Contoh Tanaman Monokotil

Diposting pada

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Secara sederhana, monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang bagian bijinya tunggal atau mono atau tak berkeping. Adapun karakter yang paling kuat dari tanaman berkeping tunggal ini antara lain daun lembaga, akar yang berbentuk serabut, daun yang berselang seling, bagian tulang daunnya sejajar dan cenderung berbentuk layaknya pita serta masih banyak lagi lainnya. Di dalam sistem taksonomi, tumbuhan monokotil dilekatkan beberapa nama kelompok besar seperti Liliopsoda, liliidae, dan juga Monocotyledodeae. Pengelompokannya secara lengkap bisa dilihat sebagai berikut:

  1. Monocotyledoneae dalam sistem de Candolle dan sistem Engler.
  2. Monocotyledones dalam sistem Bentham & Hooker dan sistem Wettstein.
  3. Kelas Liliopsida dalam sistem Takhtajan dan sistem Cronquist.
  4. Anak kelas Liliidae dalam sistem Dahlgren dan sistem Thorne (1992).
  5. Klad monocots dalam sistem APG dan sistem APG II.

Ciri Umum Tumbuhan Kelas Monokotil

Secara sederhana, monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang bagian bijinya tunggal (mono). Kelas Monocotiledonae membawahi sejumlah bangsa dan suku tumbuhan yang warganya dianggap mempunyai tingkat perkembangan filogenetik yang tertinggi. Penamaan kelas Monocotyledoneae berdasarkan sistem de Candolle dan sistem Engler, sedangkan penamaan kelas Liliopsida berdasarkan sistem Takhtajan dan sistem Cronquist. Jenis-jenis tumbuhan ini dapat dikenal berdasarkan ciri-ciri berikut :

ciri umum tumbuhan monokotil


Ekologis Tumbuhan Kelas Monokotil

Berikut adalah deskripsi ekologis dari segi habitat dan penyebaran pada spesies tumbuhan kelas monokotil yang kami amati saat praktikum, yaitu :


  1. Tumbuhan Palem-Paleman,

  • meliputi Palem phoenix (Phoenix roebelinii), Palem Merah (Cyrtostachys lakka), Palem Waregu (Rhapis humilis), Pinang (Areca catechu ), Sawit (Elaeisguineensis Jacq.), Palem Raja (Roystonea regia), Kelapa (Cocos nucifera L.), Palem Putri (Adonidia merillii Becc.), Salak (Salacca zalacca Gaertn. Voss), Pinang Merah (Areca vestiaria), dan Palem Botol (Hyophorbe lagenicaulis L. H. Bailey)
  • Habitat: Daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang. . Tumbuh juga dipekarangan dan dibudidayakan serta kadang tumbuh liar di tepi sungai (Alandana, 2015).
  • Penyebaran: Tersebar di daerah pantai tropis dan pasifik, hutan-hutan Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Papua), hingga pulau-pulau kecil (Alandana, 2015).
  1. Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)

  • Habitat: Tumbuh disekitar danau, rawa, sungai, tanah basah, kolam-kolam dangkal, dan tempat penampungan air lainnya. Di kawasan perairan danau, eceng gondok tumbuh pada bibir-bibir sampai sejauh 5-20 m (Nuryana, 2016).
  • Penyebaran: Hampir diseluruh wilayah perairan di Indonesia (Nuryana, 2016).
  1. Pohon Pisang (Musa aradisiaca)

  • Habitat: Daerah dengan iklim tropis panas dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim (Lestari, 2017).
  • Penyebaran: Daerah tropikal seperti wilayah Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, dan Brazil (Lestari, 2017)
  1. Bunga Iris Kuning (Iris pseudacorus)

  • Habitat: Hutan, Danau, atau Kolam, Sungai, atau Aliran, Halaman atau Taman (IPANE, 2018).
  • Penyebaran: Eropa, Asia Barat dan Afrika barat laut (IPANE, 2018).
  1. Hanjuang (Cordyline Fruticosa)

  • Habitat: Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.900 m dpl (IPBiotics, 2018).
  • Penyebaran: Meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian (IPBiotics, 2018).
  1. Sri Gading (Dracaena fragans massangeana)

  • Habitat: tumbuh subur di tanah organik, konsisten lembab, dan tempat yang teduh (Missouri Botanical Garden, 2018).
  • Penyebaran: Daerah tropis bagian Afrika (Missouri Botanical Garden, 2018).
  1. Bunga Tasbih (Canna indica)

  • Habitat: Daerah tropis hingga ketinggian 1.000 m dpl (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Benua Amerika, Australia dan Asia (IBOptics, 2018).
  1. Bawang Bombay (Alliumcepa)

  • Habitat: Daerah beriklim subtropis dan tropis (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Daratan Eropa dan India lalu menyebar ke benua Amerika dan di negara-negara Asia termasuk Indonesia (IBOptics, 2018).
  1. Lidah Buaya (Aloevera (L.) Burm. f.)

  • Habitat: Tumbuh Iiar di tempat berudara panas tapi sering juga ditanam di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias (BPPT, 2018). 
  • Penyebaran: Negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa. Di Indonesia dapat tumbuh di provinsi Kalimantan Barat, khususnya kota Pontianak (BPPT, 2018).
  1. Sri Rejeki (Aglaonemacrispum (Pit. & Man.) D.H. Nicol)

  • Habiat: Rawa-rawa dan hutan hujan tropis Asia Tenggara dan tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah /cahaya yang tidak langsung dan kelembaban tinggi (USDA, 2018).
  • Penyebaran: Negara Asia beriklim tropis, seperti Filipina, Thailand dan Malaysia.Persebarannya dimulai dari Asia tenggara yatu dari Bangladesh timur ke Filipina selatan dan utara ke Cina (USDA, 2018).
  1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata ex Prain)

  • Habitat: Daerah tropis kering dengan iklim yang panas, atau tepatnya dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ±300 m dpl (Tiara, 2013).
  • Penyebaran: Negara Afrika Timur, Arab, India Timur, Asia Selatan dan
  • Pakistan (Tiara, 2013).
  1. Jahe (Zingiberofficinale )

  • Habitat: Sebagian besar tumbuh didaerah hutan tropis seperti di Indonesia (Rini, 2014).
  • Penyebaran: Beberapa provinsi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan (Rini, 2014).
  1. Kunyit (Curcumalonga)

  • Habitat: Sebagian besar tumbuh didaerah hutan tropis seperti di Indonesia (Rini, 2014).
  • Penyebaran: Beberapa provinsi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan (Rini, 2014).
  1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach.)

  • Habitat: Lingkungan hawa panas yang lembab dan tumbuh ditanah yang subur, gembur, tidak bercadas, dan pH tanahnya 5-7 (BPPT, 2018).
  • Penyebaran: Berasal dari Taiwan kemudian menyebar ke Indonesia (BPPT, 2018).
  1. Bunga Manggar (Dracaena marginata)

  • Habitat: Daerah Tropis (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Daerah tropis wilayah Madagaskar (IBOptics, 2018).
  1. Lengkuas (Alpiniagalanga (L.) Sw.)

  • Habitat: Sebagian besar tumbuh didaerah hutan tropis seperti di Indonesia (Rini, 2014).
  • Penyebaran: Beberapa provinsi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan (Rini, 2014).
  1. Bunga Bakung Putih (Crynum asialicum )

  • Habitat: Jenis ini dijumpai sepanjang pantai berpasir dan teduh, tempat-tempat yang lembab pada dataran rendah (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Indonesia hingga ke bagian baratlaut Australia dan Polinesia (IBOptics, 2018).
  1. Nanas Kerang (Tradescantiaspathacea )

  • Habitat: Tumbuh subur di tanah yang lembab (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Meksiko (IBOptics, 2018).
  1. Kala Lili (Zantedeschiaaethiopica (L.) Spreng)

  • Habitat: Tanaman dari spesies ini tumbuh dalam cekungan berawa (Kew Science, 2018).
  • Penyebaran: Berasal dari Afrika Selatan di Provinsi: Limpopo, North-West, Gauteng, Mpumalanga, Swaziland, Free State, KwaZulu-Natal, Lesotho, Western Cape, Eastern Cape (Kew Science, 2018).
  1. Keladi Red Star (Caladiumbicolor (W. Ait.) Vent)

  • Habitat: Daerah yang teduh di tanah yang basah dan subur (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Amerika Selatan, Bolivia dan Peru, utara melalui Amerika Tengah ke Meksiko (IBOptics, 2018).
  1. Nanas (Ananascomosus (L.) Merr.)

  • Habitat: Daerah dataran rendah dengan ketinggian 100-200 m di atas permukaan laut. Di daerah dataran tinggi, tanaman ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1200 m dpl (BPPT, 2018).
  • Penyebaran: Hampir diseluruh daerah tropis (BPPT, 2018).
  1. Tanaman bambu, Meliputi Bambu Kuning (Bambusa vulgaris Schard) dan Bambu jepang (Dracaena surculosa )

  • Habitat: Tumbuh di daerah kering dan juga lembab (IBOptics, 2018)
  • Penyebaran: Indonesia dan daerah tropis Afrika daerah hutan hujan barat (IBOptics, 2018).
  1. Bunga Burung Surga (Strelitzia reginae Aiton)

  • Habitat: Tumbuh di sepanjang tepi sungai di bawah sinar matahari penuh, namun kadang-kadang terjadi dan bunga di pinggiran hutan di tempat teduh (IBOptics, 2018).
  • Penyebaran: Afrika Selatan (IBOptics, 2018).
Baca Juga :  Outsourcing Adalah
Tanaman Monokotil

Contoh Tanaman Monokotil


  • Jagung

Tanaman bernama latin Zea mays sp adalah salah satu tanaman penting penghasil karbohidrat di dunia. Selain padi dan gandum, jagung menjadi makanan pokok untuk sebagian penduduk Amerika, Afrika, dan Asia. Secara morfologi, jagung merupakan contoh tumbuhan monokotil atau berkeping biji satu. Bijinya tak membelah saat berkecambah.


  • Padi

Padi mempunyai nama latin Oryza sativa L adalahpenghasil energi terpenting dalam peradaban umat manusia. Padi diperkirakan telah ada sejak dulu dan berasal dari India dan China. Padi menyebar ke seluruh penjuru dunia lewat migrasi manusia dari daratan Asia pada sekitar tahun 1.500 SM.


  • Kelapa

Kelapa merupakan contoh tumbuhan monokotil yang memiliki nama latin (Cocos nucifera). Tumbuhan tersebut mempunyai manfaat yang sangat banyak sekali. Semua bagian tanaman ini dapat dipakai untuk keperluan hidup manusia. Diperkirakan tanaman tersebut berasal dari pesisir Samudra Hindia dan menyebar sampai ke seluruh dunia lewat arus air laut.


  • Tebu

Tebu dalam bahasa Inggris disebut sugar cane dan bernama latin (Saccharum sp). Tebu adalahtanaman yang menjadi bahan baku pembuatan gula. Tanaman ini merupakan contoh tumbuhan monokotil karena hanya mempunyai satu keping biji saja. Diperkirakan tanaman ini berasal dari Papua Nugini dan menyebar sampai ke seluruh daerah beriklim tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara


  • Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis guinennsiss Jacq) merupakan tumbuhan penghasil minyak yang paling penting di dunia. Indonesia sendiri masuk dalam negara dengan produksi kelapa sawit tertinggi di dunia. Tumbuhan yang termasuk ke dalam suku aren-arenan (palmae) ini pun adalah salah satu contoh tumbuhan monokotil dengan keping bijinya yang hanya satu.


  • Pisang

Pisang adalah contoh tumbuhan monokotil dengan nama latin (Musa sp). Tumbuhan tersebut menghasilkan buah yang sangat kaya manfaat. Kandungan kalium dan karbohidratnya yang tinggi membuat buah ini sering dipakai sebagai buah meja. Ada banyak jenis pisang yang dapatkita temukan di dunia, contohnya pisang kepok, pisang lilin, pisang raja, dan lain-lain.

Baca Juga :  Muspika

  • Anggrek

Anggrek adalah contoh tumbuhan monokotil yang hidup bersifat epifit. Tumbuhan bernama latin (Orchidaceae) ini sering dipakai sebagai tanaman hias. Perkembangbiakannya yang sulit membuat tanaman ini sering diperbanyak memakai teknik kultur jaringan.


  • Vanili

Vanili merupakan contoh tumbuhan monokotil yang bernama latin (Vanilla planifolia). Tanaman tersebutmenghasilkan bubuk vanili yang umum dipakai sebagai pengharum masakan. Bubuk vanili berasal dari buah vanili yang bentuk berupa polong. Vanili diperkirakan berasal dari Meksiko(Amerika Utara).


  • Jahe

Contoh tumbuhan monokotil selanjutnya ialah jahe. Tanaman bernama latin (Zingiber officinale) ini merupakan tanaman penghasil rimpang yang kaya minyak atsiri. Rimpang jahe banyak dipakai sebagai obat tradisional, selain itu juga biasanya dipakai sebagai bumbu masakan di daerah tropis.


  • Kunyit

Kunyit Bernama Latin (Curcuma domestica Val) juga berada dalam ordo Zingiberaceae. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai rempah, bumbu masakan, sertabahan obat tradisional. Tanaman yang diperkirakan berasal Asia Tenggara ini pun adalah contoh tumbuhan monokotil karena hanya memiliki satu keping biji.


Contoh Tumbuhan Dikotil


  • Jarak Pagar

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah contoh tumbuhan dikotil berupa semak berkayu yang menghasilkan biji dengan kandungan minyak tinggi. Tumbuhan yang sering ditemukan di daerah tropis ini sudah lama digadang-gadang sebagai sumber bahan bakar terbarukan untuk menggantikan sumber energi fosil yang akan terancam kepunahan.


  • Singkong

Singkong (Manihot utilissima) adalah contoh tumbuhan dikotil dari suku Euphorbiaceae yang menghasilkan umbi akar dengan kandungan karbohidrat tinggi. Daun dari tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai sayuran hijau. Selain kaya serat, daun singkong diketahui mempunyai kandungan asam amino tinggi


  • Karet

Contoh tumbuhan dikotil selanjutnya ialah karet (Hevea braziliensis). Karet adalah nama dari pohon penghasil getah lateks. Getah tanaman tersebut biasa dipakaisebagai bahan baku pembuatan ban dan beragam piranti berbahan karet lainnya. Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah penghasil karet alam terbesar ke 2 setelah Thailand.


  • Kacang Kedelai

Kacang kedelai adalah bahan baku utama dalam pembuatan tempe dan tahu, 2 lauk yang sangat terkenal di lidah orang Indonesia. Tanaman bernama latin (Glycin soja) ini pun termasuk contoh tumbuhan dikotil karena bijinya akan membelah jadi 2 saatmengalami perkecambahan. Kacang kedelai diperkirakan sudah dibudidayakan di Asia Timur sejak 3500 tahun silam.


  • Kakao

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah tanaman asal Amerika Selatan yang saat ini banyak dibudidayakan untuk diambil bijinya. Biji kakao merupakan bahan baku daripembuatan cokelat. Indonesia sendiri sudah menjadi produsen biji kakao terbesar ke-4di dunia. Cuaca dan iklim Indonesia sangat cocok dengan tumbuhan Kakao.


  • Terong

Terong, tanaman yang dalam bahasa latinnya disebut dengan nama (Solanum sp) ini pun ialah contoh tumbuhan dikotil. Asal usul tumbuhan ini diperkirakan telah ada sejak zaman prasejarah. Walau memiliki ukuran yang kecil, biji terong juga termasuk jenis biji dikotil karena dia akan mengalami pembelahan ketika berkecambah.


  • Petai

Nama latin petai atau pete ialah (Parkia speciosa). Tumbuhan yang berasal dari suku polong-polongan ini puntermasuk contoh tumbuhan dikotil. Anda dapat membuktikannya dengan membuka biji petai dan memperhatikan belahannya yang sangat mudah ditemukan. Petai umum digunakan sebagai lalapan, meski aromanya berbau kuat, namun kandungan serat dan kaliumnya terbilang cukup tinggi.


  • Jambu Biji

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman tropis asal Brazil yang menghasilkan buah manis dengan kandungan vitamin C tinggi. Biji dari tumbuhan ini pun akan membelah menjadi 2 saat berkecambah. Selain itu, akarnya dominan tunggang sertatulang daunnya menyirip, mirip seperti tumbuhan dikotil lainnya.


  • Bunga Matahari

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan penghasil biji kuaci yang biasa diolah menjadi camilan ringan kaya vitamin C. Tumbuhan ini pun termasuk contoh tumbuhan dikotil. Sifat unik yang dimiliki dari tumbuhan ini ialah kebiasaan bunganya yang selalu mengikuti arah kemana matahari ada.


  • Cabai

Cabai (Capsicum sp) merupakan contoh tumbuhan dikotil penghasil buah berasa pedas. Sejak zaman nenek moyang dulu, buah cabai sudah sangat terkenal di lidah orang Indonesia. Buah cabai dipakai sebagai bumbu masak dan untuk keperluan pengobatan tradisional. Saat dikecambahkan, biji dari buah cabai pun mengalami pembelahan. Oleh karena itu, tanaman ini pun masuk ke dalam jenis tanaman dikotil.

Baca Juga :  Asal Usul Suku Dayak

Ancaman Bagi Tumbuhan Kelas Monokotil

Pemanfaatan berbagai keanekaragaman hayati yang diambil langsung dari alam ternyata menimbulkan ancaman kelestarian, yang dapat mengakibatkan kepunahan jenis. Penangkapan berbagai jenis satwa langka dan pengambilan berbagai jenis tumbuhan dari alam dengan tujuan domestik atau ekspor  telah memberikan tekanan terhadap populasi alami. Sehingga penangkapan di alam tanpa memperdulikan kaidah-kaidah konservasi akan merusak lingkungan dimasa akan datang.


  1. Penebangan Hutan (deforestasi),

Proses penebangan hutan dengan cara mengambil kayunya dari pohon. Cara ini membuat ekosistem atau spesies didalamnya menjadi berkurang atau dapat menjadi punah apabila penebangan hutan dilakukan secara terus-menerus.


  1. Konversi Lahan,

Menjadikan lahan hutan sebagai keperluan tempat tinggal manusia (mengalih fungsikan) merupakan ancaman terbesar bagi spesies tumbuhan monokotil.


  1. Hilangnya Habitat,

Jika ancaman semakin parah dan semakin besar maka tidak dapat dipungkiri lagi spesies tumbuhan monokotil akan hilang, baik habitat nya atau tempat tinggalnya.


  1. Pencemaran (polusi),

masuknya makhluk hidup, zat energi, atau komponen lain yang mengganggu habibat monokotil menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan fungsinya.


  1. Eksploitasi Yang Berlebihan,

sudah dapat dikatakan jika dalam eksploitasi yang berlebih akan menyebabkan tumbuhan monokotil punah atau hilang jika tidak dilakukannya pelestariannya.


  1. Praktik Teknologi Yang Merusak,

dengan adanya teknologi yang semakin canggih, maka akan ada dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan sekitarnya. Jika dampaknya sampai pada tumbuhan monokotil maka tumbuhan akan layu bahkan bisa menyebabkan kematian pada tumbuhan monokotil.


  1. Masuknya Jenis Asing, dan


  2. Perubahan Iklim

perubahan iklim akan mempengaruhi pola musim yang berdampak besar pada sistem pertanian.


Manfaat Tumbuhan Kelas Monokotil

Tumbuhan monokotil dikategorikan sebagai kelompok tumbuhan yang sangat bermanfaat karena hampir semuanya memiliki peranan baik itu sebagai sumber pangan, sumber bahan baku dalam berbagai industri, dekorasi, sumber energi nabati, obat-obatan herbal, zat pewarna, pakaian, perumahan dan masih banyak lagi lainnya.

Dalam manfaat tumbuhan monokotil ini, dapat diambil contoh misalnya Bambu. Tanaman Bambu yang bersifat Kosmopolit yaitu dapat bertahan hidup dalam segala cuaca, baik di daerah panas maupun dingin, di dataran rendah , tebing maupun pegunungan. Bambu memilkiki sifat dasar kayu dan bukan kayu karena bisa digunakan untuk kontruksi rumah, jembatan, barang kerajinan, bahan penghara industri alat musik, tirai, peralatan dapur, sumpit dan sebagainya.

Di masyarakat penggunaan bambu masih terbatas, faktor yang sangat berpengaruh adalah sifat fisik dan mekanik, ketidakseragaman panjang ruas dan ketidakawetan terhadap organisme perusak. Sunardiyanto (2012), menyatakan terkait hal tersebut bambu perlu dilakukan teknologi pengolahan dan pengawetan. Dengan adanya teknologi tersebut, maka diharapkan penggunaan bambu dapat ditingkatkan untuk berbagai keperluan baik untuk industri maupun kebutuhan pembangunan rumah.


Konservasi Tumbuhan Kelas Monokotil

Pelestarian tumbuhan kelas monokotil secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :


  1. Pelestarian In Situ

Pelestarian in situ  adalah pelestarian yang dilakukan  pada tempat asli tumbuhan tersebut  berada. Contoh pelestarian in situ adalah hutan lindung, dan taman nasional. Hutan lindung merupakan kawasan  yang melindungi tumbuhan. Adapun  taman nasional merupakan kawasan yang melindungi  hewan dan tumbuhan. Contoh dari hutan lindung adalah Hutan Lindung Wehea, Hutan lindung sungai wain , Hutan lindung taman raya bung hatta Contoh dari taman nasional di Indonesia adalah taman nasional gunung rinjani, taman nasional  bukit barisan selatan lampung, taman nasional ujung kulon.


  1. Pelestarian Ex Situ

Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan  di luar tempat tinggal aslinya. Hal itu dilakukan karena  tumbuhan kehilangan tempat tinggal  aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai  upaya rehabilitasi, perawatan hewan  maupun tumbuhan langka.

Selain pelestarian in situ dan ex situ, kitapun dapat menjaga kelestarian dengan usaha-usaha sebagai berikut :

  1. Tidak menebang pohon sembarangan.
  2. Melakukan tebang pilih artinya menebang dengan memilih ukuran dan usia tumbuhan.
  3. Penanaman kembali tanaman yang telah dimanfaatkan atau peremajaan tanaman.
  4. Pemeliharaan tanaman dengan benar.

Usaha yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kelestarian tumbuhan langka diantanya adalah :

  1. Cagar alam, sebagai tempat perlindungan dan pelestarian hewan, tumbuhan, tanah dan air.
  2. Hutan lindung, sebagai tempat melindungi air/daerah resapan air karena di hutan dengan tumbuhan yang menutupinya jika terjadi hujan maka air akan tertahan dan diserap tanah.
  3. Kultur jaringan, adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara  memperbanyak sel tumbuh (jaringan) menjadi tumbuhan baru.

Demikianlah artikel dari duniapendikan.co.id mengenai Contoh Tanaman Monokotil : Pengertian, Ciri Umum, Ekologis, Ancaman, Manfaat, Konservasinya, semoga bermanfaat