Standar Operasional Prosedur (SOP)

Diposting pada

Defenisi Standar Operasional Prosedur

  1. Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong  dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Protap merupakan tatacara atau tahapan yang harus dilalui dalam suatu proses kerja tertentu, yang dapat diterima oleh seorang yang berwenang atau yang bertanggung jawab untuk mempertahankan tingkat penampilan atau kondisi tertentu sehingga suatu kegiatan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. (Depkes RI, 2005)
  3. SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dialui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Pengertian Standar Operasional Prosedur (SOP)

Standar Operasional Prosedur atau disingkat SOP merupakan dokumen yang berurusan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang tujuannya untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang semurah-murahnya.

√Standar Operasional Prosedur (SOP) : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Cara dan Contohnya

SOP juga dapat diartikan sebagai acuan atau pedoman untuk melaksanakan pekerjaan atau tugasnya sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja para karyawan sesuai indikator-indikator administrasi, teknik dan prosedural sesuai dengan tata kerja, sistem kerja dan prosedur kerja pada unit kerja yang bersangkutan.


Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Tujuan SOP adalah sebagai berikut:

  • Supaya pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja bekerjanya pada organisasi atau unit kerja.
  • Supaya mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi Pada organisasi
  • Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab pegawai yang bersangkutan.
  • Melindungi organisasi (unit) kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek serta kesalahan administrasi lainnya.
  • Untuk Mencegah dari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.

Fungsi Standar Operasional Prosedur (SOP)

Berikut adalah Fungsi SOP:

  • Memperlancar tugas pegawai dalam melaksanakan bekerja.
  • Sebagai dasar hukum jika terjadi penyimpangan dalam bekerja.
  • Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya serta mudah dilacak.
  • Membimbing Pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
  • Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-sehari.
Baca Juga :  Pengertian Jaringan Ikat

Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)

Manfaat SOP dibagi menjadi 2 simak hal berikut untuk mengetahuinya:


Manfaat SOP Secara umum

  • SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pegawai dan menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pegawai dalam melakukan pekerjaannya selesai dengan konsisten
  • Para pegawai akan lebih percaya diri dalam bekerja dan tahu target mana yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan yang diberikan.
  • SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat latihan dan dapat digunakan untuk mengukur kinerja pegawai dalam bekerja.

Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP) Menurut Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008) adalah :

  • Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan penting dan menghindari kesalahan dan kelalaian pada pekerjaan tersebut.
  • SOP membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung kepada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pekerjaan sehari-hari.
  • Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan.
  • Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan diberikan pegawai. Serta cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah pegawai lakukan.
  • Menciptakan bahan-bahan training yang bisa membantu pegawai baru untuk cepat melakukan pekerjaannya.
  • Menunjukkan kinerja harus efisien dan dikelola dengan baik.
  • Menyediakan pedoman bagi setiap pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan sehari-hari.
  • Menghindari tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.
  • Membantu menyelesaikan kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan.
  • Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam berbagai kondisi.

Cara Membuat SOP

Ada 6 cara jika ingin membuat SOP simak hal berikut ini.


  1. Membuat Susunan Kerja

Mintalah pada seluruh manajer atau pimpinan dalam perusahaan Anda supaya berbicara dengan bawahannya untuk menentukan apa yang harus dibahas dalam SOP.


  1. Merencanakan Alur Proses

Dengan cara menentukan format, menyetujui format dan membuat template, menetapkan alur proses, menentukan bagaimana SOP tersebut akan digunakan.

Baca Juga :  Apa itu Integrasi Sosial

  1. Lakukan Wawancara

Melakukan wawancara pada pegawai untuk mengetahui apa saja aktivitas harian mereka dalam pekerjaan dan bagaimana mereka bekerja.


  1. Tulis, Bahas & Sosialisasikan

Setelah melakukan wawancara serta memeriksa dokumen tata laksana kerja, Selanjutnya perusahaan mulai bisa menulis SOP, membahas kembali dengan pihak-pihak terkait dan melihat apakah masih ada kesenjangan peraturan antara pihak pegawai dan perusahaan. Apabila telah ada kesepakatan maka sudah bisa mulai disosialisasikan.


  1. Adakan Pelatihan

Setelah disepakati dan disosialisasikan, maka perlu diadakan pelatihan supaya SOP bisa berjalan dengan baik dan benar.


  1. Evaluasi

Setidaknya dalam jangka waktu setahun sekali, pihak perusahaan harus mengadakan evaluasi pada relevansi berjalannya SOP. Apakah ada yang harus ditambah ataupun dihilangkan.


Prinsip Penyusunan SOP

  1. Bentuk tim penyusun SOP
  2. Pertimbangkan prosedur dlm kesatuan yg utuh
  3. Susun SOP sebelum melaks kerja baru
  4. Tinjau kepustakaan dan informasi yg relevan
  5. Minta masukan dari staf /petugas terkait
  6. Tetapkan SOP sebagi pedoman
  7. Tetapkan hasil yg diharapkan
  8. Buat daftar peralatan & fasilitas yg diperlukan
  9. Tetapkan siapa yg berwenang melaks prosedur
  10. Tetapkan indikasi dan kontra indikasi prosedur dan resiko yg diwaspadai
  11. Susun langkah-langkah berdasarkan logika utk proses kerja efektif efisien dan aman
  12. Buat sistem penomoran
  13. Tulis SOP dgn bahasa yg mudah, kata-kata pendek sederhan, bahasa  positif, tdk bermakna ganda
  14. Buat bagan / alur mekanisme
  15. Ujicoba SOP
  16. Sempurnakan setelah ujicoba
  17. Bakukan oleh pimpinan
  18. Sosislisasikan
  19. Revisi sesuai kebutuhan dan IPTEK

Langkah-langkah Menyusun SOP

  1. Menentukan judul; yaitu judul dari SOP
  2. Menjelaskan pengertian judul ; Merupakan pengertin dari judul SOP
  3. Rumuskan tujuan; Yaitu tujuan yang diharapkan bila SOP dilakukan dengan benar
  4. Menentukan kebijakan;Yaitu hal hal yang mendasari suatu SOP yang dijadikan referensi, dasar kebijakan baik lokal maupun nasional, serta kesepakatan yang telah dilegalitas.
  5. Menentukan persiapan; yaitu fasilitas alat bahan yang harus tersedia untuk melakukan proses ( meliputi jenis, jumlah serta spesifikasinya)
  6. Membuat aliran proses;M erupakan urutan prosedur yang runut dan rinci meliputi;
Baca Juga :  Pengertian Mandiri

Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP)

  1. Pegawai masuk dari Hari Senin Hingga Jumat.
  2. Pukul 9:00 semua Pegawai sudah harus sampai di kantor.
  3. Pukul 12.00-13.00 semua pegawai diperbolehkan untuk istirahat, dan pada Hari Jumat, pekerja diperbolehkan istirahat sampau pukul 13.30.
  4. Pukul 18.00, pegawai diperbolehkan pulang, dan bagi yang pekerjaannya belum selesai diperbolehkan untuk lembur.
  5. Lembur di atas pukul 19.00 akan dibayar sesuai peraturan perusahaan yang berlaku.

Format Sop Rumah Sakit

  1. Sesuai dengan lampiran SE dari Direktur Pelayanan Medik Spesialistik YM. 00.02.2.2.837 tertanggal 1 Juni 2001, perihal bentuk SOP
  2. Mulai diberlakukan Januari 2002
  3. Format ini dapat diberi tambahan (judul) materi sesuai dng ketentuan yg berlaku di RS yang bersangkutan, kebutuhan RS, & atau standar profesi terkait

Jenis dan Ruang Lingkup SOP Rumah Sakit

SOP pelayanan profesi : dalam hal ini terdapat dua kelompok.

  1. SOP untuk aspek keilmuan adalah SOP mengenai proses kerja untuk diagnostik dan terapi, meliputi :
  • Pelayanan medis, meliputi : Komite medik / SMF, Rawat Inap, Rawat Jalan, Pelayanan Gawat Darurat, ICCU/ICU, Kamar Bedah dsb. Contoh : SOP untuk Diagnostik/terapi
  • Pelayanan penunjang, meliputi : Laboratorium, Radiologi, Rehabilitasi medis, Farmasi,dsb. Contoh : SOP pemeriksaan (teknis) Laboratorium
  • Pelayanan keperawatan. Contoh : SOP/Standar asuhan Keperawatan, SOP persiapan pasien Operasi.
  1. SOP untuk aspek manajerial adalah SOP mengenai proses kerja yang menunjang SOP keilmuan dan pelayanan pasien non-keilmuan.

Contoh : Prosedur Dokter Jaga Ruangan, Prosedur Konsultasi Medis

SOP administrasi mengatur tata cara kegiatan dalam organisasi termasuk hubungan antar unit kerja dan kegiatan – kegiatan non medis.

SOP administrasi mencakup:

  1. Perencanaan program/kegiatan
  2. Keuangan
  3. Perlengkapan
  4. Kepegawaian

demikianlah artikel dari dunia.pendidikan.co.id mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) : Definisi, Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Contoh Membuat, Prinsip Penyusunan, Langkah, Format, Jenis, dan Ruang Lingkupnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.