Proses Pencernaan Makanan

Diposting pada

Pengertian System Pencernaan Makanan

Pencernaan adalah proses memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh untuk digunakan sebagai energi untuk membangun dan memelihara sel-sel. Sistem pencernaan manusia memberikan tubuh dengan semua karbohidrat yang diperlukan, vitamin, lemak dan asam amino, yang menjaga sel estimasi 50-75000000000000, berfungsi. Hal ini juga menghilangkan semua produk limbah dari tubuh.

Sistem Pencernaan adalah suatu system menerima makanan, mencernanya untuk dijadikan energy dan nutrin, kemudian mengeluarkan sisa sisa prose itu melalui dubur.


Fungsi System Pemcernaan Makanan

  1. Memasukkan makanan
  2. Menyimpan makanan sementara waktu
  3. Mencerna secara fisik maupun kimiawi
  4. Mengabsornsi hasil dari pencernaan
  5. Menyimpan sisa makanan untuk sementara kemudian dikeluarkan melalui dubur / anus

Proses Pencernaan Makanan


  • Mulut

Proses awal dari pencernaan yaitu pada saat makanan mulai masuk ke dalam mulut. Pada bagian mulut memiliki alat-alat yang bisa digunakan untuk membantu proses pencernaan tersebut.

Alat-alat itu adalah gigi, lidah, dan juga kelenjar ludah. Pada bagian rongga mulut,makanan itu akan mengalami proses pencernaan secara mekanik sekaligus secara kimiawi.


  • Gigi

Kegunaan gigi yaitu digunakan untuk mengunyah makanan supaya menjadi halus. Kondisi ini dapat dikatakan bahwa enzim dalam pencernaan mulai mencerna makanan menjadi lebih cepat dan pastinya efisien.

Gigi ada bagiannya yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Pada umum, gigi dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian mahkota gigi (korona), bagian leher gigi (kolum) dan juga bagian akar gigi (radiks).

Mahkota gigi merupakan bagian gigi yang terlihat dari luar. Gigi seri mempunyai bentuk menyerupai pahat. Gigi seri mempunyai fungsi sebagai alat pemotong dan penggigit makanan. Gigi taring memiliki bentuk mirip pahat runcing yang berfungsi sebagai alat untuk merobek makanan. Gigi geraham memiliki bentuk agak silindris dan pada permukaan terlihat lebar dan datar tapi berlekuk-lekuk yang berfungsi untuk mengunyah makanan.


  • Lidah

Fungsi lidah untuk membantu dalam mengaduk makanan ketika berada di rongga mulut dan mendorong makanan supaya mudah ditelan. Kegunaan lainnya digunakan sebagai alat pengecap yang bisa digunakan untuk merasakan rasa manis, asin pahit dan juga asam.


  • Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah  akan menghasilkan air liur. Kelenjar ludah terdiri dari kelenjar parotis yang letaknya ada dibagian bawah telinga, kelenjar submandibularis yang letaknya dibagian rahang bawah, kelenjar sublingualis yang letaknya dibagian bawah lidah. Kelenjar parotislah yang  menghasilkan ludah.

Sedangkan kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis akan menghasilkan getah yang mengandung air dan juga lendir. Kegunaan ludah yaitu untuk membasahi dan juga melumasi makanan-makanan agar mudah ditelan.


  • Kerongkongan

Kerongkongan merupakan saluran yang ada diantara rongga mulut sampai lambung. Kegunaannya untuk tempat lewat makanan yang sebelumnya sudah dikunyah dari bagian mulut yang kemudian menuju ke lambung. Di kerongkongan tak akan terjadi suatu proses pencernaan. Kontraksi dari otot kerongkongan akan mendorong makanan untuk dapat masuk ke lambung.

Gerakan ini bernama gerak peristalsis. Gerak peristaltis merupakan gerakan kembang kempis pada kerongkongan yang berfungsi untuk mendorong makanan supaya bisa masuk ke bagian lambung.

Waktu yang dibutuhkan makanan saat di kerongkongan adalah kurang lebih 6 detik. Otot lurik terdapat dibagian pangkal kerongkongan yang bekerja dalam keadaan sadar sesuai keinginan kita saat proses menelan berlangsung. Tetapi, setelah proses menelan sampai sebelum keluarnya feses, proses pencernaan selanjutnya akan terjadi tanpa kita sadari.


  • Lambung

Lambung merupakan kantung besar yang letaknya ada di bagian sebelah kiri dari rongga perut. Lambung digunakan sebagai tempat berlangsungnya beberapa proses pencernaan.

Bagian lambung terdiri dari 3

  1. Bagian atas (kardiak)
  2. Bagian tengah (fundus)
  3. Bagian bawah (pilorus).

Kardiak letaknya dekat dengan hati yang terhubung dengan kerongkongan. Pilorus terhubung dengan bagian usus 12 jari. Pada bagian ujung kardiak dan juga pilorus memiliki klep yang berfungsi dalam mengatur masuk maupun keluarnya makanan ke dalam lambung dan dari lambung.Kontraksi pada otot lambung, akan membuat makanan menjadi teraduk dengan sempurna sampai bisa bercampur secara merata dengan getah lambung. Proses ini menyebabkan makanan yang ada di lambung menjadi berbentuk menyerupai bubur.


  • Usus Halus

Ukuran dari usus halus adalah sekitar 6,5 meter. Berlangsungnya sebagian besar proses pencernaan yakni pada satu meter awal dari usus halus. Usus halus terdiri dari usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan  usus penyerap (illium).

Usus 12 jari merupakan tempat yg digunakan sebagai saluran empedu dan sebagai saluran pankreas. Hati menghasilkan cairan empedu dan nantinya akan dibawa ke saluran empedu ke bagian usus dua belas jari.

Fungsi Cairan empedu untuk mengemulsikan lemak agar mudah dicerna. Pada saluran pankreas akan dialirkan enzim amilase, tripsinogen, dan juga lipase ke dalam usus 12jari.

Pengaktifan tripsinogen oleh enzim enterokinase yang didapat dari usus halus akan diubah menjadi tripsin. Enzim tersebut akan membantu mempercepat proses berlangsungnya pencernaan makanan agar bisa didapatkan sari-sari makanan yang nantinya bisa diserap oleh usus penyerap.

Baca Juga :  Cara Mendidik Anak Dengan Baik dan Benar

Cairan empedu dan enzim tersebut, akan mengakibatkan suatu proses pencernaan yang aktif pada bagian usus dua belas jari. Usus kosong merupakan bagian dari usus halus yang terletak setelah bagian usus dua belas jari. Pada dinding usus halus akan menciptakan getah usus yang  mengandung berbagai enzim seperti enterokinase, maltase, laktase, lipase, dan juga peptidase.

Bagian terakhir dari usus halus yaitu usus penyerapan. Pada bagian inilah makanan yang berubah menjadi sari-sari makanan akan dilakukan proses berlangsungnya penyerapan. Permukaan dari usus penyerapan yang berlipat-lipat biasa disebut jonjot usus yang membuat daerah penyerapan pada bagian usus halus menjadi lebih luas supaya proses penyerapan makanan akan menjadi lebih maksimal.


  • Usus Besar

Usus halus tidak melakukan penyerapan terhadap pada semua jenis makanan. Sisa makanan tadi akan bergerak menuju ke bagian usus besar. Diameter yang dimiliki oleh usus besar berukuran lebih besar kalau dibandingkan dengan diameter usus halus. Panjangnya sampai 1,5 meter.

Pada bagian usus besar tak akan terjadi suatu proses pencernaan, melainkan pada usus besar melakukan pembusukkan sisa makanan dengan bantuan bakteri Escherichia coli.

Hasil pembusukannya biasanya disebut dengan tinja atau feses. Selain itu pada usus besar juga akan terjadi proses penyerapan terhadap air dan garam-garam mineral agar feses bisa berbentuk padat.


Sistem Pencernaan Bawah

Saluran pencernaan yang lebih rendah terdiri dari usus kecil, usus besar dan anus. Selama pencernaan saluran pencernaan bawah membantu tubuh untuk menyerap semua nutrisi yang telah disederhanakan oleh saluran pencernaan bagian atas.

Usus kecil: Juga dikenal sebagai usus kecil, usus kecil adalah bagian terpanjang dari saluran pencernaan. Namun, hal itu disebut usus kecil karena memiliki diameter lebih kecil dari usus besar. Tujuan utama dari usus kecil adalah untuk menyerap nutrisi dari makanan selama proses pencernaan. Hal ini terdiri dari tiga bagian – duodenum, jejunum dan ileum.


  • Duodenum

Duodenum adalah bagian terpendek dari usus kecil dan terhubung ke bagian bawah perut. Fungsi utama dari duodenum adalah untuk memecah makanan menggunakan enzim disekresikan oleh pankreas dan empedu disekresi oleh hati.


  • Jejunum 

Jejunum adalah bagian pertengahan dari usus kecil. Fungsi yang paling penting dari organ ini adalah penyerapan karbohidrat dan protein. Ini memiliki lapisan khusus dengan kecil, jari-seperti proyeksi yang disebut vili. Vili ini meningkatkan luas permukaan penyerapan intern yang pada gilirannya membantu dalam penyerapan nutrisi lebih. Vili juga terhubung ke pembuluh darah sehingga sirkulasi darah dapat membawa nutrisi ke berbagai bagian tubuh.


  • Ileum

Ileum adalah bagian akhir dari usus kecil. Fungsi utamanya adalah untuk menyerap vitamin dan nutrisi lain yang terlewatkan oleh jejunum. Makanan tercerna kemudian didorong ke usus besar.

Panjang rata-rata dari usus kecil dalam laki-laki dewasa adalah sekitar 6,9 meter. Namun, panjang bervariasi antara orang yang berbeda. Mungkin sepanjang 9,8 meter juga!

Usus besar: Juga dikenal sebagai usus besar, usus besar adalah organ yang sangat khusus dari sistem pencernaan. Fungsi utamanya adalah untuk menyerap air yang tersisa dari masalah makanan dicerna dan lulus masalah sampah yang tidak diinginkan dari tubuh. Usus besar dibagi menjadi tiga bagian – sekum, usus besar dan rektum.


  • Sekum

sekum adalah awal dari usus besar dan merupakan kantong menghubungkan antara kecil dan usus besar. Ini menerima kotoran dari ileum dan mengirimkannya ke usus besar. Sekum ini juga melekat pada usus buntu.


  • Colon

Fungsi utama usus besar adalah untuk mengekstrak semua air dan garam dari masalah sampah sebelum menghilangkan dari tubuh.


  • Rektum

Rektum adalah sebuah ruang 8-inci yang menghubungkan usus ke anus. Fungsi utama dari rektum adalah untuk menerima kotoran atau bahan limbah dari usus besar dan bertindak sebagai situs sementara untuk menyimpan kotoran sampai dievakuasi. Ia mengirimkan sinyal ke otak, yang pada gilirannya memutuskan apakah kotoran dapat dievakuasi.


  • Anal Kanal

Anal kanal adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Hal ini terletak antara rektum dan anus. Fungsi utama dari anus untuk mengeluarkan materi limbah dari tubuh.


  • Organ Auxiliary

Tubuh manusia memiliki beberapa organ yang sangat penting dalam sistem pencernaan yang dapat diklasifikasikan sebagai organ tambahan. Meskipun organ-organ ini bukan merupakan bagian dari sistem pencernaan, tanpa mereka proses pencernaan akan menjadi hampir mustahil.


  • Kandung Empedu

Kandung empedu toko empedu yang telah diproduksi oleh hati. Meskipun menjadi bagian penting dari proses pencernaan, kandung empedu adalah organ non vital, yang berarti bahwa hal itu dapat dihapus jika terinfeksi.


  • Hati

Hati adalah salah satu organ paling penting dari tubuh manusia. Hati pada dasarnya melakukan tugas memproduksi cairan pencernaan, biokimia dan juga membantu dalam sintesis protein. Seluruh proses pencernaan membutuhkan sekitar 24 sampai 72 jam dan saluran pencernaan orang rata-rata, bersama dengan semua organ, ukuran sekitar panjang 9 meter.


  • Pankreas

Pankreas mengeluarkan enzim ke dalam duodenum yang memecah lemak, karbohidrat dan protein. Fungsi penting lain dari pankreas adalah untuk membuat insulin yang merupakan hormon utama untuk metabolisme gula.

Bersama-sama, organ di atas, dengan fungsi masing-masing, membantu menjaga tubuh kita bekerja. Perlu dicatat bahwa setelah menelan makanan, proses pencernaan tidak disengaja dan dikendalikan oleh saraf dan otak. Seluruh proses ini kompleks dan tidak akan salah untuk memanggil sistem pencernaan manusia benar-benar sebuah keajaiban.

Baca Juga :  Contoh Kreativitas Siswa

Pencernaan Secara Fisik

Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif.

  1. Mulut

Bagian terdepan dari mulut adalah bibir, pada ikan-ikan tertentu bibir tidak berkembng dan malahan hilang secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang (ikan famili scaridae, diodotidae, tetraodontidae). Pada ikan belanak atau tambakan, bibir berkembang dengan baik dan menebal, bahkan mulutnya dapat disembulkan. Keberadaan bibir berkaitan erat dengan cara mendapatkan makanan. Di sekitar bibir pada ikan tertentu terdapat sungut, yang berperan sebagai alat peraba. Mulut terletak di ujung hidung dan juga terletak di atas hidung.

  1. Rongga mulut

Di bagian belakan mulut terdapat ruang yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini berhubungan langsung dengan segmen faring. Secara anatomis organ yang terdapata pada rongga mulut adalah gigi, lidah dan organ palatin. Permukaan rongga mulut diselaputi oleh lapisan sel permukaan (epitelium) yang berlapis. Pada lapisan permukaan terdapat sel-sel penghasil lendir (mukosit) untuk mempermudah masuknya makanan. Disamping mukosit, di bagian mulut juga terdapat organ pengecap (organ penerima rasa) yang berfungsi menyeleksi makanan.

  1. Farings

Lapisan permukaan faring hampir sama dengan rongga mlut, masih ditemukan organ pengecap, Sebagai tempat proses penyaringan makanan.

  1. Esofagus

Permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir untuk membantu penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi)


Pencernaan Secara Kimiawi

Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas dan dinding usus itu sendiri.

Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.


Jaringan Pencernaan Kimiawi


  1. Lambung

Lambung merupakan segmen pencernaan yang diameternya relatif lebih besar bila dibandingkan dengan organ pencernaan yang lain. Besarnya ukuran lambung berkaitan dengan fungsinya sebagai penampung makanan. Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh sel mukus yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari kerja asam klorida. Sebagai penampung makanan dan mencerna makanan secara kimiawi. Pada ikan-ikan herbivora terdapat gizard (lambung khusus) berfungsi untuk menggerus makanan (pencernaan secara fisik).


  1. Pilorus

Pilorus merupakan segmen yang terletak antara lambung dan usus depan. Segmen ini sangat mencolok karena ukurannya yang mengecil/menyempit.


  1. Usus ( intestinum)

Merupakan segmen yang terpanjang dari saluran pencernaan. Intestinum berakhir dan bermuara keluar sebagai anus. Merupakan tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan


  1. Rektum

Rektum merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung. Secara anatomis sulit dibedakan batas antara usus dengan rektum. Namun secara histologis batas antara kedua segmen tersebut dapat dibedakan dengan adanya katup rektum.


  1. Kloaka

Kloaka adalah ruang tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital. Ikan bertulang sejati tidak memiliki kolaka, sedangkan ikan bertulang rawan memiliki organ tersebut.


  1. Anus

Anus merupakan ujung dari saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak di sebelah depan saluran genital. Pada ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, anus terletak jauh dibelakang kepala bedekatan dengan pangkal ekor. Sedangkan ikan yang tubuhnya membundar, posisi anus terletak jauh di depan pangkal ekor mendekati sirip dada.


Mekanisme Pencernaan

Mekanisme Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia
Sistem pencernaan pada manusia terdiri atas beberapa organ. Organ tersebut mencerna makanan melalui proses mekanik maupun kimiawi. Berikut penjelasan proses pencernaan makanan pada manusia.


  1. Mulut

Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama bertugas dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Mulut dapat menghaluskan makanan karena di dalam mulut terdapat gigi dan lidah. Gigi berfungsi menghancurkan makanan. Adapun fungsi lidah adalah membolak-balikan makanan sehingga semua makanan dihancurkan secara merata. Selain itu, lidah berfungsi membantu menelan makanan. Gigi dan lidah termasuk alat pemroses pencernaan secara mekanis.


  1. Kerongkongan

Setelah dikunyah di mulut, makanan ditelan agar masuk ke lambung melalui suatu saluran yang disebut kerongkongan. Kerongkongan atau esofagus berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Di dalam lehermu sesungguhnya terdapat dua saluran, yaitu kerongkongan (letaknya di belakang) dan tenggorokan atau trakea (letaknya di depan).

Kerongkongan merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan antara mulut dengan lambung. Tenggorokan merupakan saluran pernapasan yang menghubungkan antara rongga mulut dengan paru-paru. Oleh karena itu, di bagian dalam mulut terdapat persimpangan dua saluran yang dijaga oleh sebuah klep yang disebut epiglotis. Pada waktu bernapas, klep tersebut membuka sehingga udara dapat masuk ke tenggorokan.

Baca Juga :  Contoh Hewan Omnivora

Sewaktu menelan makanan, klep tersebut akan menutup tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan. Jadi, klep tersebut berfungsi menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan agar proses pencernaan dan pernapasan dapat berjalan dengan lancar.

Pada saat melewati kerongkongan, makanan didorong masuk ke lambung oleh adanya gerak peristaltik otot-otot kerongkongan. Hal ini dikarenakan dinding kerongkongan tersusun atas otot polos yang melingkar dan memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Akibatnya, makanan berangsur-angsur terdorong masuk ke lambung. Di kerongkongan makanan hanya lewat saja dan tidak mengalami pencernaan.


  1. Lambung

Lambung merupakan alat pencernaan yang berbentuk kantung. Dinding lambung tersusun dari otot-otot yang memanjang, melingkar, dan menyerong. Hal ini memungkinkan makanan yang masuk ke dalam lambung dibolak-balik dan diremas lagi sehingga menjadi lebih halus. Makanan yang dikunyah di mulut belumlah cukup halus. Oleh karena itu, perlu dihaluskan lagi di lambung. Agar lambung kamu tidak bekerja terlalu berat, sebaiknya kamu mengunyah makananmu sampai halus benar sebelum menelannya.

Selain mencerna makanan secara mekanis, lambung juga mencerna makanan secara kimiawi. Lambung menghasilkan suatu cairan yang mengandung air, lendir, asam lambung (HCl), serta enzim renin dan pepsinogen. Karena sifatnya yang asam, cairan lambung dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Sementara itu, enzim renin akan menggumpalkan protein susu yang ada dalam air susu sehingga dapat dicerna lebih lanjut. Pepsinogen akan diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton.


  1. Usus Halus

Setelah dicerna di lambung makanan akan masuk ke usus halus. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Usus dua belas jari dan usus kosong berperan penting dalam pencernaan makanan secara kimiawi. Di usus dua belas jari ini kantong empedu dan pankreas mengeluarkan cairan pencernaannya. Empedu yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak sehingga dapat dicerna lebih lanjut.

Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan penting, yaitu tripsinogen, amilase, dan lipase. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino. Amilase akan mencerna amilum menjadi glukosa, sedangkan lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Selain enzim-enzim tersebut usus halus juga menghasilkan enzim-enzim lain yang membantu pencernaan makanan, seperti peptidase dan maltase.


  1. Usus Besar

Zat-zat yang tidak diserap usus halus selanjutnya akan masuk ke usus besar atau kolon. Di usus besar ini terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri pembusuk. Pembusukan dilakukan oleh bakteri yang hidup di usus. Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feces) melalui anus. Pada usus besar terdapat bagian yang disebut usus buntu. Pada manusia, fungsi usus buntu tidak jelas. Pada hewan-hewan pemakan tumbuhan, seperti kelinci dan marmot, usus buntu membantu mencerna selulosa


Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia


  1. Gastritis

Artinya adalah peradangan mukosa lambung. Gangguan ini umum terjadi, terutama pada orang yang berusia lanjut. Gastritis menimbulkan peradangan yang tidak begitu berbahaya, tetapi berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya mukosa lambung. Para peneliti saat ini yakin hamper tidak ada makanan yang menyebabkan iritasi pada bagian lambung, kecuali cairan asam lambung yang berlebihan.


  1. Konstipasi

Gangguan ini berarti lambatnya pergerakan feses melalui usus besar dan sering dihubungkan dengan jumlah feses yang kering dank eras pada kolon yang menumpuk karena lamanya waktu penyerapan cairan. Penyebab konstipasi adalah kebiasaan buang air yang tidak teratur dan kurangnya minum air putih juga makan makanan yang berserat.


  1. Pankreasitis

Merupakan  peradangan dan ini dapat terjadi baik dalam bentuk pankreasitis akut (berlangsung cepat dan parah)  maupun pankreasitis kronis (berlangsunglama). Penyebab umum dari pankreas itis adalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri (akhir saluran pengluaran pankreas) oleh batu empedu.


  1. Diare

Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besar. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan pada  ileum. Dimanapun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara luas sehingga kecepatan sekresinya sangat tinggi.  Diare disebabkan oleh bakteri kolera. Toksin kolera menstimulus sekresi elektrolit dan cairan yang berlebihan dari ileum dan usus besar.


  1. Flatus

Masuknya gas dalam saluran pencernaan. Gas tersebut berupa udara yang tertelan, gas yang dihasilkan bakteri atau gas dari difusi darah yang masuk kesaluran pencernaan. Gas nitrogen dan oksigen lebih banyak berada dalam lambung dan dapat dikeluarkan dengan bersendawa, sedangkan gas-gas lain, yaitu CO2,  metana dan hidrogen lebih banyak berada dalam usus besar yang dihasilkan oleh bakteri.


demikianlaha rtikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Proses Pencernaan Makanan : Pengertian, Fungsi, Jaringan, Mekanisme, Gangguan, Secara Fsik, Kimia dan Bawah, semoga atikel ini dapat menambah wawasan anda semuanya.