elemen kebudayaan dan sekaligus menjadi alat perantara utama bagi manusia untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan. Ada 2 bentuk bahasa yakni lisan dan tulisan.


  • Sistem Pengetahuan

Unsur ini berkisar pada pengetahuan tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang digunakan. Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan mengenai alam sekitar, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku pada manusia, tubuh manusia.


  • Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial

Diartikan sebagai sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial ialah sebagai berikut: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup, perkumpulan.


  • Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Teknologi di sini diartikan sebagai jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota sebuah masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat pada hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan lain yakni benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol ialah kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan hingga alat-alat transportasi.


  • Sistem Mata Pencaharian Hidup

Sebagai  segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini ialah: berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan perdagangan.


  • Sistem Religi

Perpaduan antara keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tak terjangkau oleh akal. Sistem ini ialah, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.


  • Kesenian

Kesenian nisa diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi kreatif yang bisa memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk kesenian dibagi 3 menjadi, yaitu; seni rupa, seni suara dan seni tari.

Baca Juga :  Cara Mengajar yang Menyenangkan

Karakteristik Kebudayaan

  1. Kebudayaan merupakan milik bersama,artinya bahwa unsur-unsur yang ada dalam kebudayaan, misalnya ide, nilai , dan pala perilaku dijalankan dan dipelihara bersama-sama oleh seluruh anggota masyarakat. Dengan demikian pandangan atan tindakan-tindakan tertentu yang hanya dilakukan satu orang bukanlah suatu pola kebudayaan,melainkan hanya sebuah kebiasaan pribadi.
  2. Kebudayaan adalah hasil belajar,maksudnya bahwa semua unsur kebudayaan ialah hasil belajar dan bukan merupakan warisan biologis. Dengan demikian, kebudayaan sebuah masyarakat berbeda dengan masyarakat lainnya.Seseorang mempelajari kebudayaan dengan cara ikut menjadi besar pada kebudayaan tersebut. Ralph Linton mengatakan bahwa kebudayaan merupakan warisan sosial umat manusia. Maksudnya, kebudayaan diwarisakan lewat hubungan-hubungan sosial yang terus-menerus. Proses penerusan kebudayaan dari suatu generasi ke genarasi yang lainnya disebut dengan enkulturasi atau pembudayaan
  3. Kebudayaan didasarkan pada lambang,seorang ahli antropologi , Leslie White mengatakan bahwa semua perilaku manusia dimulai dengan penggunaan lambang-lambang tertentu. Yang kita ketahui kekuatan atau ketaatan individu atau kelompok bisa dibangkitkan dengan adanya lambang-lambang,misalnya lambang keagamaan,seni,politik dan ekonomi. Aspek simbolis yang terpenting dari gambar kebudayaan ialah bahasa . Bahasa telah berhasil mengganti objek gambar dengan lambang berupa bunyi –bunyian yang mempunyai makna yang berbeda-beda. Unsur-unsur kebudayaan misalnya strukur politik,agama,kesenian,organisasi ekonomi, tak mungkin ada tanpa lambang-lambang. Dengan menggunakan bahasa tersebut manusia bisa meneruskan kebudayaan dari generasi yang satu pada generasi yang lain.

Teori Kebudayaan

Teori kebudayaan antara lain :

  1. kebudayaan dapat dipelajari
  2. kebudayaan berasal dari segi biologis, lingkungan, psikologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia
  3. kebudayaan mempunyai struktur
  4. kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek
  5. kebudayaan bersifat dinamis
  6. kebudayaan mempunyai variabel
  7. kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah
  8. kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti kesan kreatif

Bentuk-Bentuk Kebudayaan

Kebudayaan dibagi menjadi dua bentuk, yakni :


  1. Kebudayaan Materi

Kebudayaan materi terdiri atas benda-benda hasil karya dari suatu kebudayaan yang meliputi segala sesuatu yang diciptakan dan digunakan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang dapat dilihat dan diraba yang memiliki nilai lisan.

Contoh : Rumah, pakaian, mobil, kapal, gedung, dan peesawat televisi

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.


  1. Kebudayaan Non Materi

Kebudayaan non materi terdiri dari kata-kata yang dipergunakan orang, hasil pemikiran adat istiadat, keyakinan, dan kebiasaan yang diikuti anggota masyarakat. Norma-norma dan adat istiadat.

Contoh : berbagai norma yang mengatur prilaku manusia (norma agama,norma hukum, norma kesopanan, dan norma kesusilaan


Wujud Kebudayaan

Apabila kita memperhatikan definisi kebudayaan menurut Koentjoroningrat, perwujudan budaya adalah :

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai, norma-norma, dan peraturan.

Wujud pertama adalah wujud ideal dari kebudayaan,sifatnya abstrak, tidak dapat diraba atau difoto. Isi atau substansinya yaitu pengetahuan, nilai-nilai, etos, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi dsb. Lokasinya ada didalam alam fikiran warga masyarakat dimana kebudayaan tersebut hidup. Gagasan bukan berada lepas satu dari yang lain, melainkan selalu berkaitan menjadi system. Ahli antropologi dan sosiologi menyebut dengan system budaya (Cultural System) dalam bahasa Indonesia disebut adat, atau adat istiadat.

  1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Baca Juga :  Asal Usul Telaga Warna

Wujud kedua dari kebudayaan disebut sebagai system sosial (Social System). Wujudnya adalah berbagai tindakan berpola dari manusia, yaitu aktivitas manusia yang saling berhubungan, berinteraksi serta bergaul dengan lainnya dari waktu ke waktu yang mengikuti pola tertentu yang berdasarkan tata kelakuan atau adat istiadat bersifat konkret dapat diobservasi, difoto, dan didokumentasikan

  1. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud ke tigadari kebudayaan disebut kebudayaan fisik, berupa keseluruhan hasil fisik dari aktivitas, perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat. Sifatnya paling konkret, karena berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat ataupun difoto,contoh: pabrik baja,menara, kain batik, kancing baju dll.


Komponen-Komponen Kebudayaan

Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :


  1. Kebudayaan Material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.

Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesinbudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.


  1. Kebudayaan Nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


  1. Lembaga Social

Lembaga social, dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan, dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar, dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota, dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier


  1. Sistem Kepercayaan

Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup, dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.


  1. Estetika

Berhubungan dengan seni, dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari –tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan, dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning, dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.


  1. Bahasa

Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian, dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik, dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan, dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari, dan dipahami agar komunikasi lebih baik, dan efektif dengan memperoleh nilai empati, dan simpati dari orang lain.

Baca Juga :  Cara Melestarikan Budaya

Dampak Masuknya Budaya Asing


  • Dampak Positf

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi kemajuan sekarang ini memang tidak dapat dipungkiri masuknya juga kebudayaan asing yang menyertai. Masuknya teknologi beserta budaya akan diadopsi dan disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Itulah yang dimaksud dengan alih teknologi. Kemudahan untuk mendapatkan informasi dan kebiasaan berkompetensi juga merupakan salah satu dampak positif masuknya kebudayaan asing.

Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut.

  • Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia.
  • Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
  • Kemajuan teknologi memengaruhi tingkat pemanfaatan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkesinambungan.
  • Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain.

  • Dampak Negatif

Dampak negative yang timbul juga dapat terjadi dengan masuknya kebudayaan asing, seperti sikap individualis dan mengabaikan nilai budaya yang ada di masyarakat dan yang dapat kita lihat dimasyarakat munculnya sifat konsumerisme akibat banyaknya produk-produk di dalam negeri.Globalisasi juga mempunyai dampak negatif, antara lain sebagai berikut.

  1. Terjadinya sikap mementingkan diri sendiri (individualisme) sehingga kegiatan gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat mulai ditinggalkan.
  2. Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan sosial atau jabatan. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin semakin lebar.
  3. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
  4. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
  5. Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa seperti tayangan-tayangan film yang mengandung unsur pornografi yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.
  6. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, yang dibawa para wisatawan asing. Misalnya, perilaku seks bebas (free sex).

  • Hubungan Antar Budaya

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi sekarang ini memang tidak dapat dipungkiri masuknya juga kebudayaan asing yang menyertai. Masuknya teknologi beserta budaya akan diadopsi dan disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Itulah yang dimaksud dengan alih teknologi. Kemudahan untuk mendapatkan informasi dan kebiasaan berkompetensi juga merupakan salah satu dampak positif masuknya kebudayaan asing.

Dampak negativ yang timbul juga dapat terjadi dengan masuknya kebudayaan asing, seperti sikap individualis dan mengabaikan nilai budaya yang ada di masyarakat dan yang dapat kita lihat dimasyarakat munculnya sifat konsumerisme akibat banyaknya produk-produk di dalam negeri.


demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Pengertian Kebudayaan : Fungsi, Sifat, Unsur, Karakteristik, Teori, Bentuk, Wujud, Komponen Beserta Dampak Masuknya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.