Akibat Proklamasi Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia

Diposting pada

Sejarah Singkat Penjajahan di Indonesia

Bangsa asing yang masuk pertama kali ke indosenia sekitar abad 16 masehi. Sering degnan ditemukannya jalan darieropa menuju wilayah-wilayah lain di dunia. Yaitu dengan semangat gold, glory dan gospel portugis dan juga spanyol menjadi bangsa yang pertama kali mendarat di idonesia atau tepatnya yaitu di wilayah maluku. Kedua bangsa itu tidak berhasil banyak menguasai indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan

Bangsa belanda pertama kali mendara di pulau jawa, yaitu pusat keramaian wilaah sekitar pada abad itu, tahun 1596. Dengan masuknya bangsa belanda ke indonesia, mulailah episode panjand penjajahan di indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak kedatangan potugis dan juga sepanyol.

Bangsa belanda uali mengusai indonesia ini sedikit demi sedikit dengan politik yaitu adudombanya atau yang dikenal politik devide et impera. Mereka mengudomba antara bangsawan dengan rakyat, among para raja dengan warganya, ulama dengan umat. Politik yang kemdian membuat belanda berhasil menguasai seluruh wilayah indonesia dari aceh hingga papua. Belanja juga menjajan indonesia sekitar 350 tahun. Walaupun dalam episode ini pernah juga diselingi penjajahan inggris saat negara belanda sendiri jatuh ke tangan prancis.


Peristiwa Penting Disekitar Proklamasi


  • Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peristiwa ini terjadi sehari sebelum kemerdekaan. Peristiwa ini terjadi karena pertentangan antara golongan muda dan golongan tua dalam menentukan waktu diproklamasikannya kemerdenaan Negara Republik Indonesia.

Golongan muda yang tergabung dalam Angkata Muda Indonesia yang dipimpin oleh Chaerul Saleh telah mengetahui menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 mereka mengetahui kekalahan Jepang melalui siaran rasio BBC di Bandung dan 15 Agustus. Kemudian mereka mengadakan pertemuan, dan hasil pertemuan itu adalah Indonesia harus segera memproklamasikan kemerdekaanya. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa termasuk Indonesia, tanpa bergantung kepada bangsa dan negara manapun.

Pada hari yang sama Sokarno dan Moh. Hatta kembali ke tanah air setelah memenuhi panggilan Panglima Mandala Asia Tenggara Marsekl Terauchi di Saigon, Vietnam. Golongan tua yang dipimpin oleh Soekarno dan Hatta lebih memilih melihat perkembangan selanjutnya, karena proklamasi kemerdekaan harus terorganisasi dan melalui rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 seperti yang telah disepakati dalam pertemuan di Saigon.

Pendapat itu tidak ditanggapi oleh golongan muda. Mereka tetap pada prinsipnya, sehingga terjadi perbedaan paham antara golongan tua dan golongan muda. Golongan muda memutuskan untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Luar kota, yakni ke Rengasdengklok sebelah timur Jakarta. Diungsikannya kedua tokoh ini leh golongan muda bertujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.


Penyusunan Tesk Proklamasi

Sebelum pembicaraan pembuatan naskah teks proklamasi dimulai, Soekarno Hatta telah mengemui Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajaki sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Mereka ditemani oleh Laksamana Tadashi Maeda. Singetada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi sebagai penerjemah. Dalam pertemuan itu disepakati agar pemerintah Jepang tidak menghalangi pelaksanaan proklamasi kemerdekaan yang akan dilakukan oleh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Materi Pelajaran Anak Paud

Setelah pertemuan itu, Soekarno Hatta kembali ke rumah Laksamana Tadashi Maeda untuk menyusun naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura bersama tiga tokoh pemuda, yaitu Sukami, Soediro dan B.M Diah menyaksikan Soekarno Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo membahas perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Menjelang subuh, naskah proklamasi yang masih berupa konsep yang ditulis oleh Soekarno dibacakan dan dibahas kembali. Soekarno yang mendapat dukungan dari Moh. Hatta menyarankan agar mereka bersama – sama menandatangani naskah proklamasi selaku wakil bangsa Indonesia namun golongan pemuda menentangnya.

Sukarni yang mewakili golongan pemuda mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul itu disetujui oleh hadirin yang ada, Kemudian Soekarno meminta kepada Sayuti Melik untuk mengetik berita naskah itu berdasarkan naskah hasil tulisan tanganya dengan perubahan yang telah disetujui.

Semula pembacaan teks proklamasi akan dibacakan di Lapangan Ikada (sekarang bagian tenggara lapangan Monumen Nasional) atas usulan Sukarni. Namun Soekarno khawatir akan terjadi bentrokan fisik antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang maka diputuskan bahwa pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan di rumah kediaman Soekarno, yakni jalan Pegangasaan Timur No. 56 Jakarta pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 wib


Isi Teks Proklamasi

Naskah baru setelah mengalami perubahan

Di dalam teks proklamasi terdapat beberapa perubahan yaitu terdapat pada:

  • Kata tempohdiubah menjadi tempo
  • Kata Wakil-wakil bangsa Indonesiadiubah menjadi Atas nama bangsa Indonesia
  • Kata Djakarta, 17-8-05diubah menjadi Djakarta, hari 17 boelan 08 tahun ’05
  • Naskah proklamasi klad yang tidak ditandatangani kemudian menjadi otentik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta
  • Kata Hal2diubah menjadi Hal-hal

Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Naskah Otentik

Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.


Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17-8-’05

Wakil2 bangsa Indonesia.


Teks Pidato Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Saudara-saudara sekalian!

Saya telah meminta Anda untuk hadir di sini untuk menyaksikan peristiwa dalam sejarah kami yang paling penting.

Selama beberapa dekade kita, Rakyat Indonesia, telah berjuang untuk kebebasan negara kita-bahkan selama ratusan tahun!

Ada gelombang dalam tindakan kita untuk memenangkan kemerdekaan yang naik, dan ada yang jatuh, namun semangat kami masih ditetapkan dalam arah cita-cita kami.

Juga selama zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak pernah berhenti. Pada zaman Jepang itu hanya muncul bahwa kita membungkuk pada mereka. Tetapi pada dasarnya, kita masih terus membangun kekuatan kita sendiri, kita masih percaya pada kekuatan kita sendiri.

Kini telah hadir saat ketika benar-benar kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. Hanya suatu bangsa cukup berani untuk mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dalam kekuatan.

Baca Juga :  Masa Kemerdekaan

Oleh karena semalam kami telah musyawarah dengan tokoh-tokoh Indonesia dari seluruh Indonesia. Bahwa pengumpulan deliberatif dengan suara bulat berpendapat bahwa sekarang telah datang waktu untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Saudara-saudara:

Bersama ini kami menyatakan solidaritas penentuan itu.

Dengarkan proklamasi kami:

PROKLAMASI,

KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA. HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.

DJAKARTA, 17 Agustus 1945

ATAS NAMA BANGSA INDONESIA
SUKARNO-HATTA


Jadi, Saudara-saudara!

Kita sekarang sudah bebas!

Tidak ada lagi penjajahan yang mengikat negara kita dan bangsa kita!

Mulai saat ini kita membangun negara kita. Sebuah negara bebas, Negara Republik Indonesia-lamanya dan abadi independen. Semoga Tuhan memberkati dan membuat aman kemerdekaan kita ini!


Detik – Detik Proklamasi

Pada 17 Agustus 1945 menjelang fajar, teks proklamasi telah diketik dan siap dibacakan. Dalam suasana pagi, para pemimpin bangsa Indonesia masing – masing meninggalkan rumah Laksamana Tdashi maeda. Mereka pulang ke rumah masing – masing untuk mempersiapkan diri dan menuju rumah kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi, Gedng Perintis Kemerdekaan) tepat pukul 10.30 wib.

Namun, tanpa diduga pada hari itu yang bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan, barisan pemuda berbondong – bondong datang ke Lapangan Ikada. Pihak Jepang telah mengetahui kegiatan para pemuda pada malam perumusan teks Proklamasi. Tentara Jepang berusaha untuk menghalang – halanginya dengan menjaga Lapangan Ikada.

Pemimpin Barisan Pelopor, Sudiro melaporkan keadaan tersebut kepada dr.Muwardi (Kepala Keamanan Soekarno) Ia mendapat penjelasan, bahwa proklamasi tidak dilaksanakan di Lapangan Ikada, tetapi di depan rumah kediaman Soekarno. Sudiro segera kembali ke lapangan Ikada untuk memberitahukan anak buahnya.

Sejak pagi hari, rumah Soekarno dipadati oleh massa pemuda. Mereka berbaris untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi, dr. Muwardi meminta kepada beberapa orang anak buahnya untuk berjaga – jaga di sekitar rumah Soekarno dan juga dibantu pasukan yang dipimpin Cudanco Arifin Abdurahman


Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945, tepat pukul 10.00 wib Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia telah dikumandangkan. Pada hari itu pula berita proklamasi telah menyebar luas ke seluruh Jakarta, kemudian disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Konter Domei (kantor berita saat pendudukan Jepang), Waidan B Palenewen ia menerima teks dari seorang wartawan Domei bernama Syahruddin.

Waidan B. Palenewen segera memerintahkan F. Wuz untuk menyiarkan berita Proklamasi tiga kali berturut – turut. Teks proklamasi baru disiarkan dua kali, tentara Jepang masuk ke ruangan radio dan memerintahkan agar penyiaran berita itu dihentikan. Waidan B Palenewen tetap memerintahkan F. Wuz untuk terus menyiarkan setiap setengah jam sampai dengan pukul 16.00 Pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita tersebut dan menyatakan sebagai kekeliruan.

Pada tanggal 20 Agustus 1945, Jepang menyegel pemancar radio dan para pegawai radio dilarang masuk. Para pemuda membuat pemancar baru dengan bantuan beberapa teknisi radio, seperti Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhendar. Peralatan yang dipakai untuk siaran diambil dari Kantor Berita Domei. Peralatan itu dibawa ke rumah Waidan B. Palenewen dan sebagian ke Menteng 31 para pemuda merakit pemancar baru dengan kode panggilan DJK I, dari sinilah berita Proklamasi tidak terbatas lewat radio, melainkan lewat pers dan suara selebaran.

Baca Juga :  Tokoh Penyusun Teks Proklamasi

Pada tanggal 20 Agustus 1945, hampir seluruh surat kabar di Jawa memuat berita Proklamasi dan UUD Negara Republik Indonesia. Dengan demikian rakyat Indonesia telah bahu membahu menyebarkan berita penting dan bersejarah itu ke seluruh Tanah Air.


Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Penjajah

Masa penjajaha begitu lama bukanlah disebabkan bangsa indonesia berdiam menerima kondisinya. Perlawanan rakyat terhadap penjajah sudah ada sejak mulai masuknya bangsa portugis.


  1. Perlawanan teradap bangsa potugis dan juga sepanyol

Telah disebutkan bangsa portugis dan spanyol masuk wilayah maluku. Saat terlihat kedatangan mereka bermaksud mengusai wilayah, sultan baabullah asal ernate ini tidak sepenuhnya berhasil akan tetapi mebuktikah bahwa rakyat idak menyukai maksud kedatangan mereka.


  1. Perlawanan terhadap belanda

Belanda mengusai indonesia ratusan hingga tahun. Tidak heran jika banyak perlawanan rakyat yang terjadi dari aceh hingga tiur. Contohnya ialah perlawanan kedaerahan.


  1. Pergerakan nasional

Pada awal abad ke 20, para pemuda indonesia mengenyam pendidikan ulai menyadari satu dal, bahwa perlawanan selama ini tidak berhasil karena bersifat kedaerahan. Masing-masing daerah melakukan perlawanan terhadap belanda tanpa berhubungan dengan daerah yang alinnya. Selain itu juga para pemuda juga merasa perlu melakukan perlawanan dengan organisasi yang menguatkan indonesia dibidang ekonomi, pendidikan dan sebagainya.


  1. Perlawanan terhadap jepang

Jengan yang tidak lama di indonesia juga mendapatkan perlawanan sengit dari rakyat indonesia.misalnya ialah perlawanan KH mustofa di tasikmalaya dan juga perlawanan supriyadi dan pasukan pera yang sebenarnya pasukan yang dibentuk jepang.


Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

Berdasarkan sejarah panjang penjajahan dan juga perlawanan rakyat, makna proklamasi sngat mendalam dirasakan oleh rakyat indonesia. Seluruh rakyat yang mengetahui doproklamasikannya kemerdekaan indonesia sangarlah bersuka cita. Pekik kemerdekaan terdengan di mana-mana. Semua pers nasional memberitakan tentang hal ini. Suasana yang sangat berbeda dibandingkan dengan keseharian rakyat sebelumnya.


  1. Makna proklamasi sebagai puncak perjuangan bangsa indonesia

Proklamasi kekerdenaan menjadi puncak dari semua perjuangan yang sudah di sebutkan di atas tadi. Proklamasi dianggap kemenangan atas penjajahan. Bukan kemenangan milik tokoh pendiri bangsa. Akan tetapi kemenangan milik seluruh rakyat indonesia.


  1. Makna proklamasi sebagai pernyataan de facto

Perbedaan de facto dan juga de jure ialah dalam definisi. De jure ialah berdasarkan hukung sedangkan de facto ialah berdasarkan kenyataan. Makna proklamasi sebagai pernyataan de facto berarti pernyataan kemerdekaan yang sesuai dengan kenyataan, bahwa prokklamasi telah dikumandangkan ke seluruh wilayah indonesia dan juga dunia.


  1. Makha proklamasi ialah menaikan martabat bangsa

Proklamasi secara kultural sudah menaikkan martabat bangsa indonesia dari bangs yang terjajah menjadi mangsa yang merdeka.  Dengan proklamasi, kedudukan bangsa indonesia sejajar dengna bangsa lalin di dunia. Sedikit banyak akan menhapus stigma sebagai warga negara kelas dua. Seluruh rakyat indonesia bisa menikmati apa saja sama dengna bangsa yang lainnya.


demikilanlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Akibat Proklamasi Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia : Makna, Sejarah, Peristiwa, Penyusun Teks, Isi, Perlawanan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.